Laporan Praktik Kerja Lapangan Pada PT. Altus Logistics Services Indonesia

Posted: April 3, 2016 in Praktik Kerja Lapangan

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN PADA

PT ALTUS LOGISTICS SERVICES INDONESIA

 

 

MUHAMMAD ARIEF FAUZI

8335123535

UNJ

 

Laporan Praktik Kerja Lapangan ini ditulis untuk memenuhi salah satu persyaratan mendapatkan Gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.

 

 

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2016

 

LEMBAR EKSEKUTIF

 

Nama                         : Muhammad Arief Fauzi

Nomor Registrasi  : 8335123535

Program Studi        : S1 Akuntansi

Judul                          : Laporan Praktik Kerja Lapangan Pada PT Altus Logistics

Services Indonesia

Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan selama dua bulan di PT Altus Logistics Services Indonesia, praktikan ditempatkan di Divisi Pajak yang merupakan bagian dari Finance, Accounting, and Tax Department. Selama melaksanakan PKL, praktikan melaksanakan tugas – tugas yang berhubungan dengan perpajakan seperti membuat faktur pajak, Surat Setoran Pajak (SSP), rekapitulasi SSP Wajib Pungut, review faktur pajak keluaran dan SSP, rekapitulasi Invoice Routing Slip, lapor pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), dan rekapitulasi bukti potong PPh Pasal 23 dan PPh Final Pasal 4 Ayat 2. Selama melaksanakan PKL, praktikan mendapatkan banyak pengalaman, wawasan, dan keterampilan, dan kemampuan lain yang penting nantinya untuk memasuki dunia kerja yang sebenarnya.

 

Kata Kunci:  PT Altus Logistics Services Indonesia, faktur pajak, Surat Setoran

Pajak, Invoice Routing Slip, lapor pajak, bukti potong, PPh Pasal 23, PPh Final Pasal 4 Ayat 2

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugerah dan karunia-Nya yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran kepada praktikan di dalam menyusun laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini. Laporan ini dibuat berdasarkan hasil dari kegiatan PKL yang dilakukan di PT Altus Logistics Services Indonesia. Laporan ini merupakan hasil pertanggungjawaban praktikan selama dua bulan melaksanakan PKL di PT Altus Logistics Services Indonesia. Laporan ini diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah PKL dan diharapkan dapat bermanfaat bagi praktikan khususnya serta bagi para pembaca umumnya untuk menambah pengetahuan.

Penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Maka dalam kesempatan ini, praktikan ingin mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Allah SWT atas segala karunia, rezeki, kesempatan, dan kekuatan yang diberikan sehingga praktikan mampu menyelesaikan laporan ini,
  2. Tresno Ekajaya, SE, M.Ak, selaku Dosen Pembimbing praktikan yang telah banyak membimbing praktikan selama proses pembuatan Laporan PKL.
  3. Dedi Purwana E.S, M.Bus selaku Dekan FE UNJ.
  4. Indra Pahala, SE. M.Si., selaku Ketua Jurusan Akuntansi FE UNJ.
  5. Nuramalia Hasanah, SE, M.Ak., selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi FE UNJ.
  6. Keluarga besar PT Altus Logistics Services Indonesia, Bu Imelda, Bu Euis, Bu Sari, Mba Ike, Mba Mega, dan Mas Jihan untuk segala bimbingan dan arahan kepada praktikan selama melaksanakan PKL.
  7. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan, semangat dan bantuan dalam bentuk apapun yang diberikan kepada Praktikan.
  8. Teman-teman mahasiswa S1 Akuntansi Reguler B 2012 yang telah memberikan bantuan, doa, dan semangat kepada praktikan.

Praktikan menyadari masih terdapat kekurangan dalam penulisan laporan ini, maka praktikan mengharapkan saran dan kritik untuk memperbaiki laporan ini. Semoga laporan ini dapat berguna bagi Praktikan dan pembaca laporan ini.

 

Jakarta, Januari 2016

 

Praktikan

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

                                                                                                                       

A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan

Perkembangan dunia kerja saat ini sangat kompetitif sehingga akan dibutuhkan tenaga-tenaga muda profesional. Untuk dapat memenuhi hal tersebut, perguruan tinggi yang ada di Indonesia berlomba-lomba menghasilkan sumber daya yang berkualitas. Sumber daya yang berkualitas dari perguruan tinggi akan didapat apabila materi perkuliahan yang diberikan sesuai dengan permintaan dunia kerja. Terkadang perkembangan materi perkuliahan sering kali tidak dapat mengikuti kecepatan perkembangan yang ada di dunia luar khususnya dunia kerja. Di sisi lain, mahasiswa diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja yang profesional. Untuk memenuhi berbagai tuntutan tersebut maka dibutuhkan suatu pembelajaran secara langsung ke dunia kerja yang akan menunjang proses pembelajarannya di kampus.

Universitas Negeri Jakarta sebagai salah satu perguruan tinggi yang ada di Indonesia berupaya untuk dapat menghasilkan sumber daya yang berkualitas. Diketahui setiap tahunnya lulusan dari berbagai macam latar pendidikan baik SMA,SMK, ataupun perguruan tinggi semakin membuat sesak dunia kerja dan persaingan yang ketat. Jika pihak universitas tidak mampu mencetak sarjana berkualitas maka akan semakin banyak pengangguran di negeri ini. Salah satu upaya yang dilakukan Universitas untuk menghasilkan lulusan berkualitas adalah mewajibkan mahasiswa untuk melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL).

Dalam memasuki dunia kerja, tidak hanya dituntut untuk lulus berbekal kecerdasan intelektual namun harus memiliki kemampuan dasar. Seperti kita ketahui selama menempuh pendidikan formal, mahasiswa hanya diberikan bekal ilmu teori. Kemampuan dasar yang dimaksud antara lain pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (attitude). Untuk mendapatkan ketiga hal tersebut, tidak semua dapat diberikan melalui kegiatan perkuliahan formal. Oleh karena itu, mahasiswa perlu melakukan praktek kerja lapangan (PKL).

