9. Populasi dan Sampel

Posted: December 3, 2013 in Statistika Ekonomi 1

A. Populasi

Populasi atau universe adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga. Populasi dibedakan menjadi dua yaitu:

  1. Populasi sampling, contoh apabila kita mengambil rumah tangga sebagai sampel, sedangkan yang diteliti adalah anggota rumah tangga yang bekerja sebagai PNS, maka seluruh rumah tangga adalah populasi sampling.
  2. Populasi sasaran, sesuai dengan contoh di atas, maka seluruh PNS adalah populasi sasaran.

 

B. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Dalam penyusunan sampel perlu disusun kerangka sampling yaitu daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling, dengan syarat:

  1. Harus meliputi seluruh unsur sampel
  2. Tidak ada unsur sampel yang dihitung dua kali
  3. Harus up to date
  4. Batas-batasnya harus jelas
  5. Harus dapat dilacak dilapangan

 

Menurut Teken (dalam Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi) Ciri-ciri sample yang ideal adalah:

  1. Dapat menghasilkan gambaran yang dipercaya dari seluruh populasi yang diteliti
  2. Dapat menentukan presisi (precision) dari hasil penelitian dengan menentukan penyimpangan baku  (standar) dari taksiran yang diperoleh
  3. Sederhana, sehingga mudah dilaksanakan
  4. Dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang rendah.

 

Ada empat faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan besar kecilnya sampel, antara lain:

  1. Degree of homogenity dari populasi, makin homogin populasi makin sedikit jumlah sampel yang diambil
  2. Presisi yang dikehendaki, makin tinggi tingkat pressisi yang dikehendaki makin banyak jumlah sampel yang diambil
  3. Rencana analisa
  4. Tenaga biaya dan waktu

 

C. Teknik dalam Pengambilan Sampel

Teknik sampling memang sangatlah penting untuk diperlukan di dalam penelitian, hal ini dikarenakan bisa digunakan untuk menentukan bahwa siapa saja anggota dari populasi yang akan dijadikan sampel. Oleh karena itu teknik sampling memang harus jelas tergambar dalam sebuah rencana penelitian supaya tidak membingungkan pada saat kita terjun di lapangan. Pada dasarnya teknik sampling dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu :

a) Probability Sampling atau Random Sampling

Probability sampling adalah teknik untuk pengambilan sampel yang akan memberikan peluang sama untuk setiap anggota populasi yang bisa dipilih menjadi anggota sampel. Probability sampling sendiri terdiri atas 4 macam, yaitu :

1.) Simple random sampling, pengambilan sample secara acak sederhana adalah sebuah sample yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elemen dari populasi mempunyai kesempatan yang sama  untuk dipilih menjadi sample. Metode yang digunakan dengan cara (1) undian (digoncang seperti arisan), (2) ordinal (angka kelipatan), (3) tabel bilangan random.

Contoh: Misal ada “pembiayaan pembangunan pendidikan Dasar di Jawa Barat”, sampelnya adalah seluruh SD dan SMP yang ada di Jawa Barat. Terhadap seluruh SD dan SMP itu dilakukan pemilihan secara random tanpa pengelompokan terlebih dahulu, dengan demikian peluang SD maupun SMP untuk terpilih sebagai sampel sama.

2.) Proportionate stratified random sampling adalah suatu teknik yang digunakan apabila populasi memiliki unsur/anggota yang tidak berstrata dan homogen secara proporsional.

Contoh: Jumlah pegawai yang lulus S1=45 orang, S2=30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang harus diambil meliputi Strata pendidikan tersebut yang diambil secara proporsional jumlah sampel.

3.) Disproportional stratified random sampling adalah teknik yang digunakan dalam menentukan jumlah dari sampel, apabila populasi itu berstrata namun kurang proporsional.

Contoh: Pegawai dari PT. X memiliki 3 orang lulusan S3, 4 Orang lulusan S2, 90 orang lulusan S1, 800 orang lulusan SMU, 700 orang lulusan SMP, maka 3 orang lulusan S3 dan 4 orang lulusan S2 itu diambilsemuanya sebagai sampel. Karena dua kelompok tersebut terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok lainnya.

4.) Area Sampling adalah teknik yang digunakan dalam menentukan sampel apabila objek yang hendak diteliti atau sumber dari datanya sangat luas.

Contoh: Misalnya dalam penelitian yang sama seperti di atas, karena Jawa Barat sangat luas, dipilihlah kabupaten/kota tertentu sebagai sampel klaster ke-1 secara random. Dari tiap kabupaten terpilih dilakukan pemilihan lagi, yaitu kecamatan-kecamatan tertentu dengan cara random sebagai sampel klaster ke-2. Selanjutnya dari masing-masing kecamatan dilakukan pemilihan sekolah yang juga dilakukan secara random.

5.) Kluster sampling adalah teknik pengambilan sample berdasar gugus atau clusters.

