Laporan Pelaksanaan KKN

Posted: April 3, 2016 in Kuliah Kerja Nyata

LAPORAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN)

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

WILAYAH DESA KAWOYANG KECAMATAN CARITA

KABUPATEN PANDEGLANG PROVINSI BANTEN

UNJ

Disusun Oleh:

Destriani

Dian Utami Haq

Julian Noval

Mubarokah

Muhammad Arief Fauzi

Rahmat Ramadhan

Rian Glori Suseno

Syifa Khairu Nida

Syukron Hidayatullah

LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2015

RINGKASAN

“Tentara yang tidak mendapat dukungan rakyat pasti kalah”

Abdul Haris Nasution

Dalam sejarah pembangunan dan pergerakan bangsa Indonesia, tidak akan lepas dari peran mahasiswa yang selalu menjadi garda terdepan dalam bidang keilmuan maupun masalah sosial. Untuk meneruskan estafet perjuangan para kaum terdahulu, mahasiswa kini harus berani menyingsingkan lengan bajunya untuk siap terjun langsung ke tengah masyarakat di tengah persaingan global saat ini.

Kuliah Kerja Nyata atau yang biasa disingkat KKN, merupakan sebuah program yang berada dalam naungan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) dari setiap universitas-universitas yang ada di Indonesia, termasuk Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Program ini merupakan bentuk ejawantah dari salah satu sila Tri Dharma perguruan tinggi, yakni Pengabdian Masyarakat. Sasaran utama dari program ini, adalah masyarakat desa pedalaman.

Desa Kawoyang yang terletak di kecamatan Carita, kabupaten Pandeglang merupakan desa yang terletak di lereng pegunungan sekitar objek pariwisata Pantai Carita. Mayoritas masyarakat desa Kawoyang bekerja sebagai petani, sehingga keadaan desa waktu siang hari akan terasa sepi. Banyak sekali tantangan yang didapat mahasiswa selama KKN di desa ini, diantaranya melatih siswa SDN Kawoyang 1 dan SDN Kawoyang 2 baris berbaris dan pramuka, mereparasi alat elektronik, pembenahan sarana dan prasarana, dan pembuatan gapura. Dalam aspek lingkungan, kami juga melakukan beberapa kegiatan diantaranya, kegiatan Jum’at bersih, dan juga benah musholla. Kegiatan inti yang dilakukan adalah mengadakan kegiatan lomba 17 Agustus, yang diharapkan mampu membakar semangat nasionalisme masyarakat desa Kawoyang.

Seluruh kegiatan KKN yang dilakukan selama satu bulan tidak akan lepas dari berbagai masalah, oleh karena itu kekompakkan tim merupakan kuncinya, selain itu peran masyarakat desa Kawoyang yang senantiasa membantu dan mendukung segala kegiatan kami menjadi energi bagi kami untuk terus bekerja dan berkarya. Beberapa masalah seperti, jarak sekolah yang terlalu jauh, jalan yang rusak, letak pasar yang jauh, dan jalanan yang terjal tidak menyurutkan tekad kami untuk mengabdi dan bekerja secara nyata.

KATA PENGANTAR

Rasa puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Subhana Wa Ta’ala, atas rahmat dan bantuan-Nya  selesailah tugas kami dalam menjalani serangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) serta penyusunan laporan kegiatan KKN yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) .

Dalam laporan ini, terdapat beberapa penjelasan kegiatan yang dilaksanakan selama mengikuti kegiatan KKN. Dimulai dari identifikasi masalah, prioritas pemilihan masalah, perencanaan kegiatan, hingga pelaksanaan kegiatan terkait KKN di desa Kawoyang.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerja sama dengan baik dalam pembuatan laporan kegiatan KKN ini. Secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada:

  1. Ibu Dr. Ir. Vina Serevina yang telah berperan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan
  2. Bapak Masrudi, S.S selaku kepala desa Kawoyang yang telah memberikan banyak bantuan kepada kami selama melaksanakan KKN
  3. Bapak Matin beserta keluarga yang telah meminjamkan hunian sementara selama satu bulan
  4. Semua warga Desa Kawoyang yang telah bekerja sama dengan baik
  5. Semua rekan mahasiswa kelompok 1 dan 2 KKN Desa Kawoyang yang telah bekerja sama dan membantu kami
  6. Segenap jajaran pengurus LPM UNJ dan seluruh panitia penyelenggara KKN yang telah memfasilitasi kegiatan dengan baik.

Kami menyadari bahwa pembuatan laporan kegiatan ini masih belum sempurna, untuk itu besar harapan kami pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun agar pembuatan laporan kegiatan dikemudian hari dapat menjadi lebih baik.

Jakarta, 28 Agustus 2015

 

Tim penyusun

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

KKN merupakan proses pembelajaran bagi mahasiswa dan civitas akademik melalui berbagai kegiatan langsung di tengah-tengah masyarakat, dan mahasiswa berupaya untuk menjadi bagian dari masyarakat serta secara aktif dan kreatif terlibat dalam dinamika yang terjadi di masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa bukan saja menjadi kesempatan mahasiswa belajar dari masyarakat, namun juga memberi pengaruh positif dan aktif terhadap pengembangan masyarakat, sehingga memberi warna baru dalam pembangunan masyarakat. Pada prinsipnya KKN merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi sebagai upaya menerapkan ilmu yang diperoleh, hasil-hasil peelitian di bidang IPTEKS untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.

