9. Perencanaan dan Pengendalian Manajerial

Posted: June 13, 2014 in Akuntansi Internasional

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MANAJERIAL

UNJ

AKUNTANSI INTERNASIONAL

S1 AKUNTANSI REG B 2012

 

 

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2014

A. PERSPEKTIF IMBALAN KEUANGAN

Seorang manajer harus menentukan imbalan yangrelevan untuk menilai sebuah peluang investasi luar negeri. Namun, imbalan yang relevan adalah sebuah masalah perspektif.

Perspektif dari perusahaan induk berasumsi bahwa investasi luar negeri bisa menguntungkan, tidak salah arah, dan sumber yang langka dari negara setempat.

Untuk menghitung nilai hasil pada peningkatan jumlah dan kompleksitas informasi yang dibutuhkan menggunakan :

-Pengukuran hasil terduga, yang meliputi

  1. žArus kas proyek versus arus kas perusahaan induk
  2. žArus kas perusahaan induk mengikat keuangan
  3. žTunjangan keuangan
  4. Resiko politis

ž-Biaya modal multinasional

žTeori penganggaran modal menggunakan biaya modal perusahaan sebagai nilai pangkasnya yaitu sebuah proyek harus menghasilkan paling tidak pengembalian biaya modal perusahaan.

 

B. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Penyusunan system informasi seluruh dunia milik suatu perusahaan merupakan hal krusial dalam mendukung strategi perusahaan. Hal ini menantang karena kerangka dasar multinasional secara alamiah lebih rumit dibandingkan dengan kerangka dasar suatu Negara.

Terdapat berbagai permasalahan sebagai kerangka kerja multinasional yang lebih kompleks daripada sebuah kerangka kerja satu negara, yaitu :

  • Isu yang berkaitan dengan sistem
  • Masalah informasi

 

Isu yang Berkaitan dengan Sistem

Jarak merupakan kerumitan yang disebabkan oleh keadaan geografis, komunikasi informasi secara formal umumnya menggantikan kontak pribadi antar manajer operasi lokal dengan manajemen kantor pusat.

Menurut Vikram Sethi dan Joseph Katz terdapat tiga strategi teknologi informasi global yang masing-masing berhubungan dengan jenis organisasi multinasional tertentu. Keberhasilan yang dicapai tergantung pada kesesuaian rancangan system dengan strategi perusahaan .

Tiga strategi tersebut adalah :

  1. Penyebaran rendah dengan sentralisasi yang tinggi. Digunakan oleh organisasi yang lebih kecil dengan operasi bisnis internasional yang terbatas dan system informasi domestik mendominasi kebutuhan
  2. Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang rendah. Anak perusahaan lokal diberi kendali yang signifikan atas pengembangan strategi teknologi infomasi dan system terkait mereka sendiri.
  3. Penyebaran tinggi dengan sentralisasi yang tinggi.

Strategi teknologi informasi global lokal dijalankan oleh perusahaan global dengan aliansi strategi di seluruh dunia. System informasi dirancang untuk mencerminkan kebutuhan perusahaan yang disesuaikan dengan keadaan lokal.

Dalam kompetisi global yang didalamnya terdapat kondisi yang terus berubah, dan adanya deregulasi pasar dan pengurangan hambatan tariff maka perusahaan semakin mampu untuk memasuki pasar luar negeri. Hal ini semakin membuka akses terhadap intensitas kompetisi dimana perusahaan mengadopsi strategi untuk :

  1. Melindungi pangsa pasar di tempat asal.
  2. Melakukan penetrasi terhadap pasar asal para pesaing untuk merebut pangsa pasar dan pendapatan mereka.
  3. Mendapatkan pangsa pasar yang signifikan di pasar utama Negara ke tiga.

 

Masalah Informasi

Akuntan manajemen mempersiapkan sejumlah informasi untuk manajemen perusahaan, mulai dari pengumpulan data hingga laporan likuiditas dan ramalan operasional berupa berbagai jenis pengeluaran beban. Untuk setiap kelompok data yang disampaikan manajemen perusahaan harus menentukan periode waktu yang relevan untuk laporan, tingkat akurasi yang diperlukan, frekuensi pelaporan dan biaya serta manfaat penyusutan dan penyampaian tepat waktu.

Disini faktor-faktor lingkungan juga mempengaruhi penggunaan informasi yang dihasilkan secara tinternal. Menurut Johns, Smith dan Strand budaya adalah factor penghalang utama bagi arus data internasional dan harus ditangani secara nyata dalam desain system informasi. Laporan dari operasi luar negeri perusaaan multinasioanal AS umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen dollar agar para manajer kantor pusat di AS melakukan evaluasi terhadap investasi mereka dalam dollar.

 

C. INFORMASI MANAJEMEN DAN HIPERINFLASI

Dalam lingkungan inflasi tinggi, laporan keuangan yang disusun dengan FAS 52 cenderung menimbulkan distorsi realitas melalui:

  • Menilai lebih atau menilai kurang pendapatan dan beban.
  • Melaporkan keuntungan atau kerugian tranlasi yang besar yang sulit untuk diinterpretasikan.
  • Mendistorsikan perbandingan kinerja antarwaktu.

