Proposal Penelitian

Posted: March 15, 2015 in Bahasa Indonesia

PROPOSAL PENELITIAN

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP

HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

TAHUN 2011-2013

(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia)

UNJ

Disusun Oleh:

Muhammad Arief Fauzi

8335123535

S1 Akuntansi Reguler B 2012

 

 

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2014

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Pada era globalisasi seperti sekarang ini persaingan di dunia usaha semakin ketat. Semakin banyaknya perusahaan baru yang muncul yang siap bersaing dengan perusahaan lama. Perusahaan yang tidak mampu bersaing, maka tidak akan mampu bertahan dan kemungkinan besar akan tersingkir dari dunia usaha. Mengingat tujuan perusahaan adalah ingin menjalankan usahanya dalam waktu yang lama dan mencari laba sebesar-besarnya untuk kesejahteraan karyawannya dan perusahaan itu sendiri. Mengingat persaingan yang semakin ketat perusahaan harus melakukan segala cara untuk terus tumbuh dan berkembang. Untuk terus tumbuh dan berkembang, tidaklah hal yang mudah dan harus membutuhkan dana yang cukup besar. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk mencari sumber pembiayaan yang dapat menyediakan dana dengan jumlah yang cukup besar yang digunakan untuk pembangunan usaha, peningkatan produksi, dan kegaiatan perusahaan lainnya. Untuk mendapatkan dana tersebut, pasar modal merupakan solusi yang terbaik bagi perusahaan.

Pasar modal adalah bagian dari pasar finansial yang memperjualbelikan berbagai instrument keuangan (sekuritas) jangka panjang, baik dalam bentuk   hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Pasar   modal memiliki dua fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Dalam melaksanakan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana (lenders) kepada pihak yang kekurangan dana (borrowers). Dalam fungsi keuangannya, pasar modal menyediakan dana yang diperlukan oleh pihak yang memerlukan dana dan pihak yang mempunyai kelebihan dana menyediakan tanpa harus terlibat secara langsung dalam kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk investasi tersebut.

Pada beberapa tahun terakhir ini, pasar modal mengalami perkembangan yang sangat pesat di berbagai negara. Ada beberapa faktor yang menjadi daya tarik pasar modal (Husnan:1998). Pertama, pasar modal merupakan alternatif penghimpunan dana selain lembaga perbankan. Dengan adanya pasar modal, perusahaan mempunyai kesempatan untuk melakukan ekspansi usahanya dengan mencari alternatif dana dari pasar modal dan dapat terhindar dari terkenanya dampak apabila perusahaan mendapatkan dana dari lembaga perbankan dalam bentuk kredit, yaitu berupa tingginya debt to equity ratio (perbandingan antara hutang dengan modal sendiri). Kedua, pasar modal memungkinkan para investor mempunyai berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi resiko yang sesuai dengan kemampuannya. Dengan adanya pasar modal memungkinkan para investor melakukan diversifikasi investasi membentuk portofolio (gabungan dari berbagai investasi) sesuai dengan tingkat resiko yang bersedia mereka tanggung dan tingkat keuntungan yang mereka harapkan. Ketiga, dari sisi perusahaan, pasar modal merupakan alternatif pendanaan eksternal dengan biaya yang lebih rendah dari pada sistem perbankan.

 

Para investor memiliki tujuan yang berbeda ketika melakukan investasi di pasar modal. Bagi investor yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek, pada umumnya mereka menginginkan bagian keuntungan yang berupa capital gain yaitu dengan membeli saham atau sekuritas lain pada saat harganya murah dan menjualnya pada saat harganya meningkat. Sedangkan bagi investor yang berorientasi untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang (seperti keinginan untuk memperoleh proporsi kepemilikan di perusahaan), pada umumnya mereka kurang respon terhadap fluktuasi harga saham.