Kegiatan KKN merupakan kgiatan akademik perguruan tinggi yang dimanifestasikan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Masyarakat merupakan suatu komunitas yang majemuk dengan berbagai kreatifitas dan aktifitas yang berbeda baik sosial, budaya dan ekonomi serta tingkat pendidikan yang berbeda – beda. Terjun ke masyarakat bagi para mahasiswa merupakan tingkat pembelajaran yang sangat berharga dan kreatif untuk mengaplikasikan / mempraktekkan apa yang telah dipelajari di bangku kuliah di perguruan tinggi. Sehingga diharapkan nantinya mampu menghasilkan sarjana – sarjana yang berkualitas dan dapat memahami potensi masyarakat serta mampu menemukan jalan keluar bagi pengembangannya.

Pada saat terjun kelapangan ini juga merupakan ajang yang sangat potensial bagi para mahasiswa untuk mengasah kepekaan serta kepedulian terhadap situasi dan kondisi lingkungan sekitar kita. Dalam pelaksanaan kegiatan KKN ini mahasiswa dituntun kemampuan untuk beradaptasi, bergaul dan berberbaur dengan masyarakat sehingga kita betul – betul dapat memahami dari setiap situasi yang berkembang di masyarakat karena apa yang didapat oleh mahasiswa di kampus belum tentu sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat yang ada di lapangan.

B. Perumusan Masalah

Adapula perumusan masalah dari terlaksananya kegiatan KKN ini, yaitu :

  1. Siapakah sasaran dari terlaksananya kegiatan KKN ini?
  2. Bagaimanakah penerapan dari kegiatan KKN ini?
  3. Bagaimanakah pelaksanaan program kegiatan KKN?
  4. Bagaimanakah evaluasi kegiatan KKN?
  5. Bagaimanakah hasil dari kegiatan KKN?

C. Tujuan Kegiatan

Adapun tujuan dari kegiatan KKN ini, antara lain:

  1. Mahasiswa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  2. Mahasiswa mampu berada di tengah-tengah kegiatan masyarakat dan membaur dengan masyarakat.
  3. Mahasiswa mampu mengambil keputusandan mengembangkan inovasi serta kerja sama tim.
  4. Mahasiswa mampu mengumpulkan data dan informasi, serta menganalisis.
  5. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah dan mengidentifikasi potensi.
  6. Mahasiswa mampu merancang program pemberdayaan dan menerapkan program tersebut
  7. Mahasiswa mampu menerapkan ilmunya untuk memecahkan masalah.
  8. Mahasiswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  9. Mahasiswa mampu mengelola keuangan secara efisien dan transparan.
  10. Mahasiswa mampu mengevaluasi kinerja sendiri dan kelompok, serta mampu menyimpulkan hasil kerja.

D. Manfaat Kegiatan

Manfaat dari pelaksanaan kegiatan KKN ini, yaitu :

  1. Mampu membaur dengan masyarakat.
  2. Mampu mengetahui permasalahan yang terjadi di lokasi.
  3. Mampu bekerja sama dengan tim.
  4. Mampu melaksanakan program yang direncanakan.
  5. Mampu berdiskusi untuk mencari cara dalam memecahkan masalah.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Keterkaitan Masyarakat dengan Pendidikan

Pengabdian masyarakat ini pada dasarnya mengacu pada suatu fenomena sosial yang sedang terjadi ditengah-tengah masyarakat saat ini, yaitu mengenai keterkaitan pola pikir masyarakat urban terhadap dunia pendidikan, sebagaimana objek pengabidian kami terdapat di Desa Kawoyang, Banten.

Pengabdian ini dilakukan berdasarkan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi persuasif, kami melakukan pengabdian ini berdasarkan esensi etika pendidik yang telah melalui proses seleksi masalah. Keterkaiatan objek masyarakat terhadap pendidikan sangat erat kaitannya dengan pola pemikiran masyarakat akan kesadaran pembentukan perilaku masa depannya yang berdasarkan cita-citanya melalui pendidikan, baik mempersiapkan generasinya atau  membangun generasinya untuk menuju tatanan kehidupan yang harmonis terhadap kemajuan pendidikan .

Keunikan suatu desa yang sedang berkembang tidak lepas dari perkembangan sejarah, budaya dan nilai-nilai sosial yang ada dalam komunitas desa tersebut. Masyarakat yang telah mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai sosial akan membentuk tatanan komunikasi, komunikasi tersebut akan berubah menjadi pola pemikiran genarasinya untuk membuat perubahan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Masyarakat disini juga dapat diartikan sebagai makhluk biotik lainya juga berinterksi dengan lingkungannya. Pada akhirnya masyarakat itu sendiri yang dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan hidupnya. Hubungan masyarakat dengan pendidikan hidupnya merupakan sebuah siklus yang akan terkait dan berulang.

Pada dasarnya dalam pengabdian KKN Tematik Universitas Negeri Jakarta ini kami membentuk suatu pola yang berintregrasi antara pendidikan dan masyarakat.

Masyarakat desa atau juga bisa disebut sebagai masyarakat tradisonal manakala dilihat dari aspek kulturnya. Masyarakat pedesaan itu lebih bisa bersosialisasi dengan orang orang di sekitarnya. Masyarakat desa adalah kebersamaan.

Pembahasan ini akan saling kait mengait terhadap beberapa sektor bidang dalam kehidupan, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara[1].

