1. Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional

Posted: June 13, 2014 in Akuntansi Internasional

PERKEMBANGAN DAN KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

UNJ

Disusun Oleh :

MUHAMMAD ARIEF FAUZI

SEPTIAN WIJAYA

TONI PRASETIYO

 

AKUNTANSI INTERNASIONAL

S1 AKUNTANSI REG B 2012

 

 

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2014

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Makalah yang berjudul “Klasifikasi dan Pengembangan Akuntansi” sesuai dengan tugas yang berikan. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Akuntansi International.

Pada kesempatan ini maka penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Ibu Ati Sumiyati selaku dosen Akuntansi International
  2. Dan teman-teman S1 Akuntansi Reguler B 2012 yang telah memberikan semangat dan bantuan

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka dengan segala kerendahan hati memohon maaf atas segala kekurangan yang ada. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan.

Demikian yang dapat penulis sampaikan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi civitas akademika umumnya dan mengembangkan wacana akademik bagi jurusan sosiologi khususnya.

 

 

Jakarta, Maret 2014

 

Penulis

 

 

A. PENDAHULUAN

Sejarah akuntansi dan akuntan memperlihatkan perubahan yang terus menerus-suatu proses yang tampaknya dilalui akuntansi secara konsisten. Pada suatu waktu, akuntansi lebih mirip sistem pencatatan bagi jasa-jasa perbankan tertentu dan bagi rencana pengumpulan pajak. Kemudian muncul pembukuan double entry untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan usaha perdagangan. Industrialisasi dan pembagian tenaga kerja memungkinkan dibuatnya analisa perilaku biaya dan adanya akuntansi manajerial. Munculnya perusahaan modern merangsang pelaporan keuangan dan auditing periodik. Beberapa waktu yang lalu, akuntansi memperlihatkan kemampuannya untuk menarik perhatian publik melalui akuntansi dan pengukuran sumber daya manusia, pelaporan, dan audit atas tanggung jawab sosial berbagai organisasi.

Saat ini, akuntansi beroperasi antara lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik, dan internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar modal besar baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas kedalam area konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi informasi dalam sistem dan prosedurnya. Dengan demikian akuntansi jelas tanggap terhadap stimulus keuangan.

Memajukan Disiplin Akuntansi

Perkembangan teori akuntansi telah mengalami kegagalan, terjadi evolusi arah dari “theorizing” ke “conceptualizing”. Dengan menggunakan definisi-definisi gabungan dari sejumlah kamus, kami menyatakan bahwa teori adalah :

  1. Sekelompok prinsip fundamental terpadu yang mendasari suatu ilmu atau aplikasi-aplikasi praktisnya.
  2. Formulasi dari hubungan-hubungan yang telah jelas atau prinsip-prinsip yang mendasari fenomena tertentu yang telah diamati, yang telah diuji sampai tingkat tertentu.
  3. Cabang dari suatu seni atau ilmu yang mengandung pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan metode-metodenya bukan praktiknya.
  4. Suatu susunan sekelompok hasil atau suatu body of theorems yang menyajikan pandangan sistematis dari beberapa subjek.

Di sisi lain, suatu konsep adalah “mental image terutama gagasan umum yang dibentuk dengan mengkombinasikan elemen-elemen dari suatu kelas kedalam gagasan mengenai satu obyek.” Aktivitas yang terlibat dalam konseptualisasi adalah konseptualisme, yang didefinisikan sebagai :

Doktrin. Pertengahan antara dua titik ekstrem nominalisme dan realisme, yang menyatakan bahwa yang universal atau karakteristik-karakteristik abstrak tidak memiliki realitas yang independen hanya ada dalam bentuk gagasan – gagasan dalam pikiran atau sifat-sifat yang terkandung dalam hal-hal tertentu.1

Status Pendekatan-pendekatan Tradisional

Tujuan tradisional yaitu pembentukan teori akuntansi yang tegas dan universal dan kemudian menurunkan standar-standar dan praktik-praktik akuntansi yang berdaya guna dari teori semacam itu telah ditinggalkan. Usaha-usaha konseptualisasi yang luas dan kadang tidak jelas sekarang sedang terjadi. Pembuatan konsensus sekarang merupakan semboyan bagi mereka yang terlibat dalam penempaan standar-standar akuntansi keuangan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Prof. Wanda A Wallace menyatakan bahwa riset akuntansi internasional mungkin paralel dengan riset akuntansi secara umum. Dia mengilustrasikan poin ini dengan sebuah contoh metodologi yang didasarkan pada teori agen (agency theory), ekonomi transaksi (transactions economics), dan teori hirarki (theory of hierarchies). Kesimpulannya adalah bahwa riset akuntansi internasional mungkin lebih rumit dibanding riset nasional karena lingkungan-lingkungan internasional yang berbeda, terutama yang berhubungan dengan perjanjian, kepemilikan pemerintah, regulasi dan praktik-praktik interview pemerintah dan pengaruh budaya atas persepsi.