PKL merupakan salah satu mata kuliah yang ada dalam kurikulum pendidikan universitas termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan khususnya diwajibkan untuk seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi S-1 Akuntansi yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada mahasiswa secara nyata mengenai dunia kerja sekaligus memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan teori. Setiap mahasiswa wajib mengikuti program ini. Dengan mengikuti program PKL, mahasiswa diharapkan dapat lebih mengenal, mengetahui dan berlatih menganalisis kondisi lingkungan dunia kerja yang ada sebagai upaya untuk mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja tersebut. Selain itu, mahasiswa dapat mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh perusahaan di bidang yang mahasiswa pilih.

Praktikan melaksanakan PKL di PT Altus Logistics Services Indonesia dan ditempatkan di Divisi Pajak yang merupakan bagian dari Finance, Accounting, and Tax Department. PT Altus Logistics Services Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan untuk perusahaan minyak dan gas. Praktikan melaksanakan PKL selama dua bulan yang dilakukan dari hari Senin sampai hari Jumat.

B. Maksud dan Tujuan Praktik Kerja Lapangan

Adapun maksud dan tujuan dalam melaksanakan PKL antara lain:

Maksud Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah

  1. Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai dunia kerja.
  2. Menambah pengalaman dan memberi kesempatan mahasiswa dalam menerapkan teori yang diperoleh selama kuliah dengan kondisi yang ada di lapangan, terutama dalam bidang akuntansi.
  3. Memenuhi mata kuliah PKL yang merupakan persyaratan untuk kelulusan bagi mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta untuk mendapat gelar Sarjana Ekonomi.
  4. Mempersiapkan lulusan terbaik dari Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta agar dapat bersaing dalam dunia kerja.

Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah

  1. Meningkatkan wawasan berpikir, pengetahuan, dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi masalah terutama dalam dunia kerja.
  2. Memperoleh pengetahuan dan wawasan kerja mengenai pekerjaan pada bagian perpajakan.
  3. Meningkatkan dan memantapkan keterampilan akademik dan praktik mahasiswa selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan.
  4. Membina kerja sama antara Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta dengan instansi baik pemerintah maupun swasta dimana mahasiswa melaksanakan Praktik Kerja Lapangan.

C. Kegunaan Praktik Kerja Lapangan

Pelaksanaan PKL tentunya menghasilkan kegunaan baik bagi praktikan, fakultas, maupun instansi tempat praktikan melaksanakan PKL, yaitu PT Altus Logistics Services Indonesia. Kegunaan tersebut antara lain:

Bagi Praktikan

  1. Melatih keterampilan sesuai dengan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta terutama di bidang akuntansi perpajakan.
  2. Memenuhi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa program S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.
  3. Memperoleh gambaran secara nyata dan mengetahui dinamika yang ada dalam dunia kerja.
  4. Mengembangkan pola pikir, keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan bersosialisasi yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
  5. Mengaplikasikan sebagian ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dan memperoleh pengalaman yang belum didapat dari pendidikan formal.

Bagi Universitas Negeri Jakarta

  1. Membuka peluang kerja sama antara Universitas Negeri Jakarta dengan pihak PT Altus Logistics Services Indonesia di waktu yang akan datang.
  2. Menjalin hubungan baik dengan pihak PT Altus Logistics Services Indonesia.
  3. Menjadi bahan evaluasi di bidang akademik untuk perbaikan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan instansi/perusahaan.

Bagi PT Altus Logistics Services Indonesia

  1. Menjalin hubungan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan antara pihak perusahaan dengan pihak lembaga kampus.
  2. Perusahaan dapat terbantu dalam melaksanakan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan.
  3. Perusahaan dapat mengidentifikasi kualitas yang dimiliki oleh lulusan untuk perekrutan dengan menilai mahasiswa magang.
  4. Memungkinkan adanya kerja sama yang teratur dan dinamis antara instansi, baik pemerintah maupun swasta, dengan perguruan tinggi di waktu yang akan datang.

D. Tempat Praktik Kerja Lapangan

Praktikan melaksanakan PKL pada instansi, yaitu:

Nama instansi       : PT. Altus Logistics Services Indonesia

Alamat                 : Menara Anugrah Lt 5 Kantor Taman E3.3

Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Lot. 8.6-8.7

Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950

Telepon                : +62 21 5785 4287

Webiste                : http://www.altuslogistics.com/

Praktikan merasa tertarik melaksanakan PKL di Divisi Pajak PT Altus Logistics Services Indonesia yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa untuk perusahaan minyak dan gas. Divisi Pajak merupakan bagian yang penting di perusahaan karena divisi pajak berhubungan langsung dengan pencatatan, penghitungan, penyetoran dan pelaporan pajak perusahaan seperti pajak penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai yang dapat memberikan kontribusi bagi pemasukan negara. Mengingat jumlah transaksi perusahaan minyak dan gas sangat besar tentunya jumlah pajak yang dikenakan juga besar.

E. Jadwal Waktu Praktik Kerja Lapangan

Pelaksanaan kegiatan PKL dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

1. Tahap Persiapan

Pada tahap ini praktikan mempersiapkan surat-surat pengantar dari Fakultas Ekonomi untuk dibuatkan surat pengajuan PKL di BAAK yang ditujukan ke PT Altus Logistics Services Indonesia. Waktu pengurusan surat pengantar PKL di BAAK sekitar satu minggu. Selanjutnya, praktikan menyerahkan surat pengantar PKL tersebut kepada HRD PT Altus Logistics Services Indonesia disertai CV dan Transkrip Nilai.

