Tugas 1 – SIM

Posted: April 4, 2016 in Sistem Informasi Manajemen

Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010-2012

1

*) Data 2004-2013 backcast

Sumber: Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, dan 2014

Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan 2010-2012

2

Alasan Mengapa Memilih Grafik Batang:

Tabel “Jumlah Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tinggi yang Ditamatkan” diatas digambarkan dengan menggunakan grafik batang.  Alasan mengapa menggunakan grafik batang adalah penggunaan grafik batang merupakan grafik yang paling cocok dan  lebih mempermudah pembaca dalam melihat perubahan jumlah pengangguran terbuka di Indonesia dari waktu ke waktu dibanding menggunakan bentuk grafik lainnya, seperti grafik lingkaran, grafik titik, grafik garis, dan lain-lain. Grafik batang lebih mudah dibaca dan dibuat khususnya untuk dapat yang memiliki atribut atau kategori. Selain itu juga dapat digunakan untuk data yang memiliki range waktu. Sedangkan penggunaan grafik lingkaran biasanya digunakan untuk menunjukkan atau membandingkan proporsi data dalam suatu populasi. Adapun grafik garis dan titik, juga hampir sama dengan grafik batang, namun grafik titik dan garis lebih terlihat membingungkan dan sulit dibaca dibanding grafik batang, apalagi dengan data yang memiliki banyak kategori, karena dapat menyebabkan beberapa titik dan garis bertemu dalam suatu titik dan bertumpuk.

Penjelasan dan Perbedaan  pada Grafik diatas:

Berdasarkan data tabel dan grafik diatas menunjukkan jumlah pengangguran terbuka menurut pendidikan tinggi yang ditamatkan di Indonesia menurut BPS (Badan Pusat Statistik) selama 3 tahun berturut-turut, yakni tahun 2010, 2011, dan 2012. Selama 3 tahun terakhir, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia menunjukkan pergerakan yang fluktuatif, dengan jumlah pengangguran tertinggi berasal dari tamatan SLTA umum atau SMA, sedangkan jumlah yang paling sedikit berasal dari orang-orang yang tidak/belum pernah bersekolah.

Awal tahun 2010, yaitu bulan Februari menunjukkan jumlah pengangguran sebesar 8.379 .882 orang. Dengan jumlah pengangguran tertinggi berasal dari tamatan SLTA umum, disusul tamatan SLTP, SD, SLTA Kejuruan atau SMK, Universitas, Tidak tamat SD, Diploma hingga jumlah pengangguran terendah yang berasal dari orang-orang yang tidak atau belum pernah sekolah. Sedangkan pada pertengahan tahun 2010, yaitu bulan Agustus, menunjukan perubahan jumlah pengangguran, yaitu adanya peningkatan jumlah pengangguran pada tamatan SLTA Umum, SLTP, Tidak Tamat SD dan Belum/Tidak Bersekolah. Sedangkan jumlah pengangguran yang berasal dari tamatan SD, SLTA Kejuruan, Diploma dan Universitas mengalami penurunan. Secara umum, perubahan tersebut menunjukkan penurunan jumlah pengangguran. Meski terjadi perubahan jumlah,  Proporsi jumlah pengangguran selama tahun 2010 masih tetap sama.

Pada awal tahun 2011,  jumlah pengangguran terbuka di Indonesia cenderug mengalami kenaikan dari pertengahan tahun 2010, walaupun terjadi lebih banyak penurunan jumlah pengangguran pada beberapa tamatan, seperti tamatan Universitas, SLTA Kejuruan, SD, Tidak Tamat SD dan Tidak/Belum Bersekolah, tetapi kenaikan yang terjadi pada tamatan SLTA Umum, SLTP dan Diploma lebih signifikan dibandingkan jumlah penurunan yang ada. Pada pertengahan tahun, jumlah pengangguran terbuka kembali mengalami peningkatan, yakni pada tamatan SLTP, SLTA Kejuruan, Tidak Tamat SD, dan Tidak/Belum Bersekolah. Khususnya, peningkatan jumlah pengangguran terbuka yang signifikan pada tamatan SLTP dan Tidak Tamat SD. Akibat adanya peningkatan siginifikan pada jumlah pengangguran yang berasal dari mereka yang Tidak Tamat SD, menyebabkan proporsi penyumbang terbesar jumlah pengangguran, yakni dimana pada tahun sebelumnya tamatan Universitas menempati urutan ke-5, sedangkan Tidak Tamat SD menempati urutan ke-6. Sekarang bertukar posisi, yakni Tidak Tamat SD menempati urutan ke-5, sedangkan tamatan Universitas menempati urutan ke-6. Secara umum, selama tahun 2011, terjadi peningkatan jumlah pengangguran terbuka dibanding tahun sebelumnya. Adapun jumlah pengangguran pada tahun 2011 ini merupakan jumlah pengangguran terbuka tertinggi selama 3 tahun terakhir.

Pada tahun 2012, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mengalami penurunan yang cukup signifikan pada semua tamatan kecuali tamatan SD yang mengalami peningkatan. Begitupula dengan pertengahan tahun 2012, jumlah pengangguran terbuka dari semua tamatan juga mengalami penuruan, kecuali pada tamatan SD yang mengalami peningkatan, meski demikian peningkatannya tipis, lebih tipis dari jumlah peningkatan di awal tahun. Pada tahun ini, tidak terjadi perubahan proposi urutan penyumbang jumlah pengangguran terbuka. Secara keseluruhan, tahun 2012 jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan, dan tahun 2012 ini merupakan tahun dengan jumlah pengangguran terbuka terendah selama 3 tahun tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s