Underpricing Dalam Penawaran Saham Perdana dan Penawaran Saham Susulan

Posted: November 7, 2014 in Bahasa Indonesia

UNDERPRICING DALAM PENAWARAN SAHAM PERDANA DAN PENAWARAN SAHAM SUSULAN

(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia)

UNJ

Disusun Oleh:

Muhammad Arief Fauzi 8335123535

S1 Akuntansi Reguler B 2012

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2014

Jurnal penelitian yang berjudul “Underpricing dalam Penawaran Saham Perdana dan Penawaran Saham Susulan” yang disusun oleh Tatang Ary Gumanti dan Nafisah Alkaf dari Universitas Jember bertujuan untuk menguji teori sinyal, yaitu apakah underpricing dapat menjadi sinyal saat perusahaan melakukan SEO, dengan sampel sebanyak 85 perusahaan yang melakukan IPO dan SEO tahun 1990-2006 di Pasar Modal Indonesia. Konsisten dengan temuan di pasar modal lain, hasil penelitan menunjukkan bahwa secara rata-rata perusahaan yang melakukan IPO mengalami underpricing sebesar 22,35 persen, sedangkan saat SEO, tingkat underpricingnya sebesar 13,35 persen. Tingkat underpricing saat IPO dengan saat SEO secara statistik adalah tidak berbeda. Perusahaan dengan tingkat underpricing lebih tinggi saat IPO akan mengalami tingkat underpricing lebih rendah saat SEO. Secara keseluruhan, hasil penelitian dalam jurnal ini belum berhasil mendukung teori sinyal dalam IPO.

Kalimat sederhana atau kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu inti kalimat atau satu klausa yang memiliki struktur lengkap, yaitu subjek, predikat, objek, dan keterangan. Kalimat kompleks atau kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua kalimat tunggal atau lebih dan memiliki kata penghubung di dalamnya. Kalimat majemuk dikelompokkan menjadi 3 jenis, yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran. Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara unsur-unsurnya bersifat setara atau sederajat. Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang hubungan antara unsur-unsurnya tidak sederajat. Kalimat majemuk campuran adalah gabungan antara kalimat campuran yang sekurang-kurangnya dibentuk dari tiga kalimat tunggal.

Dalam jurnal penelitian ini terdapat 140 (seratus empat puluh) kalimat tunggal dan 100 (seratus) kalimat majemuk. Salah satu contoh kalimat tunggal yang terdapat dalam jurnal ini adalah “Dalam konteks penawaran saham perdana (initial public offering=IPO), underpricing telah menjadi suatu subjek berbagai penelitian”. Subjeknya adalah underpricing, predikatnya adalah telah menjadi. Objeknya adalah suatu subjek berbagai penelitian, sedangkan keterangannya adalah dalam konteks penawaran saham perdana (initial public offering=IPO).

Salah satu contoh kalimat majemuk setara adalah korelasi tingkat underpricing pada saat PSP dan PSS adalah positif tetapi secara statistik tidak signifikan. Kalimat tersebut memiliki dua informasi yaitu “korelasi tingkat underpricng pada saat PSP dan PSS adalah positif …” dan “… tetapi secara statistik tidak signifikan”. Kalimat tersebut termasuk ke dalam kalimat majemuk setara berlawanan, yang ditandai dengan konjugasi “tetapi”.

Sedangkan contoh kalimat majemuk bertingkat dalam jurnal ini adalah analisis regresi tidak menemukan bukti bahwa tingkat underpricing saat PSP mempengaruhi tingkat diskon SEO walaupun arahnya sesuai dengan prediksi, yaitu positif. Dari kalimat tersebut yang menjadi inti kalimat adalah “analisis regresi tidak menemukan bukti bahwa tingkat underpricing saat PSP mempengaruhi tingkat diskon SEO…”, sedangkan anak kalimatnya adalah “…walaupun arahnya sesuai dengan prediksi”.

Dalam menulis sebuah karya tulis ilmiah, tentunya penulis membutuhkan kutipan untuk mendukung argumentasinya. Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari seorang penulis, baik yang terdapat dalam buku, majalah, koran, dan sumber lainnya, ataupun berasal dari ucapan seorang tokoh. Penulis tidak boleh menyusun tulisan yang hanya berisi kumpulan kutipan karena kutipan berfungsi untuk menunjang/mendukung pendapat tersebut. Selain itu, penulis sebaiknya tidak melakukan pengutipan yang terlalu panjang, misalkan sampai satu halaman atau lebih, hingga pembaca lupa bahwa apa yang dibacanya adalah kutipan. Kutipan harus dilakukan seperlunya saja sehingga tidak merusak alur tulisan. Kutipan juga bisa diambil dari pernyataan lisan dalam sebuah wawancara, ceramah, ataupun pidato. Namun, kutipan dari pernyataan lisan ini harus dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada narasumbernya sebelum dicantumkan dalam tulisan.