2. Tahap Pelaksanaan

Praktikan melaksanakan PKL di PT Altus Logistics Services Indonesia selama dua bulan, terhitung mulai tanggal 28 Mei s.d 27 Juli 2015. Praktikan bekerja setiap hari Senin s.d Jumat dimulai pukul 08.30-17.30 WIB. Pada bulan Ramadan, jam kerja perusahaan dimulai pukul 07.30-16.30 WIB.

3. Tahap Pelaporan

Pada tahap ini praktikan diwajibkan untuk membuat laporan PKL sebagai bukti bahwa praktikan telah melaksanakan PKL dan merupakan salah satu persyaratan untuk lulus dalam mata kuliah PKL. Penulisan laporan PKL ini dimulai pada bulan September sampai dengan Desember 2015. Hal pertama yang harus dilakukan praktikan adalah mencari data data yang diperlukan dalam penulisan laporan PKL. Data-data tersebut kemudian diolah dan disusun sebagai laporan PKL.


BAB II

TINJAUAN UMUM TEMPAT PKL

 

A. Sejarah Perusahaan

PT Altus Logistics Services Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam  bidang layanan untuk perusahaan minyak dan gas. PT Altus Logistics Services Indonesia menyediakan layanan solusi logistik dan pelayaran yang disatukan secara inovatif di wilayah Asia Pasifik untuk pelanggan industri, pertambangan, komersial dan sektor minyak dan gas. Aktivitas grup ini dimulai pada tahun 1973 yaitu untuk melayani ekspor barang dagangan dari Indonesia ke Asia Utara. Aktivitas-aktivitas kepemilikan kapal Altus mulai tumbuh dari dasaranya hanya memiliki dan mengoperasikan armada bulkers kayu gelondongan hingga menjadi armada yang berkecimpung pada kapal-kapal serbaguna yang sanggup untuk melayani perdagangan yang berkembang dalam produk-produk industri perminyakan yang bersih, bahan kimia, minyak yang dapat dikonsumsi, dan pengekspor yang memiliki nilai tambah yang tinggi di wilayah Asia Pasifik.

Saat ini, Altus beroperasi pada dua inti untuk bisnis yang terdiri dari Pelayaran dan Logistik. Altus memiliki kira-kira 160 pegawai yang ada di darat yang beroperasi secara strategis meliputi seluruh Asia mulai dari kantor pusatnya di Singapura, hingga kantor-kantor di Vietnam dan Indonesia. Ditambah memiliki keanggotan beragam jaringan jasa pengangkutan, Altus memiliki jalan masuk jaringan perwakilan di dunia pada 42 negara yang berbeda yang terdiri dari 98 kantor.

Adapun kronologis terbentuknya PT Altus Logistics Services Indonesia dimulai dari PT Andhika Lines yang berdiri pada bulan Desember 1973, yang dimana dalam kurun waktu 1 tahun dan di bulan yang sama mengesahkan kapal yang pertamanya bernama “M.W. Andhika” dibawah sebuah persetujuan pembelian yang ditunjukan bersama dengan Dowa Lines. Pada bulan Januari 1975, dibentuk PT Adnyana untuk melayani pada kontraktor minyak lepas pantai. Di penghujung tahun 1975, Arya Agencies (Hongkong) Ltd berdiri untuk meneliti kargo di perbatasan selatan China Tenggara/ wilayah Hongkong sampai Indonesia.

Pada Mei 1989, Altus Group Ltd berdiri sebagai perusahaan holding Altus International. Tiga tahun kemudian, di akhir tahun 1992, Altus Shipping Pte, Ltd dan Altus Shipping dan Logistics Pte, Ltd diterima sebagai enterprise perkapalan internasional yang disetujui oleh International Enterprsie of Singapore (yang dahulunya dikenal sebagi Singapore Trade Development Board). Pada bulan Januari 1994, didirikan Hoi Wan Marine Transportation dan Engineering Co. Ltd untuk mengoperasikan kapal-kapal/ tongkang di Hongkong.

Altus Maritime Services Pte. Ltd didirikan pada Maret 1995 untuk mengayomi team manajemen internasional. Pada tahun depan di bulan yang sama, Altus Maritime Services Pte. Ltd menerima The International Safety and Environmental Protection (SPE) dari Det Norske Veritas (DNV).

Pada tahun 1999 tepatnya bulan November, Altus Logistics Pte. Ltd didirikan untuk mengayomi kegiatan-kegiatan logistik Altus Group. Pada bulan Januari 2000, Altus Group mendirikan 50-50 JV bersama V. Ships Holdings Ltd. Untuk membentuk V. Ships (Asia) Pte. Ltd.

Altus mengambil 50% investasi di perusahaan logistik Vietnam. Dalam kurun waktu 1 tahun setelah itu, Altus Logistics Pte. Ltd. Menerima sertifikan ISO 9001 2000 di Singapura. Group mengganti namanya sebagai “Altus” dan kemudian mendaftarkan nama dagang dan logo Altus secara luas diseluruh dunia pada April tahun 2004. Pada bulan Oktober, Altus Group Ltd membuat strategi aliansi atau penggabungan dengan PT Altus Logistics Services Indonesia (yang sebelumnya dikenal sebagai PT Phoenix Logistics Services Indonesia). Pada bulan Februari 2005, Altus Group Ltd melalui cabangnya mendirikan PT Altus Lines Indonesia.

Visi dan Misi PT Altus Logistics Services Indonesia

Sejak didirikan, PT. Altus Logistics Services Indonesia telah mengembangkan jangkauan pelayanan dalam bidang logistik baik di dalam negeri maupun di dunia internasional yang telah didukung oleh agen-agen ternama. Keuntungan ini memudahkan PT Altus Logistics Services Indonesia untuk menyediakan harga yang bersaing serta jasa pelayanan yang berkualitas. Tujuan perusahaan ini adalah memberikan pelayanan yang berkualitas dengan memiliki staf yang berpengalaman, yang siap melayani customer secara professional dan mampu diandalkan. Berdasarkan hal tersebut PT. Altus Logistics Services Indonesia mempunyai visi dan misi sebagai berikut.