B. Tinjauan Masyarakat

Masyarakat dalam istilah bahasa Inggris adalah society yang berasal dari kata Latin socius yang berarti (kawan). Istilah masyarakat berasal dari kata bahasa Arab syaraka yang berarti (ikut serta dan berpartisipasi). Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, dalam istilah ilmiah adalah saling berinteraksi. Suatu kesatuan manusia dapat mempunyai prasarana melalui warga-warganya dapat saling berinteraksi. Definisi lain, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Kontinuitas merupakan kesatuan masyarakat yang memiliki keempat ciri yaitu: Interaksi antar warga-warganya, Adat istiadat, Kontinuitas waktu,  Rasa identitas kuat yang mengikat semua warga (Koentjaraningrat,    2009: 115-118). Sedangkan menurut Wirosardjono (1985) sektor informal mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pola kegiatannya tidak teratur, baik dalam waktu, permodalan maupun
  2. Tidak tersentuh oleh peraturan atau ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintahsehingga kegiatannya bisa sering dikatakan liar.
  3. Modal, peralatan dan perlengkapan maupun omsetnya biasanya kecil dandiusahakan atas dasar hitungan harian.
  4. Tidak mempunyai keterikatan dengan usaha besar.
  5. Umumnya dilakukan oleh dan melayani golongan masyarakat yangberpendapat rendah.
  6. Tidak membutuhkan keahlian dan keterampilan khusus sehingga dapatmenyerap bermacam-macam tingkat pendidikan tenaga kerja.
  7. Umumnya tiap suatu usaha memperkerjakan tenaga sedikit dan dari hubungankeluarga, kenalan, atau berasal dari daerah yang sama
  8. Tidak mengenal suatu perbankan, pembukuan, perkreditan dan sebagainya.

C. Tinjauan Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu proses yang menata individu maupun sekelompok orang untuk hidup lebih baik dari sebelumnya, berlangsung sepanjang hanyat mulai dari kandungan hingga dewasa dan sampai mati diperoleh melalui keluarga, teman, guru, sekelompok orang atau masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, pendidikan saling berkaitan dengan manusia. Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003 pasal 5 ayat 5 dijelaskan bahwa “setiap warga negara berhak mendapatkan kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hanyat”. Yang mana setiap warga Negara mempunyai kesempatan dalam mengembangkan pengetahuan dan kemampuannyadalam bentuk pengem bangan dirisetiap warga Negara untuk meningkatkan mutu diriyang diberi akses ke dalam bentuk pendidikan yang diinginkan. Pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap orang mempunyai hak dan kewajiban untuk mendapatkan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan diri dan kepribadian yang dimiliki.

Adapun pernyataan tersaebut dikuatkan, sebagai berikut ini:

  1. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan didalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.
  2. Pendidikan juga menjangkau program-program luar sekolah, yaitu pendidikan yang bersifat kemasyarakatan, latihan-latihan, keterampilan dan

Pemberantasan buta huruf dengan mendayagunakan sarana dan prasarana yang ada (Soelaiman Joesoef, 2004:48).

Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003 pasal 1 dijelaskan bahwa Pendidikan Non Formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara tertruktur. Dan pendidikan berbasis masyarakat adalah bagian dari pendidikan Non Formal yang penyelenggaraannya berdasarkan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Yang bertujuan untuk memberikan pengembangan kepribadian, pengetahuan, dan ketrampilan sebagai upaya menyejahterahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup baik untuk memperoleh penghasilan, usaha diri melalui Pendidikan Non Formal.

Salah satu pendidikan bagian Pendidikan Luar Sekolah (PLS) adalah pemberdayaan masyarakat berupa kursus dan pelatihan ketrampilan setiap orang untuk mengembangkan diri dan kemampuan Seperti yang ditulis dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003 pasal 26 ayat 5 yang menyatakan bahwa, Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, ketrampilan, kecakapan hidup, dan sikap mengembangkan diri, mengembangkan profesi, usaha mandiri dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pernyataan diatas diperjelas dengan konsep pemberdayaan (empowering) yang dikembangkan oleh Kindervatter dalam Anwar (2007:77). Ia memandang bahwa pemberdayaan sebagai proses pemberian kekuatan atau daya dalam bentuk pendidikan yang bertujuan membangkitkan kesadaran, pengertian, dan kepekaan warga belajar terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan politik, sehingga pada akhirnya ia memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kedudukannya dalam masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat diartikan sebagai suatu proses yang mendorong terjadinya perubahan masyarakat melalui pendidikan kesadaran diri untuk meningkatkan kemampuan dan produktifitas sosio ekonomi, politik, dan budaya sehingga memperoleh bekal ketrampilan dan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup baik secara individu maupun kelompok. Dari perngertian tersebut dapat disimpulkan pemberdayaan masyarakat adalan upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam bentuk pendidikan agar masyarakat mampu memecahkan permasalahan hidup mereka. Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan di Indonesia dapat dilihat dari tiga pendekatan yaitu kemiskinan alamiah, kemiskinan struktural, dan kesenjangan antar wilayah. Persoalan pengangguran lebih dipicu oleh rendahnya kesempatan dan peluang kerja bagi angkatan kerja dipedesaan.

Upaya untuk menanggulinya harus menggunakan pendekatan muti disiplin yang berdimensi pemberdayaan. Pemberdayaan yang tepat harus memadukan aspek penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pendayagunakan (Sugeng Riyadi, dkk, 2000 : 8) .

Permasalahan yang masyarakat alami banyak, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik dan sosial. Bidang ekonomi merupakan masalah paling kompleks dikalangan masyarakat akibat harga kebutuhan semakin tinggi.