Perkembangan aktivitas pasar modal yang pesat menuntut adanya informasi yang dapat diandalkan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pasar modal, salah satunya adalah investor. Untuk memberikan rasa aman kepada investor dalam pertimbangan penyaluran dana sebagai investasi dibutuhkan informasi yang jelas, wajar dan tepat waktu. Informasi tersebut bisa didapatkan dari laporan keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan perusahaan memberikan informasi yang sangat penting dan dibutuhkan bagi calon investor karena dari laporan keuangan dapat diketahui kinerja suatu perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, perhitungan laba rugi, ikhtisar laba yang ditahan, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Informasi akuntansi dapat diperoleh dalam bentuk laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan.

Secara teoritis variasi harga saham akan dipengaruhi oleh kinerja keuangan suatu perusahaan, disamping dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran. Menurut Purnomo (1998), harga saham di pasar memberikan ukuran obyektif nilai investasi pada perusahaan. Oleh karena itu harga saham merupakan harapan investor. Jika kinerja keuangan perusahaan meningkat secara tidak langsung akan menaikkan harga saham di Bursa Efek, karena investor beranggapan bahwa dengan kinerja perusahaan yang baik akan meningkatkan nilai perusahan dan dapat memberikan kompensasi kepada investor berupa deviden. Sebaliknya penurunan kinerja keuangan perusahan dapat menyebabkan harga saham di Bursa Efek mengalami penurunan.

 

Demikian juga menurut Adiningsih, dkk (1998 : 346-347), apabila kinerja keuangan perusahaan menunjukkan adanya prospek yang baik, maka sahamnya akan diminati investor. Dengan adanya minat investor terhadap saham perusahaan maka kemungkinan besar harga saham akan meningkat. Menurut Resmi (2002) kinerja perusahaan akan menentukan tinggi rendahnya harga saham di pasar modal, sehingga investor diharapkan sebelum menanamkan dananya sebaiknya melihat kinerja perusahaan dari laporan keuangan yang diterbitkan secara periodik.

Menurut Jogiyanto (1998), terdapat dua macam analisis untuk menentukan nilai saham yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Informasi yang bersifat fundamental diperoleh dari kondisi intern perusahaan yang berupa data keuangan perusahaan seperti: laba, deviden yang dibayar, penjualan dan lain-lain, sedangkan informasi yang bersifat teknikal diperoleh dari luar perusahaan yang menggunakan data pasar dari saham yang meliputi harga dan volume transaksi saham.

Informasi dari laporan keuangan perusahaan menggambarkan kinerja perusahaan selama satu periode akuntansi. Untuk dapat menilai kinerja perusahaan dengan baik maka perlu dilakukan analisis, terutama untuk membantu investor dalam mengambil keputusan. Analisis yang digunakan oleh investor dalam memprediksi harga saham dengan menggunakan laporan keuangan sebagai dasar utama disebut analisis fundamental. Alat yang digunakan untuk melakukan analisis fundamental adalah rasio. Rasio merupakan alat bantu yang digunakan oleh pengguna laporan keuangan dalam menilai kinerja perusahaan pada masa yang akan datang.

 

Rasio keuangan dikelompokkan dalam lima jenis yaitu :

  1. Rasio likuiditas, yaitu rasio yang menyatakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka pendek;
  2. Rasio aktivitas, menyatakan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan harta yang dimilikinya;
  3. Rasio profitabilitas, menunjukkan kemampuan dari perusahaan dalam menghasilkan keuntungan;
  4. Rasio solvabilitas (leverage), menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang, dan
  5. Rasio pasar, menunjukkan informasi penting perusahaan dan diungkapkan dalam basis per saham.

Rasio keuangan yang sering digunakan oleh investor, analis dan peneliti dalam menilai harga adalah rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio leverage dan rasio pasar modal. Menurut Husnan (1998:562), rasio likuiditas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek. Rasio profitabilitas merupakan rasio yang melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba atau profit (Resmi:2002). Rasio leverage mengukur seberapa besar perusahaan menggunakan hutang dalam pendanaan perusahaannya (Husnan, 1998 : 560). Menurut Resmi (2002) rasio pasar modal adalah rasio yang melihat perkembangan nilai perusahaan relatif terhadap nilai buku perusahaan. Rasio pasar modal menggambarkan harapan-harapan investor terhadap modal yang ditanamkan.