Suatu kebiasaan pelaporan yang umum dalam akuntansi untuk transaksi mata uang asing adalah dengan mencatat pendapatan dan beban berdasarkan kurs yang terjadi pada tanggal laporan keuangan. (Penggunaan kurs rata-rata juga umum). Pilihan yang lebih baik adalah dengan mencatat transaksi dalam mata uang lokal berdasarkan kurs pada tanggal pembayaran. Mencatat transaksi pada tanggal lainnya akan mempersulit proses pengukuran melalui timbulnya keuntungan atau kerugian dalam daya beli uang, atau dalam aspek lain suku bunga implicit atas transaksi mata uang.

 

D. ISU-ISU DALAM PENGENDALIAN KEUANGAN

Sistem pengendalian manajemen bertujuan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang paling efektif dan efisien. Sebaliknya sistem pengendalian keuangan merupakan sistem pengukuran kuantitatif dan komunikasi yang memfasilitasi pengendalian melalui:

  1. Komunikasi tujuan-tujuan keuangan secara tepat di dalam organisasi.
  2. Memperinci criteria dan standar dalam evaluasi kinerja.
  3. Mengawasi kinerja.
  4. Mengkomunikasikan penyimpanan antara kinerja actual dan neraca kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Sistem pengendalian yang baik memungkinkan manajemen puncak untuk mengevaluasi secara tepat kinerja para bawahan dengan memastikan bahwa bawahan bertanggung jawab atas peristiwa-peristiwa yang dapat mereka kendalikan.

Sistem Pengendalian Domestik VS Multinasional

Sejumlah studi menunjukkan bahwa sistem yang digunakan banyak perusahaan multinasional untuk mengendalikan operasi luar negerinya dalam banyak hal sama dengan yang digunakan secara domestik. Menurut David Hawkins ada 4 hal yang mendasari hal ini:

  1. Pertimbangan kontrol keuangan jarang sekali merupakan sesuatu yang penting dalam tahap-tahap awal pendirian operasi luar negeri.
  2. Umumnya akan lebih murah untuk menggunakan sistem domestik daripada harus membuat dari awal keseluruhan sistem yang direncanakan untuk operasi luar negeri.
  3. Untuk menyederhanakan penyusunan dan analisis laporan keuangan konsolidasi, pihak kontroler perusahaan harus menegaskan bahwa seluruh anak perusahaan yang beroperasi menggunakan format dan daftar yang sama untuk mencatat dan mengirimkan data keuangan dan operasi.
  4. Mantan eksekusi domestik yang bekerja pada operasi luar negeri dan atasan perusahaan mereka akan lebih nyaman jika mereka dapat terus menggunakan sebanyak mungkin sistem pengendalian domestik, umumnya karena mereka mencapai tingkatan manajemen tertinggi dengan menguasai sistem domestik.

Perbedaan lingkungan memiliki pengaruh potensial tidak terbatas atas proses pengendalian keuangan. Perbedaan budaya, perbedaan lintas budaya dalam perilaku terhadap risiko dan kekuasaan, perbedaan dalam tingkat pencapaian kebutuhan dan atribut budaya lainnya sering kali menghasilkan konsekuensi yang buruk, berupa:

  • Arahan yang disalahartikan.
  • Toleransi yang rendah terhadap kritik.
  • Ketidamauan untuk membahas masalah-masalah bisnis secara terbuka atau mencari bantuan.
  • Hilangnya rasa percaya diri para manajer luar negeri.
  • Ketidakmauan untuk mendelegasikan kekuasaan.
  • Keengganan untuk mengambil tanggung jawab.

 

Penganggaran Operasional

Setelah tujuan strategis dan anggaran modal terbuat, selanjutnya manajemen memfokuskan diri pada perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek mencakup pembuatan anggaran operasional atau rencana laba apabila diperlukan dalam organisasi. Rencana laba ini merupakan dasar bagi peramalam manajemen kas, keputusan operasi, dan skema kompensasi manajemen.

Kinerja keuangan suatu operasi luar negeri dapat diukur dengan mata uang lokal, mata uang negara asal, atau keduanya. Mata uang yang digunakan dapat memiliki pengaruh yang signifikann pada saat menilai kinerja suatu unit luar negeri dan manajernya. Nilai mata uang yang berfluktiasi dapat mengubah laba ketika diukur dalam mata uang lokal dan akan menjadi kerugian ketika dinyatakan dalam mata uang negara asal. Tiga kurs yang mungkin dapat digunakan ketika menyusun draft anggaran operasional pada awal periode:

  • Kurs spot yang berlaku ketika anggaran disusun.
  • Suatu kurs yang diperkirakan akan berlaku pada akhir proyeksi.
  • Kurs pada akhir periode jika anggaran disesuaikan jika kurs berubah (kurs penutupan).

 

DAFTAR PUSTAKA

Choi, Frederick. D. S. dan Gary K. Meek.2010.International Accounting Edisi 6 Buku 1.Jakarta:Salemba Empat

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s