BAB III

MATERI DAN METODE

A. Khalayak Sasaran

Pada dasarnya kegiatan KKN ini diarahkan kepada dua sasaran, yaitu:

a. Siswa

Tujuan kami menujukan sasaran pada siswa, yaitu :

  1. Membentuk sikap kepedulian terhadap pendidikan.
  2. Membentuk rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
  3. Memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada siswa dalam mengembangkan minat dan bakat.
  4. Membimbing siswa agar berkembang dalam ilmu.
  5. Meningkatkan rasa patriotisme, nasionalisme, dan cinta terhadap Indonesia\
  6. Membangun pribadi yang sehat, bersih, dan cinta lingkungan

b. Masyarakat Desa Kawoyang

Tujuan kami menujukan sasaran pada masyarakat, yaitu memberdayakan masyarakat untuk mengelola potensi yang ada dan dimiliki untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

B. Metode Penerapan

Metode pelaksanaan kegiatan KKN yang diselenggarakan di Desa Kawoyang diantaranya  sebagai berikut:

  • Co-creation (gagasan bersama): KKN ini dilaksanakan berdasar pada suatu tema dan program yang merupakan gagasan bersama antara universitas (Dosen Pembimbing, Mahasiswa, Pusat Studi) dengan pihak Pemerintah Daerah (Lingkungan, Desa atau Kecamatan), mitra kerja dan masyarakat setempat.
  • Flexibility (keleluasaan): KKN  dilaksanakan berdasarkan pada suatu tema dan program yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat dalam proses pembangunan di daerah. Mahasiswa dapat memilih tema dan waktu pelaksanaan KKN.
  • Sustainability (berkesinambungan): KKN dilaksanakan secara berkesinambungan berdasarkan suatu tema dan program yang sesuai dengan tempat dan target tertentu.
  • KKN sedapat mungkin dilaksanakan berbasis riset (Research based Community Services).

C. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan KKN yang dilaksanakan di Desa Kawoyang adalah dengan menggali informasi dan mengevaluasi terlebih dahulu kebutuhan sesuai dengan kondisi warga. Berikut kegiatan KKN yang dilaksanakan selama satu bulan di Desa Kawoyang, diantaranya:

  1. Mengajar siswa-siswi SDN Kawoyang 1 & 2
  2. Memberikan Pelatihan Baris Berbaris (PBB) di SDN Kawoyang 1 & 2
  3. Memberikan Pelatihan Pramuka di SDN Kawoyang 1 & 2
  4. Mengajar siswa-siswi di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA)
  5. Memberikan pelajaran ekstrakurikuler Sains Terapan di SDN Kawoyang 1
  6. Memberikan bimbingan belajar untuk siswa SDN Kawoyang 1 & 2
  7. Memperbaiki peralatan elektronik di SDN Kawoyang 1 dan warga Desa Kawoyang
  8. Melaksanakan Jumat bersih bersama warga Desa Kawoyang
  9. Melaksanakan kegiatan lomba 17 Agustus
  10. Membenahi sarana dan prasarana di SDN Kawoyang 1 & 2
  11. Membenahi sarana dan prasarana di Musholla An Nur
  12. Membuat gapura Selamat Datang di Desa Kawoyang
  13. Membuat blog Desa Kawoyang

D. Evaluasi Kegiatan

Dari program kegiatan yang sudah di jalankan evaluasi yang dilakukan adalah sejauh mana indikator pencapai terlaksana antara lain, melalui kuisioner atau wawancara langsung dengan warga terkait kegiatan yang sudah di jalankan.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Kegiatan

1. Mengajar siswa-siswi di SDN Kawoyang 1 dan SDN Kawoyang

Kegiatan belajar mengajar di SDN Kawoyang 1 dan SDN Kawoyang 2 berlangsung dari tanggal 3 – 22 Agustus 2015. Sebelum memulai kegiatan belajar kami terlebih dahulu melakukan obesrvasi mengenai cara yang diterapkan di sekolah. Selama kegiatan mengajar berlangsung mahasiswa KKN hampir mengajar di semua kelas yang ada. Mata pelajaran yang diberikan yaitu meliputi Matematika, IPA, IPS, Agama Islam, Kerajinan Tangan dan Kesenian, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sejarah, dan PPKn.

Kegiatan mengajar ini dilaksanakan di ruangan kelas dan di luar kelas. Kegiatan pembelajaran di dalam kelas yaitu dengan mengajarkan ilmu pengetahuan umum kepada siswa serta kami juga mengenalkan jenis kerajinan tangan yang disana belum ditemui. Selain melakukan kegiatan belajar di dalam kelas, kami juga melakukan pembelajaran di luar kelas. Tujuan dari pembelajaran di luar kelas yaitu supaya siswa lebih mengenal lebih dekat lingungan sekolahnya sehingga mereka bisa lebih peduli terhadap lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini juga bisa dijadikan sebagai proses pembelajaran secara langsung misalnya dengan mengenal jenis-jenis tumbuhan yang ada di sekitar sekolah.

Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu :

  • Membangkitkan semangat siswa-siswi dalam melakukan proses pembelajaran.
  • Memberikan ilmu pengetahuan serta melatih pola pikir siswa-siswi terhadap pentingnya proses pembelajaran.
  • Membantu guru dalam mengajar dengan metode-metode yang baru sehingga siswa bisa dengan cepat menerima pelajaran yang disampaikan dan termotivasi untuk belajar.

 

2. Memberikan Pelatihan Baris Berbaris (PBB) di SDN Kawoyang 1 & 2

Pasukan baris berbaris adalah pelatihan untuk mengerti cara baris berbaris yang benar, pelatihan ini juga menanamkan jiwa kedisiplinan dan mempertebal rasa semangat kebersamaan. Ada macam-macam gerakan gerakan dalam PBB, seperti penghormatan, hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, istirahat ditempat, jalan ditempat dll. Tujuan dari PBB ini yaitu menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan invidu, dan secara tidak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.

Alasan kami mengajar PBB di SDN Kawoyang 1 dan SDN Kawoyang 2 adalah karena permintaan dari kedua sekolah tersebut yang kurangnya pengajar di masing-masing sekolah. Kami mengajar PBB setiap hari Senin – Sabtu pada pukul 13.00 15.00. Kedua sekolah tersebut juga akan mengikuti lomba peringatan HUT RI yang ke 70. Perlombaan dimulai pada tanggal 15 Agustus 2015, lomba yang diikuti adalah lomba gerak jalan yang dilaksanakan di Kecamatan Carita.