Visi Perusahaan:

  1. Menjadi perusahaan logistik yang mampu menjawab setiap kebutuhan customer dengan selalu meningkatkan kesempurnaan pelayanan secara professional
  2. Selalu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
  3. Berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai etika perilaku bisnis.
  4. Mensejahterakan semua yang terlibat di dalamnya serta lingkungan sekitarnya

Misi Perusahaan :

  1. Mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.
  2. Perbaikan jasa terus-menerus.
  3. Keberlanjutan mempromosikan pembangunan di negara manapun.

Memberikan nilai tambah bagi semua orang yang terkait (stake holder)

B. Struktur Organisasi

Dalam menjalankan kegiataannya, setiap organisasi atau perusahaan pasti memiliki para pendukung guna mencapai suatu tujuan. Organisasi itu merupakan satu tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Maka dari itu dibutuhkan struktur organisasi untuk mengatur jalannya suatu kegiatan yang telah direncanakan.

SO

Gambar II.1 Struktur Organisasi PT Altus Logistics Services Indonesia

Sumber: PT Altus Logistics Services Indonesia

Di bawah ini merupakan struktur organisasi Divisi Pajak yang merupakan bagian dari Departemen Finance, Accounting, and Tax PT Altus Logistics Services Indonesia.

SO 1

Gambar II.2 Struktur Organisasi Divisi Pajak

Sumber: Manajer Divisi Pajak PT Altus Logistics Services Indonesia

Berikut ini merupakan deskripsi pekerjaan berdasarkan masing-masing jabatan di Divisi Pajak PT Altus Logistics Services Indonesia:

1. Tax Senior Manager

Tax senior manager bertugas memonitor kegiatan perpajakan seperti pemeriksaan pajak dan laporan yang harus dipersiapkan yang berhubungan dengan laporan keuangan perusahaan seperti laporan pajak tahunan perusahaan dan penyusutan berdasarkan fiskal.

2. Tax Manager

Tax Manager membantu tax senior manager dalam memonitor kegiatan perpajakan seperti pemeriksaan pajak dan laporan yang harus dipersiapkan yang berhubungan dengan laporan keuangan perusahaan seperti laporan pajak tahunan perusahaan dan penyusutan berdasarkan fiskal.

3. Assistant Tax Manager

Asisstan tax manager bertugas untuk memonitor ketaatan perpajakan perusahaan baik dalam penyetoran dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan.

4. Tax Supervisor

Tax Supervisor bertugas dalam penghitungan dan pemeriksaan kelengkapan dokumen pajak dari vendor. Tax supervisor juga yang bertanggung jawab dalam penghitungan, penyetoran, dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai perusahaan.

5. Tax Executive

Tax Executive bertugas dalam penghitungan, penyetoran, dan pelaporan Pajak Penghasilan perusahaan. Selain itu juga berperan dalam pembuatan Faktur Pajak dan mendistribusikan bukti potong untuk vendor, serta mengumpulkan bukti potong dari customer, surat menyurat yang berkenaan dengan pajak perusahaan.

 

C. Kegiatan Umum Perusahaan

Berikut ini merupakan jenis usaha yang dilakukan PT Altus Logistics Services Indonesia:

1. Supply Base Management (Jasa Pengiriman Barang)

Penyediaan satu kesatuan layanan kelautan dan dukungan terpadu pasokan di lokasi operasional yang dapat mendukung sebuah eksplorasi atau produksi minyak dan gas. Altus dapat menjamin akurat dan tepat waktu pengiriman semua bahan dari basis pasokan ke lokasi pengeboran dan sebaliknya. Kegiatan ini berkaitan dengan mendukung lepas kapal termasuk ganti crew, pembuangan limbah, transportasi darat dan lepas pantai domestik, layanan inspeksi, penyediaan bahan bakar, bor air dan air minum, penyediaan unit membawa kargo dan pengelolaan Jetty.

2. Supply Chain Management (Jasa Penyewaan)

Untuk bidang ini termasuk transportasi domestik, kargo udara dan laut internasional, pergudangan dan penyimpanan, port operasi, bea cukai dan penyediaan penyewaan alat untuk melakukan operasi. Ini juga mencakup charter kapal dan pesawat udara serta perencanaan dan teknik yang diperlukan untuk angkat berat.

3. Marine Services (Jasa Pengangkutan)

Bidang ini termasuk kegiatan yang berhubungan dengan pembuluh atau rig, yang baik diberikan kepada customer dalam suatu paket yang terintegrasi atau secara mandiri. Altus di ruang lingkup ini menyediakan jasa untuk mengangkut bahan-bahan yang akan dipindahkan dan yang memerlukan gerakan dari satu kapal untuk mobilisasi lain, fabrikasi, penyediaan tenaga kerja (tukang las, pemotong, dan lainnya), kapal agen, agen rig, pemborongan, penyediaan bahan bakar, pembersihan tangki, persiapan untuk keperluan pemindahan bahan atau barang yang diperlukan dalam operasional, perubahan crew dan survei kelautan.

4. Oilfield Support Services (Jasa Lainnya)

Altus menyediakan layanan lengkap, termasuk pemeriksaan keselamatan, unit pembawa cargo (CCU), tenaga kerja, fabrikasi, penyewaan dan pengadaan peralatan. Altus mewakili perusahaan induk di berbagai pasar dan menyediakan CCU yang banyak dan cepat untuk proyek-proyek minyak dan gas di negara masing-masing. Kami juga dapat mendukung pihak ketiga yang ingin menjual barang-barang mereka di pasar Asia melalui badan perwakilan, dengan menambahkan pemasaran, penawaran, lisensi ketentuan kepabeanan konsultasi dan tagihan untuk layanan logistik.