Membangun Struktur Pendekatan Alternatif

Klasifikasi sistem akuntansi keuangan mungkin bisa memberikan kegunaan yang sama. Analisisnya harus mengandung investigasi mengapa dan bagaimana sistem tertentu berbeda. Analisisnya sendiri bervariasi sepanjang waktu konvergensi vs divergensi. Selain itu, perubahan-perubahan sistem yang diinginkan bisa dikristalisasi dan perubahan yang diharapkan bisa diprediksi. Ada kemungkinan bahwa agen-agen perubahan dapat diidentifikasi dan laju perubahan dapat diukur. Dalam semua hal, banyak praktisi dan akademisi akuntansi internasional melihat kegunaan dari prosedur dan analisis klasifikasi.

 

B. KLASIFIKASI

Proses klasifikasi akuntansi internasional telah dicapai dalam dua cara:

  1. Klasifikasi-klasifikasi subyektif
  2. Klasifikasi-klasifikasi yang teruji secara empiris

Walaupun metode analisis bagi kedua pendekatan tersebut berbeda secara signifikan, hasil-hasil yang diperoleh secara umum konsisten. Sejumlah studi yang dipilih diikhtisarkan dalam masing-masing kategori di bawah ini untuk mengilustrasikan upaya yang telah dilibatkan dan hasil-hasil yang telah dicapai.

1. Klasifikasi Subyektif

Klasifikasi dengan pertimbangan bergantung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman. Klasifikasi yang dilakukan G. G. Mueller yang dimuat dalam The International Journal of Accounting (Spring 1968) yang menggunakan penilaian perkembangan ekonomi, kompleksitas bisnis, situasi social politik serta sistem hukum, membagi Negara-negara ke dalam 10 kelompok berdasarkan sistem akuntansi yaitu:

1)      Amerika Serikat / Kanada / Belanda

2)      Persemakmuran Inggris (kecuali Kanada)

3)      Jerman / Jepang

4)      Eropa daratan (kecuali Jerman, Belanda dan Skandinavia)

5)      Skandinavia

6)      Israel / Meksiko

7)      Amerika Selatan

8)      Negara-negara berkembang di Timur Jauh dan Dekat

9)      Afrika (kecuali Afrika Selatan)

10)  Negara-negara Komunis

Metode klasifikasi di atas dikapai secara luas oleh institusi-institusi akuntan nasional, sejumlah organisasi internasional, dan perusahaan-perusahaan jasa akuntansi multinasional. Akhirnya, dalam laporan yang sangat rinci, Committee on International Accounting Operations and Education 1975-1976 dari AAA melaporkan bahwa pola akuntansi dunia bisa diklasifikasikan menurut “Zona Pengaruh”. Mereka mendasarkan kesimpulan mereka pada sumber historis budaya sosio-ekonomi yang telah mempengaruhi prinsip-prinsip akuntansi yang mendasari pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan di negara-negara dan wilayah berbeda. Komite tersebut membedakan lima zona pengaruh yaitu:

1)      Inggris

2)      Prancis-Spanyol-Portugis

3)      Jerman/ Belanda/

4)      AS

5)      Komunis

 

2. Klasifikasi-klasifikasi yang Teruji Secara Empiris

Klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistik untuk mengumpulkan data prinsip dan praktek akuntansi seluruh dunia. Analisis praktik-praktik akuntansi dan pelaporan yang secara nyata dipakai adalah cara lain untuk membentuk sistem klasifikasi. Pelopor dalam upaya ini adalah Prof. R. C. Da Costa, J.C.Bourgeois, dan W.M Lawson pada satu sisi dan prof.W.G. Frank dan R.D. Nair di sisi lain. Mereka seperti halnya peneliti-peneliti lain, telah mengaplikasikan analisis faktor untuk menemukan berbasis statistik dari praktik-praktik akuntansi yang ada sekarang.