Siswa yang mengikuti lomba gerak jalan ini akan berjalan 5 km dari posisi start dan sampai finish. Lomba ini dinilai dari kerapihan suatu barisan, kekompakan, kedisiplinan, dan saat mencapai garis finish.

 

3. Memberikan Pelatihan Pramuka di SDN Kawoyang 1 & 2

Pramuka adalah kepanjangan dari Praja Muda Karana dan merupakan organisasi atau gerakan kepaduan. Pengajaran pramuka ini juga di lakukan di SDN Kawoyang 1 dan SDN Kawoyang 2. Dan pengajaran ini bertujuan untuk mengikuti lomba yang peringatan HUT RI yang ke 70, lomba pramuka ini terbagi menjadi dua bagian yaitu penggalang dan siaga. Penggalang dikelompokan  dari kelas 1 sampai dengan kelas 4 dan siaga dikelompokan dari kelas 5 sampi kelas 6. Pembuatan kelompok ini di karenakan lomba yang diikuti penggalang dan siaga itu berbeda.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2015 dan di berlangsung di kec. Carita di mulai dari jam 08.00 sampai 16.00. Dari lomba pramuka tersebut siswa siswa lebih mengenal apa itu pramuka tidak hanya dari kata kata Praja Muda Karana tetapi mereka mengenal lebih dalam apa arti dari pramuka tersebut

 

4. Mengajar siswa-siswi di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA)

Salah satu program yang  kelompok kami laksanakan adalah mengajar di MDA yang berada di kampung Kadu Betus, Desa Kawoyang. MDA itu sendiri adalah kepanjangan dari Madrasah Diniyah Awwaliyah. Tujuan dari terbentuknya MDA ini adalah untuk membantu anak-anak  yang berada di bangku SD (Sekolah Dasar) untuk bisa mendapatkan pelajaran agama lebih banyak lagi. Selain pelajaran agama Islam kami mengajarkan pelajaran  Sejarah Kebudayaan Islam, Aqidah Syar’iyyah, dan Bahasa Arab.

MDA ini di Desa Kawoyang hanya ada di kampung Kadu Betus, karena jumlahnya hanya ada 1, maka anak-anak yang berminat untuk mengikuti MDA ini harus pergi ke kampung Kadu Betus terlebih dahulu untuk bisa mengikuti programnya. Jadwal kegiatan MDA ini adalah setiap hari senin sampai dengan hari minggu, adapun waktunya adalah setiap hari Senin-Jum’at pada pukul 14.00-15.15 dan hari Sabtu & Minggu pada pukul 08.30-10.00 . Dan kami melaksanakan program mengajar MDA ini pada tanggal 21-28 Agustus 201

 

5. Memberikan pelajaran ekstrakurikuler Sains Terapan di SDN Kawoyang 1

Melihat perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini, diperlukan generasi yang sejak dini untuk memahami hal ini. Tidak dapat dipungkiri, saat ini Indonesia menjadi Negara importir teknologi-teknologi dari negara-negara maju. Hal ini tentu saja menjadi ironi bagi bangsa Indonesia yang memiliki SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah, namun hanya bisa menggunakan barang jadi.

Salah satu cara untuk meminimalisir hal ini adalah dengan menanamkaan jiwa-jiwa kreatif dan berani berkreasi kepada anak-anak agar kelak mereka tidak konsumtif. Kreasi yang dibuat bukan hanya sekedar jadi, namun juga memiliki nilai seni dan penerapan hukum-hukum alam. Berangkat dari hal ini, kami mengadakan kegiatan sains terapan. Kegiatan ini kami laksanakan selama dua sesi setelah jam pulang sekolah dan bertempat di SDN Kawoyang 1. Tujuan dari kegiatan ini selain melati kemampuan siswa dalam berkreasi juga melatih rasa ingin tahu siswa terkait sains.

Pada sesi pertama kami mengadakan pembuatan neraca kesetimbangan. Pencapaian dari kegiatan ini adalah siswa mampu menyusun sebuah neraca kesetimbangan dengan mengatur panjang dan sudut sebuah neraca yaitu dengan bermodal bahan-bahan bekas yang mudah ditemukan, seperti batang lidi, batu, karet, dan plastik. Peserta dari kegiatan ini merupakan siswa-siswi kelas 5 dan 6 SDN Kawoyang 1. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Walaupun pada tahap pertama mereka agak sulit menyatukan dua batan lidi dengan karet, namun pelan-pelan mereka berhasil membuat neraca kesetimbangan.

Sesi kedua, diadakan pada minggu berikutnya dengan tempat yang sama dan peserta yang sama. Di sesi kedua ini, kami memberikan pelatihan pembuatan roket etanol. Tujuan dari kegiatan ini agar siswa memahami prinsip kerja roket sederhana dengan menerapkan hukum Newton 3 yakni, aksi = reaksi menggunakan muatan roket berbahan dasar etanol. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat roket etanol sangat mudah dicari, yakni botol bekas ukuran setengah liter, etanol 70%, korek api, dan cutter. Di awal kegiatan kami mencoba menarik perhatian siswa-siswi dengan meluncurkan roket pertama. Ledakan roket yang besar membuat sebagian siswa ketakutan untuk mencoba, sehingga hanya sebagian siswa yang berani untuk mencobanya.