 

BAB III

PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

 

A. Bidang Kerja

Praktikan melaksanakan kegiatan PKL di PT Altus Logistics Services Indonesia yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan untuk perusahaan minyak dan gas. Pada saat melaksanakan PKL, praktikan di tempatkan di Divisi Pajak yang merupakan bagian dari Finance, Accounting, and Tax Department. Divisi Pajak merupakan bagian yang penting di perusahaan karena divisi pajak berhubungan langsung dengan pencatatan, penghitungan, penyetoran dan pelaporan pajak perusahaan seperti pajak penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai yang dapat memberikan kontribusi bagi pemasukan negara.

Berikut ini adalah tugas-tugas yang diberikan kepada praktikan selama melaksanakan PKL di PT Altus Logistics Services Indonesia:

  1. Membuat Faktur Pajak
  2. Membuat Surat Setoran Pajak (SSP)
  3. Membuat rekapitulasi SSP Wajib Pungut
  4. Review Faktur Pajak Keluaran dan SSP
  5. Membuat rekapitulasi Invoice Routing Slip
  6. Lapor Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
  7. Membuat rekapitulasi bukti potong PPh Pasal 23 dan PPh Final Pasal 4 Ayat 2

 

B. Pelaksanaan Kerja

Pelaksanaan PKL di PT Altus Logistics Services Indonesia berlangsung selama dua bulan dimulai tanggal 28 Mei – 27 Juli 2015. Praktikan ditempatkan di Divisi Pajak. Pada hari pertama praktikan diberikan penjelasan oleh Asisten Manajer Pajak tentang tugas apa saja yang akan praktikan lakukan selama melaksanakan PKL. Setelah itu praktikan diperkenalkan dengan staf-staf di Divisi Pajak. Praktikan kemudian dibuatkan email, user id dan password oleh staf bagian IT untuk dapat mengakses komputer dan program Altus Accounting System. Selama melaksanakan tugas, praktikan selalu terhubung dengan email untuk dapat berkomunikasi dengan departemen lain guna mempermudah tugas yang diberikan.

Berikut ini penjelasan mengenai tugas yang dilakukan praktikan selama melaksanakan PKL:

1. Membuat Faktur Pajak

Sesuai dengan pasal 1 angka 23 UU No 42 tahun 2009 mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), Faktur pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Faktur pajak dapat berupa faktur penjualan atau dokumen tertentu yang ditetapkan sebagai Faktur Pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Tugas praktikan adalah membuat faktur pajak untuk invoice berdasarkan email yang dikirim oleh staf bagian Invoicing. Dalam pembuatan faktur pajak, praktikan menggunakan program Altus Accounting System. Untuk mengakses program tersebut, praktikan memerlukan user id dan password yang sudah praktikan dapat pada hari pertama PKL. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan faktur pajak adalah sebagai berikut:

  • Pertama-tama praktikan mendapat email dari bagian Invoicing yang berisi nomor invoice apa saja yang akan dibuatkan faktur pajak seperti pada lampiran 8 halaman 47.
  • Kemudian praktikan membuka program Altus Accounting System sebanyak dua tab seperti pada lampiran 8 halaman 47. Tab yang pertama digunakan untuk melihat invoice yang telah dibuat oleh bagian Invoicing. Sedangkan tab yang kedua digunakan untuk membuat faktur pajak.
  • Untuk dapat melihat invoice, praktikan mengklik Maintenance DataCreate invoice/ debit note/ credit note. Lalu pilih INV pada kolom number, centang kolom re-print, dan klik lookup. Setelah itu akan muncul jendela baru, kemudian masukkan nomor invoice seperti pada lampiran 9 halaman 48. Setelah itu akan muncul invoice seperti lampiran 9 halaman 48. Data-data di invoice ini akan menjadi acuan praktikan dalam membuat faktur pajak.
  • Selanjutnya, praktikan membuat faktur pajak dengan cara mengklik Create Faktur Pajak. Lalu muncul jendela baru berupa faktur pajak yang masih kosong. Setelah itu, praktikan memilih no faktur dan mencari invoice dengan mengklik lookup. Faktur pajak tersebut akan terisi secara otomatis berdasarkan data-data yang ada di invoice. Data-data yang sudah terisi berupa customer name, customer address, customer NPWP, invoice date, dan description serta amount.
  • Setelah data-data di faktur pajak terisi otomatis, praktikan terlebih dahulu memeriksanya apakah data tersebut sesuai dengan data yang berada di database pajak seperti pada lampiran 10 halaman 49.
  • Jika sudah benar, praktikan mengisi kolom KMK No. dan Ex Rate Date apabila transaksi menggunakan mata uang dollar. Praktikan dapat mengetahui nilai tukar dollar saat ini berdasarkan email yang dikirim oleh bagian Finance yang berisi Kurs KMK yang dikeluarakan Menteri Keuangan seperti pada lampiran 10 halaman 49.
  • Pada tahap akhir, praktikan menghitung besarnya PPN sebesar 10% yang dikenakan dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP). DPP ini harus sama dengan jumlah invoice. Lalu praktikan mengisi signature dan place.
  • Faktur pajak yang sudah lengkap seperti pada lampiran 11 halaman 50 kemudian dicetak dengan menggunakan formulir faktur pajak kosong. Praktikan meminta tanda tangan dan mencap faktur pajak tersebut.
  • Faktur Pajak yang sudah ditanda tangan dan dicap seperti pada lampiran 12 halaman 51, kemudian praktikan pisahkan.