Kutipan dapat dibedakan menjadi dua yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah kutipan yang mengambil pendapat orang lain secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat, sesuai dengan teks asli dan tidak ada perubahan sama sekali. Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang mengambil pendapat orang lain dengan menguraikan inti sari pendapat tersebut dan susunan kalimat sesuai dengan gaya bahasa penulis sendiri. Kutipan ini tidak dituliskan diantara tanda petik, melainkan langsung dimasukkan dalam kalimat atau alinea.

Penulis lebih banyak menggunakan kutipan tidak langsung dibandingkan kutipan langsung dalam pembuatan jurnal penelitian ini. Contoh kutipan langsung yang terdapat dalam jurnal penelitian ini adalah

  1. Underpricing telah menjadi fenomena umum dalam penawaran saham perdana di berbagai pasar modal di seluruh dunia. (Loughran et al. 1994).
  2. Underpricing lebih banyak digunakan sebagai bentuk dari rata-rata initial return yang positif dan signifikan pada saat PSP (Ritter 1981; Loughran et al. 1994).
  3. Hasil penelitian pada Real Estate Investment Trust (REIT) secara khusus menunjukkan bawa fenomena underpricing atau diskon pada PSS adalah hal umum (Ghosh et al. 2998, 2000: Brau dan Heywood 2008).

Sedangkan contoh kutipan tidak langsung yang terdapat dalam jurnal ini adalah

  1. Jenkinson dan Ljunqvist (1996) menyatakan bahwa secara umum, model sinyal adalah konsisten dengan periode dimana banyak perusahaan melakukan PSP (hot issue) jika kejutan-kejutan merubah parameter fundamental, walaupun sebenarnya tidak ada alasan ekonomi yang kuat mengapa biaya atau manfaat dari sinyal berubah banyak sepanjang waktu. Dalam jurnal ini tidak terdapat kutipan dalam kutipan.
  2. McGuiness (1992) tidak menemukan hubungan antara kualitas perusahaan dan tingkat underpricing pada PSP, sedangkan Garfinkel (1993) menyimpulkan bahwa underpricing tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap keumungkinan perusahaan PSS.
  3. Sementara itu, Jegadeesh et al. (1993) menemukan kecenderungan penawaran saham yang lebih cepat bagi perusahaan yang mengalami underpricing tinggi saat PSP.

Daftar pustaka/bibliografi adalah daftar yang berisi buku, artikel, dokumen, dan segenap kepustakaan lainnya yang digunakan dalam menyusun sebuah tulisan yang ditempatkan di bagian terakhir (halaman terpisah/tersendiri) dari tulisan tersebut. Daftar pustaka atau bibliografi mutlak ada dalam sebuah karya ilmiah untuk menunjukkan sifat referensial atas karya tersebut. Sumber daftar pustaka dalam jurnal ini berasal dari jurnal, buku, skripsi, disertasi, dan working paper.

Penulis menggunakan daftar pustaka model Harvard, dengan ciri nama pertama dan nama tengah penulis disingkat sedangkan nama akhir ditulis lengkap. Tahun terbit jurnal ditulis setelah nama pengarang, ditulis tanpa tanda kurung. Judul jurnal ditulis miring.

Contoh daftar pustaka yang berasal dari jurnal:

Allen, F., and G. Faulhaber.1989. Signaling by Underpricing in the IPO Market. Journal of Financial Economics,18, 303-323

Brau, J.C., and D.B. Heywood. 2008. IPO and SEO Waves in Health Care Real Estate Investment Trusts. Journal of Health Care Finance, 35 (1), 70-78

 

Contoh daftar pustaka yang berasal dari skripsi:

Handari, M. 2007. Hubungan antara Jumlah Risiko di dalam Prospektus dan Initial Retrun Saham Perusahaan yang Melakukan IPO di Bursa Efek Jakarta. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Jember.

 

Contoh daftar pustaka yang berasal dari buku:

Jenkinson, T., and A. Ljungqvist. 1996. Going Public: The Theory and Evidence on How Companies Raise Equity Finance. Oxford-New York. Clarendon Press.

Contoh daftar pustaka yang berasal dari working paper:

Kalev, P.S., K.P. Peter., and W. Sherman. 2006. Underpricing, Liquidity, and the Cost of Seasoned Equity Offers. Working Paper, The University of New South Wales.

Kesimpulan

Penulis lebih banyak menggunakan kalimat tunggal dibandingkan kalimat majemuk dalam penulisan jurnal penelitian ini, selain itu terdapat pula kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Penulis juga lebih banyak menggunakan kutipan tidak langsung dibandingkan kutipan langsung. Secara umum, daftar pustaka yang digunakan dalam jurnal penelitian ini banyak yang berasal dari jurnal penelitian dan penulisan daftar pustaka menggunakan model Harvard.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s