 

6. Memberikan bimbingan belajar untuk siswa SDN Kawoyang 1 & 2

Setiap hari kami membantu siswa-siswa SDN Kawoyang 1 dan 2 untuk belajar seperti bimbingan belajar. Biasanya setelah pulang sekolah, siswa SDN Kawoyang 2 lah yang terlebih dahulu datang ke tempat kami sekitar pukul 12.30. Kami mengajarkan pelajaran matematika, calistung, dan bahasa Inggris. Siswa SDNKkawoyang 2 tersebut masih banyak yang belum lancar pertambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Maka dari itu kami membantu mereka untuk dapat melancarkan matematika dari cara menghitung dengan yang sederhana tetapi dapat di pahami dan cara perkalian yang mudah.

Sementara itu siswa SDN Kawoyang 1 datang ke tempat kami sekitar pukul 19.00. Kami mengajarkan matematika tetapi mereka sudah memahami seperti perkalian dan pembagian. Kemudian kami ajarkan pelajaran bahasa Inggris seperti angka, abjad, dan perkenalan masing-masing siswa dalam bahasa Inggris.

 

7. Memperbaiki peralatan elektronik di SDN Kawoyang 1 dan warga Desa Kawoyang

Jarak yang jauh dari pusat kota menyebabkan beberapa barang elektronik yang telah rusak tak kunjung diperbaiki warga, melihat hal ini kami berinisiatif untuk membantu warga dengan kegiatan mereparasi peralatan elektronik warga desa kawoyang yang rusak. Kerusakan peralatan elektronik tidak begitu berat, beberapa kasus kerusakan yang didapat tim disebabkan saklar yang telah haus sehingga alat elektronik tidak dapat aktif.

Kegiatan ini dimulai dengan mereparasi TOA dan Ampilifier musholla An-Nur, setelah kegiatan selesai. Dilanjutkan pemasangan TOA musholla bersama warga desa kawoyang. Beberapa kegiatan reparasi yang telah tim laksanakan adalah sebagai berikut :

  • Mereparasi komputer di SDN Kawoyang 1, kerusakan disebabkan komputer yang jarang digunakan.
  • Mereparasi printer HP K209, kerusakan disebabkan cartridge yang rusak dan driver yang belum terinstal.
  • Mereparasi Televisi Pak Karsim, penjaga sekolah SDN Kawoyang 1. Kerusakan disebabkan sensor suhu yang terlalu tinggi sehingga Televisi secara otomatis mati.
  • Membenahi instalasi listrik rumah Bapak Koma, kerusakan disebabkan kabel yang tak terlindungi oleh pipa sehingga kabel lapuk serta korslet.

Kegiatan ini berlangsung secara insidental, sehingga tidak menganggu kegiatan tim untuk melaksanakan proker-proker yang lain.

 

8. Melaksanakan Jumat bersih bersama warga Desa Kawoyang

Jum’at bersih merupakan kegiatan yang sudah lama ada di Desa Kawoyang yang  meliputi beberapa kampung seperti: Kadu Kampeng, Kadu Kapek,  Kadu Cai, Kadu Betus, Bedahan, Tonjong, dan Kawoyang . kegiatan ini di mulai dari pukul 07:00 hingga pukul 08:00 pagi. Kegiatan yang dilakukan biasanya adalah membersihkan jalan, selokan, membakar sampah dan lain sebagainya.

Alasan kami membuat kegiatan ini adalah untuk membantu sekaligus mempererat hubungan silaturahim dengan para warga Desa Kawoyang. Tujuan kegiatannya yaitu menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman di Desa Kawoyang.

Kegiatan berlangsung selama 2 kali yaitu pada tanggal 14 Agustus 2015 dan 21 Agustus 2015. Sasaran dari kegiatan ini yaitu semua warga yang berada di Desa Kawoyang.

 

9. Melaksanakan kegiatan lomba 17 Agustus

17 agustus 1945 adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebagai generasi penurus, sudah sewajarnya kita selalu bersyukur dan menghargai karunia ini dengan memperingatinya agar tetap tumbuh dan tertanam didalam setiap jiwa akan pentingnya kemerdekaan. Untuk membangun rasa cinta tanah air tersebut maka diselenggarakannya acara peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan kegiatan-kegiatan positif seperti perlombaan.

Adapun maksud diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME dan kegembiraan dalam menyambut Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70.

Adapun tujuan diadakannya acara ini sebagai berikut :

  • Mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, kekeluargaan, dan kerukunan antar sesama warga Desa Kawoyang.
  • Meningkatkan rasa Nasionalismeantar generasi, untuk memperkuat ketahanan nasional
  • Meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi antar generasi
  • Memupuk jiwa sportifitas dalam berlomba diantara anak-anak dan remaja.

Kegiatan ini melibatkan seluruh warga yang dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Agustus 2015, pukul 09.00 – 18.00. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan samping kantor balai desa karena tidak ada lapangan yang cukup luas untuk melaksanakan perlombaan ini.

Adapun perlombaan yang kami laksanakan yaitu:

Perlombaan Tingkat Anak-anak

–    Lomba menari menggunakan balon

–    Lomba membawa kelereng

–    Lomba memindahkan bendera

–    Lomba balap karung

–    Lomba makan kerupuk

–    Lomba memasukan paku

–    Lomba MHQ

Perlombaan Tingkat Remaja Putra

–    Lomba futsal

Perlombaan Tingkat Ibu-Ibu

–    Lomba Futsal

Hasil dari Pelaksanaan Peringatan HUT Kemerdekaan RI :

Selama kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI anak-anak dan warga desa Kawoyang sangat antusias untuk ikut serta dalam lomba. Terciptanya semangat untuk menjadi juara pertama pada setiap lomba. Selama perlombaan berlangsung sampai selesai lomba setiap kelompok atau warga tetap sportif, tidak adanya perkelahian/pertarungan antar kelompok atau warga. Terbentuknya suasana kebersamaan dan kesenangan saat menyaksikan dan memberikan semangat kepada yang turut lomba. Kesenangan/keceriaan saat pembagian hadiah. Dengan diadakannya kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI anak-anak ikut serta dalam memeriahkan hari Kemerdekaan Negara Indonesia sebagai wujud syukur dan menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan, serta memahami dan belajar tentang semangat juang dan sportifitas.