Untuk kode faktur 010, lembar ke 1 dan 5 praktikan berikan ke bagian Invoicing, sedangkan lembar ke 2,3, dan 4 untuk bagian pajak. Sementara untuk kode faktur 030, lembar ke 2 untuk bagian pajak dan sisanya praktikan berikan untuk bagian Invoicing.

 

2. Membuat Surat Setoran Pajak (SSP)

Setelah selesai membuat faktur pajak, selanjutnya praktikan ditugaskan untuk membuat Surat Setoran Pajak (SSP) atas jumlah PPN yang tertera di faktur pajak. Surat Setoran Pajak (SSP) terdiri dari 6 rangkap yaitu

  • Lembar pertama untuk arsip WP.
  • Lembar kedua untuk KPP melalui KPKN.
  • Lembar ke tiga untuk dilaporkan oleh WP ke KPP.
  • Lembar ke empat untuk Bank Persepsi, kantor pos, dan giro.
  • Lembar ke lima untuk arsip wajib pungut atau pihak lain.
  • Lembar ke enam merupakan lembar kopi.

Dalam pembuatan SSP, praktikan menggunakan formulir SSP di Microsoft Excel. Praktikan mengisi identitas Wajib Pajak yaitu PT Altus Logistics Services Indonesia yang terdiri dari NPWP, nama, dan alamat WP. Setelah itu, praktikan mengisi nomor faktur pajak, tahun pajak, dan jumlah PPN.

Untuk kode akun pajak diisi dengan 411211 (jenis pajak PPN Dalam Negeri) sedangkan kode jenis setoran diisi dengan 900 (pemungut PPN Dalam Negeri). Penandatanganan SSP dilakukan oleh customer sebagai penyetor atas nama Wajib Pajak. Surat Setoran Pajak yang sudah dicetak akan diberikan bersama-sama dengan faktur pajak yang sudah praktikan buat sebelumnya ke bagian Invoicing. Bagian Invoicing ini akan menyerahkannya bersama invoice kepada customer. Contoh Surat Setoran Pajak ada di lampran 13 halaman 52.

 

3. Membuat Rekapitulasi SSP Wajib Pungut

PT Altus Logistics Services Indonesia sebagai Wajib Pajak menerima Surat Setoran Pajak (SSP) yang dikirimkan customer. Surat Setoran Pajak (SSP) yang sebelumnya sudah diserahkan bersama dengan faktur pajak, kemudian diberikan kembali kepada Wajib Pajak sebagai bukti bahwa customer telah membayar pajak PPN ke Bank Persepsi, Kantor Pos, atau giro. Wajib Pajak mendapat SSP lembar pertama dan ketiga. Lembar pertama untuk arsip Wajib Pajak sedangkan lembar ketiga untuk dilaporkan Wajib Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Tugas praktikan adalah membuat rekapitulasi SSP Wapu yang diberikan customer. Praktikan menemukan bahwa banyak SSP Wapu untuk periode 2014 yang belum direkap di Microsoft Excel, jadi praktikan ditugaskan untuk merekap SSP Wapu periode 2014 telebih dahulu, kemudian merekap SSP Wapu periode 2015. Pertama-tama praktikan mencari nama wajib pungut (wapu) yang tertera di SSP, kemudian praktikan mengetik jumlah pembayaran, tanggal SSP disetor, Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN,) dan bank penerima.

Setelah rekapitulasi SSP Wapu untuk periode 2014 selesai, praktikan kembali membuat rekapitulasi SSP Wapu untuk bulan Januari – Mei 2015. Tugas ini dilakukan untuk mengetahui Wajib Pungut (Wapu)  mana saja yang  belum mengirimkan SSP kepada Wajib Pajak dan untuk mengetahui jumlah Pajak PPN yang sudah disetor oleh Wajib Pungut. Contoh Surat Setoran Pajak (SSP) Wajib Pungut (Wapu) ada di lampiran 14 halaman 53 dan rekapitulasi SSP Wapu di lampiran 15 halaman 54.

 

4. Review Faktur Pajak Keluaran dan SSP

Setelah selesai melakukan rekapitulasi SSP Wapu, selanjutnya praktikan ditugaskan untuk melakukan review faktur pajak keluaran dan SSP periode 2014. Tujuan dari tugas ini adalah untuk mengetahui customer mana saja yang belum membayar tagihan dan mengirimkan SSP serta memeriksa apakah pencatatan di Microsoft Excel sudah sesuai dengan faktur pajak dan SSP.

Praktikan memeriksa semua informasi yang ada di faktur pajak dan SSP dan mencocokkannya dengan data di Microsoft Excel. Disinilah ketelitian praktikan dibutuhkan karena data yang diperiksa sangat banyak. Selanjutnya, praktikan mengecek nama, NPWP, nomor faktur, jumlah Dasar Pengenaan Pajak (DPP), PPN, nomor invoice, dan pembayaran. Praktikan juga mengecek jumlah SSP, tanggal SSP disetor, Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN,) dan bank penerima. Jika data di Microsoft Excel sudah sesuai dengan faktur pajak dan SSP, maka praktikan menuliskan tanda “OK” di Microsoft Excel sebagai bukti bahwa data ini telah benar dan lengkap.

Sementara itu, jika datanya belum benar, maka praktikan menuliskan alasannya agar bisa ditindak lanjuti oleh Asisten Manajer. Jumlah faktur pajak yang praktikan periksa selama periode 2014 sebanyak 2.200 faktur. Adapun jumlah tagihan yang belum dibayar adalah 31 transaksi sedangkan jumlah SSP yang belum dikirimkan kepada PT Altus Logistics Services Indonesia adalah 58.

Contoh rekapitulasi Faktur Pajak Keluaran tahun 2014 ada di lampiran 16 halaman 55, jumlah tagihan yang belum dibayar di lampiran 17 halaman 56, dan jumlah SSP yang belum dikirimkan di lampiran 18 halaman 57.