Studi tentang Cluster menggunakan data-data suvey kualitatif mengenai prinsip-prinsip akuntansi dan praktik pelaporan yang disiapkan dan dipublikasikan oleh Price Water House Internasional. Dengan data tah 1973,1975, dan 1979. Peneliti-peneliti itu terdiri dari:

  1. Kelompok-kelompok Akuntansi Da Costo-Bourgeois-Lawson
  2. Kelompok-kelompok Akuntansi Frank
  3. Kelompok-kelompok Pengukuran Nair-Frank 1975
  4. Studi Doupnik menyimpulkan bahwa sebagian besar peredaan pelaporan keuangan menurun diantara Negara Negara disebabkan ketaatan kepada standar akuntansi internasional telah meningkat selama waktu waktu tersebut yaitu pada periode 1975-1983.

 

C. PENGEMBANGAN

Standar-standar akuntansi muncul ke permukaan setelah banyak akuntan mengalami tuntutan hukum, LIFO ditimbulkan oleh kondisi-kondisi inflasi, dan banyak pengungkapan-pengungkapan keuangan yang merupakan konsekuensi dari pasar modal publik. Sepertinya beralasan untuk mengasumsikan bahwa kemajuan konseptual mungkin diperoleh dari berbagai evaluasi berbeda atas berbagai sistem, kondisi, dan faktor-faktor lain yang dianggap berpengaruh terhadap akuntansi internasional.

Choi et. al (1998; 36) menjelaskan sejumlah faktor lingkungan yang diyakini memiliki pengaruh langsung terhadap pengembangan akuntansi, antara lain:

1. Sistem Hukum

Kodifikasi standar-standar dan prosedur-prosedur akuntansi kelihatannya alami dan cocok dalam negara-negara yang menganut code law. Sebaliknya, pembentukan kebijakan akuntansi yang non legalistis oleh organisasi-organisasi professional yang berkecimpung dalam sektor swasta lebih sesuai dengan system yang berlaku di negara-negara hukum umum (common law). Dalam hukum perang atau situasi darurat nasonal lainnya, semua aspek fungsi akuntansi mungkin diatur oleh sejumlah pengadilan atau badan pemerintah pusat. Contohnya adalah dalam masa Nazi Jerman, ketika persiapan-persiapan perang yang intensif dan kemudian pada saat PD II memerlukan sistem akuntansi nasional yang sangat seragam untuk mengontrol semua aktivitas ekonomi nasional secara total.

2. Sistem Politik

Sistem politik yang ada pada suatu negara pun ikut mewarnai akuntansi, karena sistem politik tersebut “mengimpor” dan “mengekspor” standar-standar dan praktik-praktik akuntansi. Sebagai contoh, akuntansi Inggris yang ada semasa pergantian Abad 20, “diekspor” ke negara-negara persemakmuran. Belanda melakukan hal yang sama ke filipina dan Indonesia, Perancis ke negara-negara jajahannya di Asia da Afrika. Jerman menggunakan simpati politik untuk mempengaruhi, antara lain, akuntansi di Jepang dan Swedia.

3. Sifat Kepemilikan Bisnis

Kepemilikan publik yang besar atas saham-saham perusahaan menyiratkan prinsip-prinsip pelaporan dan pengungkapan akuntansi keuangan yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang kepemilikannya didominasi oleh keluarga atau bank. Misalnya, kepemilikan publik yang sangat tinggi atas saham-saham korporasi di AS telah menghasilkan apa yang dinamakan Sunshine accounting standards of wide open disclosure, sedangkan ketidakhadiran partisipasi public dalam kepemilikan saham perusahaan di Perancis telah membatasi komunikasi keuangan yang efektif hanya ke saluran komunikasi ”insider” saja. Kepemilikan Bank yang tinggi di Jerman juga menghasilkan respon akuntansi yang berbeda. Di AS, AICPA membuat rekomendasi khusus bagi standar dan praktik akuntansi keuangan tertentu yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan non publik yang lebih kecil.