Menurut Purnomo (1998), kinerja operasional perusahaan yang mempengaruhi adalah rasio leverage dan rasio pasar modal. Rasio ini dipilih karena dalam perhitungan matematisnya berhubungan langsung dengan sekuritas saham. Rasio tersebut meliputi: Total Debt to Total Equity ratio (DER), Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS), Price Earnings Ratio (PER), Dividend per Share (DPS).

Informasi lain untuk mendukung kepercayaan investor adalah persepsi mereka terhadap kewajaran harga sekuritas (saham). Dalam keadaan seperti itu, pasar modal dapat dikatakan efisien secara informasional. Pasar modal dikatakan efisien secara informasional apabila harga sekuritas-sekuritasnya mencerminkan semua infromasi yang relevan. Oleh karena itu, informasi yang tidak benar dan tidak tepat tentunya akan menyesatkan investor dalam melakukan aktivitas investasi pada pasar sekuritas, sehingga hal ini akan merugikan mereka. Semakin cepat dan tepat informasi sampai kepada calon investor yang dicerminkan dalam harga saham, maka pasar modal tersebut semakin efisien.

Mengutip Suad Husnan dalam Rosyidi (2002) pengujian terhadap efisiensi pasar modal di Indonesia umumnya menunjukkan bahwa efisiensi bentuk lemah telah terpenuhi. Tercapainya efisiensi bentuk lemah menyimpulkan bahwa perubahan harga saham bersifat acak dan tidak mempunyai trend, sehingga harga sekuritas di masa lalu tidak dapat dipakai untuk memprediksi harga saham di masa yang akan datang.

Harut dalam Abadi (2002) menyimpulkan bahwa pergerakan harga saham ditentukan oleh tiga faktor, yaitu faktor fundamental, motivasi investor, dan faktor random. Dalam mengambil keputusan investasinya, pada umumnya para investor memperhatikan ketiga faktor tersebut. Faktor fundamental mengungkapkan informasi yang menggambarkan keadaan perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi perusahaan. Motivasi investor merupakan segala hal yang berkaitan dengan keinginan atau apa yang dikehendaki oleh investor dalam melakukan investasi di pasar modal. Faktor random adalah faktor-faktor yang kemunculannya tidak dapat diprediksikan sebelumnya yang dapat mempengaruhi keputusan investasi dan pada umumnya bersifat psikologis dan temporal. Artinya faktor random akan berpengaruh di sekitar periode munculnya informasi tersebut.

 

Gart dalam Hartono (1998) mengemukakan bahwa terdapat tiga elemen yang menyebabkan terjadinya fluktuasi harga saham suatu perusahaan. Elemen pertama adalah tingkat harga pasar secara keseluruhan yang memberikan kontribusi sebesar 60% terhadap fluktuasi harga saham. Elemen kedua adalah perubahan harga sekelompok saham dalam industry atau sector yang sama yang memberikan kontribusi sebesar 30%. Terakhir, elemen ketiga adalah kinerja setiap perusahaan yang memberikan kontribusi sebesar 10% terhadap fluktuasi harga saham.

Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan, jika harga saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, maka investor atau calon investor menilai bahwa peruasahaan berhasil dalam mengelola usahanya. Kepercayaan investor atau calon investor sangat bermanfaat bagi emiten, karena semakin banyak orang yang percaya terhadap emiten maka keinginan untuk berinvestasi pada emiten semakin kuat. Semakin banyak permintaan terhadap saham suatu emiten maka dapat menaikkan harga saham tersebut. Jika harga saham yang tinggi dapat dipertahankan maka kepercayaan investor atau calon investor terhadap emiten juga semakin tinggi dan hal ini dapat menaikkan nilai emiten. Sebaliknya, jika harga saham mengalami penurunan terus-menerus berarti dapat menurunkan nilai emiten dimata investor atau calon investor.

Penelitian ini akan menguji pengaruh kinerja keuangan yang tercermin dalam rasio keuangan terhadap harga saham. Di dalam penelitian ini peneliti menggunakan Return on Equity (ROE) sebagai rasio profitabilitas, Debt to Equity Ratio (DER) sebagai rasio leverage dan Earning Per Share (EPS), Price EarningRatio (PER), dan Devident per Share (DPS) sebagai rasio pasar modal.