Contoh: Sebuah penelitian ingin mengetahui pendapatan keluarga dalam suatu desa,  dengan berbagai klaster, missal dari segi pekerjaan: Tani, Buruh, PNS, Nelayan

 

b) Non-Probability Sampling

Non-probability sampling adalah teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yang tidak memberi kesempatan atau peluang yang sama untuk setiap anggota populasi yang bisa dipilih menjadi anggota sampel. Nonprobability sampling terdiri atas 6 macam, yaitu :

1.) Sampling sistematis adalah teknik untuk pengambilan sampel dengan berdasarkan urutan dari anggota populasi yang sudah diberikan nomor urutan.

Contoh: Misalnya  setiap unsur populasi yang keenam, yang bisa dijadikan sampel. Soal “keberapa”-nya satu unsur populasi bisa dijadikan sampel tergantung pada  ukuran populasi dan ukuran sampel. Misalnya, dalam satu populasi terdapat 5000 rumah. Sampel yang akan diambil adalah 250 rumah dengan demikian interval di antara sampel kesatu, kedua, dan seterusnya adalah 25.

2.) Sampling kuota (quota sampling) adalah teknik penentuan sampel dari populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu hingga mencapai jumlah kuota tertentu.

Contoh: Misalnya, di sebuah kantor terdapat pegawai laki-laki 60%  dan perempuan 40% . Jika seorang peneliti ingin mewawancari 30 orang pegawai dari kedua jenis kelamin tadi maka dia harus mengambil sampel pegawai laki-laki sebanyak 18 orang sedangkan pegawai perempuan 12 orang. Sekali lagi, teknik pengambilan ketiga puluh sampel tadi tidak dilakukan secara acak, melainkan secara kebetulan saja.

3.) Sampling insidental adalah teknik untuk menentukan sampel dengan berdasarkan kebetulan.

Contoh: Penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan menggunakan setiap warga Negara yang telah dewasa sebagai unit sampling.

4.) Purposive sampling adalah teknik pengambilan sample didasrkan atas tujuan tertentu. (orang yang dipilih betul-betul memiliki kriteria sebagai sampel)

Contoh: Misalnya yang diperlukan sebagai sampel adalah “perempuan pengguna sepeda motor tipe laki-laki (bukan bebek dan sejenisnya)”–karena yang sedang dicari (jadi, populasinya) adalah perempuan-perempuan pengguna sepeda motor tipe laki-laki. Hati-hati, populasinya bukan semua pengguna sepeda motor, sepeda motor jenis atau tipe apapun. Hati-hati pula, bukan “pengguna motor: kasus perempuan pengguna motor laki-laki.” Juga hati-hati: bukan pengguna sepeda motor laki-laki: kasus perempuan. Populasinya semua perempuan pengguna sepeda motor laki-laki (artinya, atau definisi operasionlanya: perempuan yangselalu atau sering kali jika bepergian menggunakan sepeda motor jenis itu, apapun yang menjadi latar belakangnya).

5.) Sampling jenuh (sensus) adalah teknik untuk menentukan sampel apabila seluruh anggota populasi digunakan untuk sampel.

Contoh: Populasi kurang dari 30 orang, maka semua anggota populasi tersebut dijadikan sampel.

6.) Snowball sampling adalah teknik untuk menentukan sampel yang awal mulanya berjumlah kecil, yang kemudian semakin membesar.

Contoh: Misalnya seorang peneliti ingin mengetahui pandangan kaum lesbian terhadap lembaga perkawinan. Peneliti cukup mencari satu orang wanita lesbian dan kemudian melakukan wawancara. Setelah selesai, peneliti tadi minta kepada wanita lesbian tersebut untuk bisa mewawancarai teman lesbian lainnya. Setelah jumlah wanita lesbian yang berhasil diwawancarainya dirasa cukup, peneliti bisa mengentikan pencarian wanita lesbian lainnya. . Hal ini bisa juga dilakukan pada pencandu narkotik, para gay, atau kelompok-kelompok sosial lain yang eksklusif (tertutup).

 

D. Teknik Penentuan Jumlah Sampel

Rumus

n  = Jumlah sample

N = Jumlah Populasi

d² = Presisi yang inginkan (misal 5 % atau 10 %)

 

E. Penentuan Judul Penelitian

Unit Analisis        

  1. Individu. Pengaruh Kenaikan Harga BBM dengan Penjualan Kendaraan Bermotor
  2. Kelompok.  Analisis Bantuan Modal dan Kredit bagi Kelompok Pedagang Ikan
  3. Organisasi Contoh: Pengaruh Pergantian Ketua Jurusan terhadap Jalannya Organisasi Kemahasiswaan Jurusan.
  4. Institusi. Contoh: Pengaruh Penggunaan Sistem Operasi terhadap Perusahaan BUMN

Metode Penelitian

1. Korelasional

Terdapat kata “Hubungan” dalam judul penelitian

Perhitungan menggunakan analisa Regresi

2. Kausal

Terdapat kata “Pengaruh” dalam judul penelitian

Menggunakan analisa perhitungan Path analisis

 

Daftar Pustaka

Pangestu Subagyo, (2008), Statistik Deskriptif, Yogyakarta: BPFE

http://expresisastra.blogspot.com/2013/09/pengertian-populasi-dan-sampel.html

http://mistercela21.wordpress.com/2009/10/04/teknik-sampling/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s