4. Perbedaan Besaran dan Kompleksitas Perusahaan-Perusahaan Bisnis

Dikotomi yang terjadi antara perusahaan besar dan kecil terus berlanjut, mulai dari masalah asuransi, hingga keseluruh hirarki perusahaan induk-anak, termasuk masalah kompleksitas. Perusahaan konglomerasi besar yang beroperasi dalam lini bisnis yang sangat beragam membutuhkan teknik-teknik pelaporan keuangan yang berbeda dengan perusahaan kecil yang menghasilkan produk tunggal. Perusahaan-perusahaan multinasional juga membuthkan system akuntansi yang berbeda dengan sistem akuntansi perusahaan-perusahaan domestik.

5. Iklim Sosial

Iklim sosial turut memberikan sumbangan dalam pengembangan akuntansi diberbagai belahan dunia. Di Perancis, mengarah pada pelaporan tanggungjawab sosial, sebaliknya di Swiss masih sangat konservatif sehingga perusahaanperusahaan besar swiss melaporkan kondisi keuangannya yang relatif ringkas. Orang Italia masih sangat berorientasi pada pajak, bahkan di beberapa Negara Amerika bagian Timur dan Selatan, akuntansi sama dengan pembukuan dan dianggap tidak cocok secara sosial.

6. Tingkat Kompetensi Manajemen Bisnis Dan Komunitas Keuangan

Kompetensi atau kemampuan manajemen bisnis dan pengguna dari output akuntansi akan sangat menentukan perkembangan akuntansi. Karena secanggih dan sehebat apapun output akuntansi, jika manajemen bisnis dan para pengguna tidak dapat membaca, mengartikan, dan memahaminya hal tersebut tidak akan ada gunanya.

7. Tingkat Campur Tangan Bisnis Legislatif

Regulasi mengenai perpajakan mungkin memerlukan prinsip-prinsip akuntansi tertentu. Seperti di Swedia, dimana kelonggaran pajak tertentu harus dibukukan secara akuntansi sebelum bisa diklaim bagi tujuan pajak; ini juga merupakan situasi bagi penilaian persediaan metode LIFO di AS. Hukum-hukum perlindungan sosial yang beragam juga mempengaruhi standar-standar akuntansi. Contohnya adalah kewajiban membayar pesangon dio beberapa negara Amerika Selatan.

8. Ada Legislasi Akuntansi tertentu

Dalam beberapa kasus, terdapat peraturan legislative khusus untuk aturan-aturan dan teknik-teknik akuntansi tertentu. Di AS, SEC menentukan standar-standar pengungkapan dan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan besar, dengan mengacu pada FASB.

9. Kecepatan Inovasi Bisnis

Semula, kegiatan merger dan akuisisi tidak diperhitungkan secara akuntansi, namun karena penggabungan bisnis yang begitu popular di erofa memaksa akuntansi turut berkembang untuk memenuhi kebutuhan dari mereka yang berkepentingan.

10. Tahap pembangunan Ekonomi

Negara yang masih mengandalkan ekonomi pertanian membuthkan prinsipprinsip akuntansi yang berbeda dengan negara industri maju. Di negara pertanian, tingkat ketergantungan pada kredit dan kontrak bisnis jangka panjang mungkin masih kecil. Sehingga akuntansi akrual yang canggih tidak berguna dan yang dibutuhkan adalah akuntansi kas sederhana.

11. Pola pertumbuhan Ekonomi

Kondisi perekonomian yang stabil mendorong peningkatan persaingan memperebutkan pasar-pasar yang ada sehingga memerlukan suatu pola akuntansi yang stabil dan akan jauh berbeda pada negara yang kondisinya sedang mengalami perang berkepanjangan.

12. Status Pendidikan dan Organisasi Profesional

Karena ketiadaan profesionalisme akuntansi yang terorganisir dan sumber otoritas akuntansi local suatu negara, standar-standar dari area lain atau negara lain mungkin digunakan untuk mengisi kekosongan tersebut. Adaptasi faktorfaktor akuntansi dari Inggris merupakan pengaruh lingkungan yang signifikan dalam akuntansi dunia sampai akhir PD II. Sejak saat itu, proses adaptasi internasional beralih ke sumber-sumber dari AS. Pengembangan akuntansi, baik yang berasal dari negara itu sendiri atau yang diadaptasi dari negara-negara lain, tidak akan sukses kecuali jika kondisi-kondisi lingkungan seperti yang terdapat dalam daftar diatas dipertimbangkan secara penuh.

 

Pola Pengembangan Komperatif

Konsep-konsep yang mendasari pola-pola pengembangan ini diletakkan dalam konteks komparatif internasional yang diusulkan pertama kali oleh Prof. G.G. Mueller pertengahan tahun 1960-an. Ia mengidentifikasikan empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara Barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar.