 

10. Membenahi sarana dan prasarana di SDN Kawoyang 1 & 2

Kami memberikan sarana di SDN Kawoyang 1 dan 2 untuk sedikit membantu siswa-siswa di masing-masing sekolah tersebut. Kami memfokuskan diri untuk memberikan sarana di SDN Kawoyang 2 karena menurut kami, kondisi SDN Kawoyang 2 sangat memprihatinkan. Kondisi ruangan kelas berdebu dan sangat kotor. Saat kami tanya kepada siswa, mengapa tidak dibersihkan, alasannya pun tidak ada alat-alat kebersihan. Untuk itu kami memberikan beberapa alat kebersihan, seperti lap pel, sapu, ember, tempat sampah dan pengki. Selain itu kami juga membuatkan rak sepatu dari bambu agar siswa melepas sepatu mereka saat memasuki ruang kelas dan diharpakan kondisi kelas akan tetap bersih.

Sementara kondisi SDN Kawoyang 1 lebih baik dibandingkan SDN Kawoyang 2. Sarana prasarana SDN Kawoyang 1 sudah cukup banyak seperti adanya rak sepatu dan alat kebersihan. Saat memasuki masing-masing kelas bisa dibilang kelas tersebut bersih dan rapih serta sudah tertata dengan baik dan lebih terurus.

Berikut ini sarana dan prasarana yang kami berikan di masing-masing sekolah:

SDN Kawoyang 1:

Poster perkalian, pembagian, pertambahan, pengurangan, nama-nama hari dan bulan dalam bahasa Inggris, foto presiden dan wakil presiden.

SDN Kawoyang 2:

Poster perkalian, pembagian, pertambahan, pengurangan, nama-nama hari dan bulan dalam bahasa Inggris, foto presiden dan wakil presiden.

Alat-alat kebersihan: sapu, lap pel, tempat sampah, pengki, ember, dan rak sepatu.

 

11. Membenahi sarana dan prasarana di Musholla An Nur

Musholla An Nur merupakan musholla satu-satunya yang terletak di Kampung Kawoyang. Musholla ini cukup besar, tetapi minim sarana dan prasarana. Kebersihan Musholla ini juga tidak terjaga karena jarang sekali warga yang membersihkannya. Pintu kamar mandi tidak ada kuncinya sehingga para warga tidak merasa nyaman ketika sedang membuang air. Kondisi lantai kamar mandi dan tempat wudhu juga kotor.

Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk mengajak warga sekitar membersihkan musholla ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Agustus 2015. Kami fokus untuk membersihkan kamar mandi, tempat wudhu, dan karpet sajadah yang kotor. Selain itu kami juga memberikan beberapa alat kebersihan diantaranya sapu, sapu lidi, pembersih lantai, slot kunci, dan gantungan baju. Kami berharap dengan adanya penambahan sarana ini, warga dapat menggunakan dengan sebaik-baiknya agar musholla tetap bersih dan nyaman ketika melaksanakan ibadah salat dan pengajian.

 

12. Membuat gapura Selamat Datang di Desa Kawoyang

Desa Kawoyang yang terletak di perbukitan menyebabkan akses jalan menuju Desa Kawoyang cukup sulit. Tidak adanya tanda jalan membuat warga luar daerah tidak mengetahui letak desa Kawoyang. Desa Kawoyang juga belum mempunyai sebuah gapura selamat datang. Berawal dari hal itu, kami membuat gapura Selamat Datang di Desa Kawoyang untuk menandai wilayah desa Kawoyang. Kami membuat gapura dengan panjang 4 meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi tiang 2 meter dengan bahan dasar kayu. Proses pengerjaan berlangsung selama 6 hari yang dimulai pada tanggal 20 Agustus 2015 – 25 Agustus 2015.

Gapura ini juga bisa menjadi tempat berfoto untuk warga luar yang menandakan bahwa mereka telah berkunjung ke Desa Kawoyang. Gapura ini juga merupakan sebuah cinderamata dari mahasiswa KKN UNJ 2015 untuk warga Desa Kawoyang. Selain itu, kami juga membuat penunjuk arah desa Kawoyang untuk diletakkan di jalan raya sebagai penunjuk arah masuk desa yang berada di perbukitan.

 

13. Membuat blog Desa Kawoyang

Kurangnya informasi tentang Desa Kawoyang dan semakin berkembang pesatnya teknologi dan informasi, membuat kami tergerak untuk membuat blog khusus Desa Kawoyang sebagai upaya pengenalan Desa Kawoyang kepada masyarakat luas. Hal-hal yang termasuk di dalamya antara lain, kondisi geografis Desa Kawoyang, informasi tentang Desa Kawoyang, kebudayaan, dan lain-lain. Blog ini diharapkan bisa membantu masyarakat luas dan khususnya mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di Desa Kawoyang. Blog Desa Kawoyang dapat diakses di http://kawoyang.blogspot.com

 

B. Pembahasan

1. Faktor Pendukung dan penghambat

Faktor Pendukung

Selama mengadakan kuliah kerja nyata di desa kawoyang, kami mendapatkan beberapa hal-hal yang mendukung kegiatan kami secara keseluruhan, diantaranya:

