Tugas 4 – SIA

Posted: April 4, 2016 in Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi

Tugas 4 – Computer

Teknik Audit Berbantuan Komputer ( TABK ) /

Computer Assisted Audit Technique Tools (CAATT)

 

TABK / CAATT merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.

Penggunaan TABK atau CAATTs akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas auditor dalam melaksanakan audit dengan memanfaatkan segala kemampuan yang dimiliki oleh komputer. Untuk mengkombinasikan  pemahaman mengenai pentingnya keahlian audit dengan pengetahuan sistem informasi berbasis komputer akan menghasilkan peningkatan yang sangat signifikan dalam proses audit sistem informasi.

Simulasi Sejajar (Parallel Simulation) 

Simulasi sejajar (Parallel Simulation) adalah suatu teknik audit dengan membandingkan pengolahan data yang dilakukan dengan dua program dengan tujuan untuk memperoleh keyakinan bahwa kedua program tersebut menghasilkan output yang sama (identic). Kedua program dalam simulasi paralel ini seharusnya sama, tentunya apabila belum ada modifikasi terhadap program yang diperiksa. Dengan teknik simulasi paralel inilah auditor dapat mengetahui apakah terjadi perubahan terhadap program yang tengah di audit.

3

Dalam teknik ini pelaksanaan pemeriksaan dilakukan terhadap file transaksi / data sesungguhnya (data auditee yang di copy) dan diproses dengan software atau bahkan komputernya auditor. Auditor dapat memperoleh data melalui 2 cara, yaitu:

a. Parallel simulation

Dalam parallel simulation, auditor akan meminjam (mencopy data atau contoh data, misalnya data satu bulan) dan diproses pada komputer auditor, tetapi dengan sistem simulasi (sistem yang dibuat sendiri oleh auditor dengan spesifikasi yang sama dengan aslinya/ yang ada di auditee).

b. Parallel processing

Dalam parallel processing, auditor akan meminjam (mencopy data atau contoh data, misalnya data satu bulan) dan diproses pada komputer auditor dengan sistem aplikasi yang juga di copy dari komputernya auditee.

Salinan program (file master) yang digunakan tersebut biasanya disimpan di dalam di perpustakaan, dan auditor memperolehnya dari kepala bagian kepustakaan (librarian). Kemudian data yang telah diolah dengan simulasi (program), dibuat laporan dalam bentuk print out. Laporan yang dihasilkan dari simulasi (Program Auditor) dibandingkan secara manual oleh auditor dengan laporan yang dihasilkan oleh pemrosesan rutin perusahaan (Program Klien).

Auditor juga harus menguji efektivitas dari tindak lanjut manual. Jika terjadi perbedaan, asumsinya perbedaan tersebut menunjukan bahwa software perusahaan tidak memproses data sesuai dengan spesifikasi yang ada (atau programnya auditor yang salah), maka perlu dilaporkan dalam Laporan Pengecualian untuk ditindaklanjuti serta dikoreksi.

 

Jika tindak lanjut manual tidak efektif dalam memperbaiki item yang muncul dalam Laporan Pengecualian maka pengendalian aplikasi menjadi tidak efektif dalam mendeteksi dan memperbaiki salah saji. Oleh karena itu, auditor harus menguji efektifitas dari tindak lanjut manual bersama dengan pengujian pengendalian umum komputer dan pengandalian apilkasi komputer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s