  1. Pola Makroekonomis

Praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional, karena perusahaan bisnis mengordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan nasional. Oleh karenanya, sebagai contoh, suatu kebijakan nasional berupa lapangan kerja yang stabil dengan menghindari perubahan besar dalam siklus bisnis akan menghasilkan praktik akuntansi yang meratakan laba. Atau, untuk mendorong perkembangan industry tertentu, suatu Negara dapat mengizinkan penghapusan pengeluaran modal secara cepat pada beberapa industry tersebut. Akuntansi di Swedia berkembang dari pola makroekonomis.

  1. Pola Mikroekonomis

Akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang dimiliki. Juga sama pentingnya bahwa perusahaan memisahkan secara jelas modal dari laba untuk mengevaluasi dan mengendalikan aktivitas usaha. Pengukuran akuntansi yang didasarkan pada biaya penggantian sangat didukung karena paling sesuai dengan pendekatan ini. Akuntansi di Belanda berkembang dari mikroekonomi.

  1. Pendekatan Disiplin Independen

Akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan. Akuntansi dianggap sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan, dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi. Bisnis menghadapi kerumitan dunia nyata dan ketidakpastian yang senantiasa terjadi melalui pengalaman, praktik, dan intuisi. Akuntansi berkembang dengan cara yang sama. Sebagai contoh, laba secara sederhana merupakan hal yang paling bermanfaat dalam praktik dan pengungkapan secara pragmatis dalam menjawab kebutuhan para pengguna. Akuntansi berkembang secara independen di Inggris dan Amerika Serikat.

  1. Pendekatan Akuntansi Seragam

Akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administratif oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan dan penyajian akan memudahkan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis. Secara umum, pendekatan seragam digunakan di Negara-negara dengan ketelibatan pemerintah yang besar dalam perncanaan ekonomi di mana akuntansi digunakan antara lain untuk mengukur kinerja, mengalokasikan sumber daya, mengumpulkan pajak dan mengendalikan harga. Prancis, dengan bagan akuntansi nasional yang seragam merupakan pendukung utama pendekatan akuntansi secara seragam.

 

D. AKTIVITAS-AKTIVITAS PENDUKUNG

Aktivitas-aktivitas pendukung di luar pergerakan standar internasional seara umum bisa diklasifikasikan menjadi :

  1. Organisasi-organisasi regional
  2. Institusi-institusi

Organisasi-organisasi regional telah terbentuk mulai dari Pantai Pasifik hingga Afrika Barat. Organisasi-organisasi ini berlaku sebagai penyangga antara kepentingan-kepentingan nasional yang kaku dengan kepentingan-kepentingan internasional yang luas.

Institusi-institusi yang mendukung akuntansi internasional meliputi parlemen-parlemen dan universitas-universitas di seluruh dunia, serta eksekutif-eksekutif keuangan dan analis-analis keuangan.

  1. Organisasi-Organisasi Regional
  2. African Accounting Council (AAC)
  3. Association of South East Asian Nation (ASEAN)
  4. Federation des Experts Competable Europeens (FEE-Federation of European Accountants)
  5. Arab International Accounting Conference
  6. Asociacion Inter Americana de Contabilidad (AIC)
  7. Institusi-institusi

International Congresses of Accountants merupakan pertemuan akuntansi internacional yang paling bergengsi dan besar, saat ini diadakan setiap lima tahun. International Congresses of Accountants pertama diadakan di St. Louis tahun 1904.

Selain itu, terdapat pula organisasi-organisasi yang berhubungan dengan praktik. Organisasi ini melakukan riset topik akuntansi internasional yang berkenaan dengan pelaporan keuangan, efek-efek pengungkapan, atau efek harga sekuritas dalam konteks komparatif multilateral atau internasional.

Di AS, organiasi semacam ini disebut dengan Financial Executives Institute (FEI) dan Institute Management Accountants (IMA). Di Kanada

 

DAFTAR PUSTAKA

Choi D.S Frederick & Meek K. Gary. 2005. Akuntansi International, Edisi 5 Buku 1. Jakarta : Salemba 4.

http://xsaelicia.blogspot.com/2013/03/bab-2-perkembangan-klasifikasi_10.html (diakses pada tanggal 3 Maret 2013 Pukul 19.00)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s