 

5. Membuat Rekapitulasi Invoice Routing Slip

Invoice Routing Slip merupakan kumpulan dokumen dari vendor atas tagihan yang dikenakan atas pembelian barang atau jasa yang dilakukan oleh PT Altus Logistics Services Indonesia. Invoice yang dikirimkan vendor akan diproses terlebih dahulu oleh bagian Finance yang kemudian diteruskan ke Business Unit. Selanjutnya diserahkan lagi ke bagian Finance, lalu bagian Finance memberikannya kepada bagian Pajak. Bagian pajak akan memproses Invoice Routing Slip ini untuk mengetahui besarnya pajak yang harus dibayarkan oleh PT Altus Logistics Services Indonesia.

Adapun langkah-langkah dalam pembuatan rekapitulasi Invoice Routing Slip adalah sebagai berikut:

  • Praktikan menerima Invoice Routing Slip dari staf Finance. Kemudian praktikan memeriksa kelengkapan Invoice Routing Slip terlebih dahulu. Invoice Routing Slip dapat dikatakan lengkap jika terdapat invoice, faktur pajak, dan Nomor Seri Faktur Pajak (NSFP).
  • Apabila tidak ada NSFP di Invoice Routing Slip, maka praktikan harus mencari dokumen tersebut di komputer. NSFP yang terdapat di komputer harus sama dengan NSFP yang terdapat di Invoice Routing Slip. Jika tidak sama, maka Invoice Routing Slip tersebut dinyatakan belum lengkap karena vendor belum mengirimkan NSFP terbaru
  • Setelah itu, praktikan memisahkannya menjadi dua bagian yaitu Invoice Routing Slip yang lengkap dan Invoice Routing Slip yang belum lengkap.
  • Untuk Invoice Routing Slip yang sudah lengkap, praktikan memasukkan data-datanya ke dalam Microsoft Excel di bagian sheetProcessed by Tax”.
  • Data-data yang dimasukkan yaitu tanggal penerimaan Invoice Routing Slip dari bagian Finance, no. invoice, no. PO, tanggal invoice, PO Dept, nama vendor, jumlah invoice, dan no. faktur pajak. Invoice Routing Slip yang masuk ke “Processed by Tax” akan diproses pembayaran PPN nya oleh bagian Pajak.
  • Sedangkan untuk Invoice Routing Slip yang belum lengkap, praktikan memasukkan data-datanya di bagian sheetInvoice Hold”. Data-data yang dimasukkan juga sama, tetapi ada penambahan kolom keterangan yang berisi alasan ketidaklengkapan Invoice Routing Slip

Selama melaksankan PKL, praktikan hanya menemukan dua jenis kasus yaitu vendor yang belum melampirkan NSFP terbaru di Invoice Routing Slip atau belum mengirimkannya ke bagian Pajak dan vendor yang belum melampirkan dokumen terbaru. Jika Invoice Routing Slip masuk ke “Invoice Hold”, maka bagian Pajak belum bisa membayarkan PPN sebelum vendor melengkapi dokumen yang diminta oleh bagian Pajak.

Setelah merekapitulasi Invoice Routing Slip, praktikan menyerahkannya ke Supervisor Pajak untuk diproses lebih lanjut. Contoh Invoice Routing Slip ada di lampiran 19 halaman 58, Nomor Seri Faktur Pajak di lampiran 20 halaman 59, rekapitulasi “Processed by Tax” di lampiran 21 halaman 60, rekapitulasi “Invoice Hold” di lampiran 22 halaman 61.

 

6. Lapor Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP)

Praktikan ditugaskan untuk melaporkan pajak perusahaan seperti PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, PPh Pasal 26, PPh Final Pasal 4 Ayat 2 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Semua dokumen sudah disiapkan oleh Tax Executive, jadi tugas praktikan hanya melaporkan pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Praktikan melapor pajak perusahaan di tiga tempat yang berbeda yaitu di KPP Madya, KPP Setiabudi 3 dan KPP Migas. Setelah praktikan menyerahkan dokumen ke petugas pajak, kemudian praktikan mendapatkan bukti penerimaan surat dari kantor pajak. Bukti penerimaan surat tersebut selanjutnya praktikan filing sesuai dengan jenis pajaknya.

7. Membuat Rekapitulasi Bukti Potong PPh Pasal 23 dan PPh Final Pasal 4 Ayat 2

Sesuai dengan peraturan mengenai PPh Pasal 23 dan PPh Final Pasal 4 (2), Pemotong Pajak harus memberikan Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan PPh Final Pasal 4 (2) kepada Wajib Pajak Orang Pribadi atau badan yang telah dipotong PPh Pasal 23 dan PPh Final Pasal 4 (2). Oleh karena itu setiap bulannya, banyak perusahaan pemotong pajak yang mengirimkan bukti potong PPh Pasal 23 dan PPh Final Pasal 4 (2) kepada PT Altus Logistics Services Indonesia sebagai Wajib Pajak.

Adapun tugas yang praktikan kerjakan adalah sebagai berikut:

  • Praktikan menerima bukti potong dari perusahaan pemotong pajak kemudian diperiksa apakah nama Pemotong Pajak dan Wajib Pajak beserta NPWP dan alamatnya sudah benar. Praktikan juga harus memeriksa tanda tangan, nama, dan cap perusahaan pemotong pajak tersebut.
  • Setelah benar, praktikan membuat rekapitulasi bukti potong PPh Pasal 23 dan PPh Final Pasal 4 (2) di Microsoft Excel dengan memasukkan semua data-data yang ada di bukti potong tersebut.
  • Bukti potong tersebut kemudian dipisahkan berdasarkan nama perusahaan pemotong pajak. Ini dilakukan untuk memudahkan pencarian di saat auditor membutuhkan bukti potong PPh Pasal 23 ataupun PPh Final Pasal 4 (2) ketika sedang mengaudit perusahaan.