Menurut Purnomo (1998) DER dan ROE dipilih sebagai bagian dari variabel bebas kinerja keuangan karena masing-masing mewakili kinerja leverage ratio dan rasio profitabilitas yang mempertimbangkan besarnya ekuitas emiten. Dengan financial leverage peneliti ingin mengetahui seberapa besar perbandingan antara jumlah hutang dan jumlah ekuitas yang digunakan sebagai sumber pendanaan usaha.

Dalam hal ini menunjukkan bahwa apabila perusahaan menggunakan hutang semakin banyak, maka semakin besar beban tetap yang berupa bunga dan angsuran pokok pinjaman yang harus dibayar. Maka semakin tinggi tingkat financial leverage suatu perusahaan, semakin tinggi pula risiko bisnis yang dihadapi. Bagi investor hal ini berarti prospek yang kurang baik jika mereka melakukan investasi pada perusahaan tersebut. Prospek perusahaan sangat berkaitan dengan perubahan harga saham. Sedangkan EPS, PER, DPS dipilih sebagai variabel bebas yang lain karena ketiga rasio keuangan tersebut memang selalu digunakan untuk memproyeksikan harga saham sekaligus mewakili capital market ratio.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat dilihat bahwa kinerja keuangan suatu perusahaan sangat penting terhadap harga saham untuk menarik para investor menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Penulis tertarik untuk melakukan kajian serta penelitian lebih lanjut melalui penelitian ilmiah dengan judul “ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2011-2013”

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

“Apakah kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan rasio-rasio keuangan Total Debt to Total Equity ratio (DER), Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS), Price Earnings Ratio (PER), Dividend per Share (DPS) berpengaruh terhadap  perubahan harga saham?

 

C. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini digunakan batasan-batasan dari masalah yang akan diteliti, yaitu:

  1. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 10 perusahaan manufaktur yang terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2011, 2012, dan 2013
  2. Kinerja keuangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang diukur dengan Total Debt to Total Equity ratio (DER), Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS), Price Earnings Ratio (PER), Dividend per Share (DPS) Periode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tahun 2011, 2012, dan 2013

 

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kinerja keuangan yang diukur dengan Total Debt to Total Equity ratio (DER), Return on Equity (ROE), Earning per Share (EPS), Price Earnings Ratio (PER), Dividend per Share (DPS) terhadap perubahan harga saham pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2011, 2012, dan 2013.

 

E. Manfaat Penelitian

  1. Sebagai bahan pertimbangan bagi para investor dan calon investor dalam mengambil keputusan, apakah akan melakukan pembelian saham perusahaan dan apakah tetap mempertahankan atau menjual saham perusahaan dengan mempertimbangkan kinerja perusahaan yang bersangkutan.
  2. Sebagai bahan pertimbangan bagi para analis sekuritas untuk mengetahui kekuatan keuangan sebagai elemen penting untuk dasar penentuan nilai sekuritas.
  3. Sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak yang akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai permasalahan ini.

F. Sistematika Penulisan

Untuk memahami secara jelas mengenai isi penelitian ini, sistematika penulisan disusun sebagi berikut:

Bab I               Pendahuluan

Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat yang didapat dari penelitian untuk pihak-pihak terkait serta sistematika penulisan.

Bab II             Tinjauan Pustaka

Bab ini berisi landasan teori dan konsep apa yang akan digunakan sebagai referensi untuk melakukan penelitian, penelitian terdahulu yang digunakan sebagai acuan dalam pembentukan hipotesis, kerangka pemikiran yang akan menjelaskan mengenai garis besar penelitian ini, dan pengembangan hipotesis yang digunakan di penelitian ini.

Bab III            Metode Penelitian

Bab ini berisi populasi dan sampel, cara memperoleh data, variabel penelitian, dan metode analisis data.

Bab IV            Analisis Data

Bab ini berisi data, analisis data, dan interpretasi data yang diperoleh

Bab V             Penutup

Bab ini berisi rangkuman hasil penelitian dan saran untuk pengembangan hasil penelitian yang dilakukan dan implikasi dari penelitian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s