  • Sekretaris desa kawoyang yang mengarahkan kami observasi sebelum kami melaksanakan KKN.
  • Koordinasi antara ketiga kelompok yang berjalan lancar dan selalu mengadakan rapat serta evaluasi secara rutin.
  • Penyewaan mobil yang disediakan oleh kepala desa dan warga mempermudah kegiatan kami dalam berbelanja berbagai macam kebutuhan selama KKN.
  • Komunikasi yang baik dengan pihak birokrasi SDN Kawoyang 1 dan SDN Kawoyang 2, membantu kami ketika melaksanakan kegiatan yang bersifat akademik
  • Budaya gotong royong warga desa kawoyang masih sangat kental, sehingga kami mudah untuk mengajak warga agar berpartisipasi dalam kegiatan,
  • Sumber air yang melimpah dan bersih, menjadikan kami tetap bersih meskipun melakukan banyak kegiatan.
  • Jarak Musholla yang dekat dengan hunian sementara, membiasakan kami untuk tetap melaksanakan ibadah sholat fardhu tepat waktu, sekaligus menjadi tempat dalam mengadakan kegiatan-kegiatan kami, seperti lomba MTQ, jum’at bersih, dan lain-lain.

 

Faktor Penghambat

Ada beberapa hal yang menghambat kegiatan KKN, diantaranya :

  • Jarak antara desa dan pasar yang sangat jauh, sehingga menghambat kegiatan KKN.
  • Kondisi jalan yang terjal dan rusak
  • Jarak antara dusun yang berjauhan, menjadikan warga dari semua dusun tidak semuanya terkoordinasi dengan baik
  • Sikap cinta lingkungan warga desa kawoyang masih minim, ini dibuktikan dengan menumpuknya sampah di sekitar sungai dan masih sedikitnya tempat sampah di sekitar jalan.

 

2. Tindak Lanjut/kelanjutan program

Beberapa program yang telah kami laksanakan difokuskan pada bidang pendidikan . Namun kami menitikberatkan pada satu program pada bidang pendidikan yang kami harapkan dapat dilanjutkan  yakni, memberikan pelatihan kegiatan Sains Terapan  pada siswa di SDN Kawoyang 1.

Bentuk tindak lanjut dari program ini adalah, guru-guru dapat menjadikan kegiatan Sains Terapan menjadi sebuah Ekstrakulikuler sehingga siswa-siswi yang mempunyai minat dan bakat dalam eksperimen dan penilitian dapat mengikuti kegiatan ini. Selain itu, kegiatan ini juga sangat menunjang pengetahuan siswa-siswi dalam mempelajari mata pelajaran seperti IPA. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menumbuh kembangkan rasa ingin tahu siswa-siswi untuk mendalami ilmu Sains secara mendalam.

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Desa Kawoyang merupakan desa yang terletak di lereng pegunungan sekitar objek pariwisata Pantai Carita, kecamatan Carita, kabupaten Pandeglang. Mayoritas masyarakat desa Kawoyang bekerja sebagai petani, sehingga keadaan desa waktu siang hari akan terasa sepi. Di bidang pendidikan, sarana dan prasarana kurang memadai dan terbatasnya jumlah sekolah yang ada di desa tersebut.

Dalam mendukung program pendidikan di sana, mahasiswa KKN membantu guru dengan memberikan pengajaran formal, bimbingan belajar dan ekstrakurikuler kepada siswa-siswi agar dapat menambah pengetahuan dan keterampilan siswa. Mahasiswa KKN juga mempunyai berbagai macam program untuk dapat mengembang potensi sumber daya manusia yang ada di desa Kawoyang.

B. Saran

Dalam mengembangkan suatu daerah, maka diperlukan peran penting dari pemerintah, masyarakat dan mahasiswa. Adapun saran-saran yang dapat kami berikan adalah sebagai berikut:

  • Pemerintah

Sebaiknya pemerintah lebih memperhatikan kondisi di daerah untuk membantu mengembangkan tingkat ekonomi dan pendidikan di sana misalnya dengan memberikan lapangan pekerjaan yang layak dan menambah jumlah sekolah untuk memberikan semangat belajar terhadap penduduk disana agar tidak banyak penduduk yang putus sekolah.

  • Masyarakat

Sebaiknya masyarakat dapat mengubah pola pikir terhadap pendidikan dan mendukung anak-anak agar dapat meneruskan pendidikan yang lebih tinggi.

  • Mahasiswa

Sebaiknya mahasiswa dapat melanjutkan program KKN di desa tersebut agar potensi daerah dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik.

[1] UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS

DAFTAR PUSTAKA

UU No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS.

Slamet M, 1986. Metodologi Pengabdian pada masyarakat.edisi ketiga.

Joesoef, Soelaiman. 2004. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Koentjaraningrat. 2009. Beberapa Pokok Antropologi Budaya. Jakarta : UI Press.

 

LAMPIRAN

1. Mengajar siswa-siswi SDN Kawoyang 1 & 2

1

2. Memberikan Pelatihan Baris Berbaris (PBB) di SDN Kawoyang 1 & 2

2

3. Memberikan Pelatihan Pramuka di SDN Kawoyang 1 & 2

3

4. Memberikan pelajaran bahasa Arab di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA)

4

5. Memberikan pelajaran ekstrakurikuler Sains Terapan di SDN Kawoyang 1

5

6. Memberikan bimbingan belajar untuk siswa SDN Kawoyang 1 & 2

6

7. Memperbaiki peralatan elektronik di SDN Kawoyang 1 dan warga Desa Kawoyang

7

8. Melaksanakan Jumat bersih bersama warga Desa Kawoyang

8

9. Melaksanakan kegiatan lomba 17 Agustus

9

 

10. Pembenahan sarana dan prasarana di SDN Kawoyang 1 & 2

10

 

11. Pembenahan sarana dan prasarana di Musholla An Nur

11

 

12. Membuat gapura Selamat Datang di Desa Kawoyang

12

 

13. Membuat blog Desa Kawoyang

13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s