Hingga bulan Juni, jumlah bukti potong yang sudah direkap adalah 90 untuk PPh Pasal 23 dan 21 untuk PPh Final Pasal 4 (2). Contoh bukti potong PPh Pasal 23 ada di lampiran 23 halaman 62, rekapitulasi excel PPh Pasal 23 di lampiran 24 halaman 63 bukti potong PPh Final Pasal 4 (2) di lampiran 25 halaman 64, dan rekapitulasi excel PPh Final Pasal 4 (2) di lampiran 26 halaman 65.

 

C. Kendala Yang Dihadapi

Selama melaksanakan PKL di PT Altus Logistics Services Indonesia, praktikan mengalami beberapa kendala, diantaranya yaitu:

  1. Dalam pembuatan faktur pajak, praktikan menggunakan program Altus Accounting System. Namun karena praktikan baru pertama kali menggunakan program ini, maka praktikan memerlukan waktu untuk mempelajarinya.
  2. Program Altus Accounting System sering kali mengalami masalah yaitu program tidak bisa merespon dengan cepat. Praktikan membutuhkan waktu beberapa menit agar program tersebut kembali normal, sehingga beberapa kali pekerjaan menjadi tertunda atau menjadi terlambat dalam penyelesaiannya.
  3. Pada saat mencetak faktur pajak dan SSP, hasil cetakan terkadang tidak sesuai dengan formatnya, sehingga banyak formulir yang terbuang.

D. Cara Mengatasi Kendala

Selama melaksanakan PKL praktikan mengalami berbagai kendala, dengan itu praktikan melakukan cara berikut dalam mengatasi kendala yang dihadapi:

  1. Praktikan yang baru pertama kali mengenal program Altus Accounting System, maka membutuhkan waktu untuk lebih memahami program tersebut. Praktikan selalu bertanya kepada staf pajak jika mengalami kesulitan dalam menjalankan program tersebut.
  2. Program Altus Accounting System sering mengalami masalah seperti tidak bisa merespon dengan cepat. Praktikan selalu bertanya kepada staf IT dan praktikan berharap staf bagian IT bisa cepat mengatasi masalah ini dengan cepat karena jika masalah ini terus berlanjut, maka pekerjaan akan mengalami sedikit masalah.
  3. Pada minggu pertama, praktikan selalu berlatih cara meletakkan posisi faktur pajak dan SSP dengan benar. Praktikan menggunakan formulir bekas supaya tidak menghabiskan formulir yang baru. Praktikan juga memberikan tanda di printer agar hasil cetakan bagus dan rapi sesuai dengan format formulirnya karena posisi faktur pajak dan SSP berbeda.

 

BAB IV

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Setelah melakukan PKL selama dua bulan di PT Altus Logistics Services Indonesia, maka praktikan dapat mengambil kesimpulan diantaranya yaitu:

  1. Praktikan mendapatkan wawasan dan pengalaman mengenai dunia kerja sehingga ketika lulus nanti praktikan dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja.
  2. Praktikan dapat mengetahui bagimana penerapan perpajakan di perusahaan.
  3. Praktikan dapat menjalankan program Altus Accounting System.
  4. Praktikan dapat mengerti proses pembuatan Faktur Pajak dan Surat Setoran Pajak (SSP), hal apa saja yang tercantum dalam Faktur Pajak dan SSP, dan fungsi dari Faktur Pajak dan SSP.
  5. Praktikan dapat mengerti proses menyusun bukti potong PPh Pasal 23 dan PPh Final Pasal 4 Ayat 2.
  6. Praktikan mengetahui tata cara lapor pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP).
  7. Praktikan dapat belajar bersosialisasi dengan rekan kantor, bertanggung jawab, mandiri, disiplin, teliti dan tepat waktu dalam mengerjakan tugas.

B. Saran-Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, berikut saran yang dapat diberikan oleh praktikan setelah melaksanakan PKL, antara lain:

  1. Saran untuk PT Altus Logistics Services Indonesia
    1. PT Altus Logistics Services Indonesia secara berkelanjutan dapat membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan PKL.
    2. Mengoptimalkan program Altus Accounting System agar memudahkan pekerjaan karyawan yang menggunakan program tersebut.
  2. Saran untuk Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
    1. Menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan yang merupakan tempat PKL mahasiswa sebelumnya dan menambah referensi tempat PKL untuk mahasiswa.
    2. Memberikan pengetahuan dan pelatihan sebagai gambaran awal mahasiswa sebelum melaksanakan kegiatan PKL
  3. Saran untuk mahasiswa
    1. Sebaiknya mempersiapkan diri sebelum melaksanakan PKL seperti survei ke tempat atau kantor/instansi yang dapat diajukan sebagai tempat pelaksanaan PKL.
    2. Melatih dan mengembangkan interpersonal skill agar dapat berinteraksi dengan setiap pihak yang ada di lingkungan kerja.

 


DAFTAR PUSTAKA

FE-UNJ. (2012). Pedoman Praktik Kerja Lapangan. Jakarta; Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta.

UU No 42 tahun 2009 Tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Barang dan Jasa dan Pajak Pernjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

http://www.altuslogistics.com (Diakses tanggal 01 Oktober 2015)

http://www.online-pajak.com/id/berita-dan-tips/pajak-pertambahan-nilai-ppn (Diakses tanggal 01 November 2015)

http://www.online-pajak.com/id/berita-dan-tips/pph-pajak-penghasilan-pasal-23 (Dikases tanggal 07 November 2015)

http://www.online-pajak.com/id/berita-dan-tips/pajak-penghasilan-pph-pasal-4-ayat-2 (Diakses tanggal 07 November 2015)

http://www.pratama.co/tata-cara-pembayaran-dan-pelaporan-ppn (Diakses tanggal 04 November 2015)

 

Comments are closed.