Resume PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran

Posted: November 16, 2013 in Akuntansi Menengah 1

RESUME PSAK 55 INSTRUMEN KEUANGAN

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

UNJ

Disusun Oleh :

MUHAMMAD ARIEF FAUZI

8335123535

INTERMEDIATE ACCOUNTING I

S1 AKUNTANSI REG B 2012

 

 

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2013

PSAK 55

INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

A. TUJUAN PSAK 55

Tujuan pernyataan ini adalah untuk mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan.

 

B. RUANG LINGKUP PSAK 55

Pernyataan ini diterapkan oleh semua entitas untuk seluruh jenis instrumen keuangan, kecuali untuk:

  1. Penyertaan pada entitas anak, entitas asosiasi, dan ventura bersama
  2. Hak dan kewajiban dalam sewa
  3. Hak dan kewajiban pemberi kerja
  4. Instrumen keuangan terbitan entitas
  5. Hak dan kewajiban yang timbul dalam kontrak asuransi
  6. Kontrak antara pengakuisisi dan penjual dalam kombinasi bisnis
  7. Komitmen pinjaman yang diberikan selain dari yang dijabarkan

 

C. DEFINISI INSTRUMEN KEUANGAN

Instrumen keuangan (financial instruments) adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan (financial assets) entitas dan liabilitas keuangan (financial liability) atau instrumen ekuitas (equity instruments) entitas lain.

Aset keuangan meliputi setiap aset yang menimbulkan hak kontraktual untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya.  Liabilitas keuangan meliputi setiap kewajiban kontrak untuk membayar kas atau aset keuangan.  Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.

 

D. DEFINISI DERIVATIF

Derivatif adalah suatu instrumen keuangan atau kontrak lain yang memiliki tiga karakteristik berikut :

  1. Nilainya berubah sebagai akibat dari perubahan variabel yang telah ditentukan (yang mendasari/underlying), antara lain : suku bunga, harga instrument keuangan, harga komoditas, nilai tukar mata uang asing, indeks harga atau indeks suku bunga, peringkat kredit atau indeks kredit, atau variabel lainnya. Untuk variabel non-keuangan, variabel tersebut tidak berkaitan dengan pihak-pihak dalam kontrak.
  2. Tidak memerlukan investasi awal neto atau memerlukan investasi awal neto dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang diperlukan untuk kontrak serupa lainnya yang diharapkan akan menghasilkan dampak yang serupa akibat perubahan faktor pasar.
  3. Diselesaikan pada tanggal tertentu di masa depan.

 

Akuntansi Derivatif :

  1. Dicatat dalam neraca (sebagai aset atau kewajiban)
  2. Pada nilai wajar
  3. Perubahan atas nilai derivatif dicatat melalui laporan laba rugi, kecuali qualified cash flow atau net investment hedge.

 

E. KLASIFIKASI INSTRUMEN KEUANGAN

1. Aset Keuangan

– Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Aset keuangan baik yang dimiliki untuk diperdagangkan (misalnya untuk dijual dalam waktu dekat pada masa mendatang)  atau pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh entitas untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Contoh : Aset derivatif dan investasi dalam instrumen utang dan  ekuitas  yang dimiliki dalam portofolio diperdagangkan.

– Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo

Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan serta  entitas mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.

Contoh : Investasi dalam instrumen utang yang mempunyai kuotasi harga di mana entitas memiliki niat dan mampu memiliki hingga jatuh tempo.

– Pinjaman yang diberikan  dan piutang

Aset keuangan dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi harga di pasar aktif.

Contoh : Piutang usaha, pinjaman yang diberikan, dan piutang wesel.

– Aset keuangan tersedia untuk dijual

Aset keuangan yang dirancang sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan dalam ketiga kategori di atas.

Contoh : Investasi dalam instrumen utang dan ekuitas yang tidak termasuk dalam kategori lain.

 

2. Liabilitas Keuangan

– Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Liabilitas  keuangan baik yang dimiliki untuk diperdagangkan (misalnya dibeli kembali  dalam waktu dekat pada masa mendatang)  atau ditetapkan pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh entitas untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Contoh : Liabilitas derivatif dan liabilitas diperdagangkan lainnya

-Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi

Semua liabilitas lainnya selain daripada liabilitas yang dinillai pada nilai wajar melalui laba rugi.

Contoh : Utang usaha, utang wesel,  dan efek utang yang diterbitkan.

 

3. Tainting

Entitas tidak boleh mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya, telah menjual atau mereklasifikasi investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan (more than insignificant) sebelum jatuh tempo.

Terdapat pengecualian atas TaintingRule tersebut jika penjualan atau reklasifikasi tersebut:

  1. Dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali (contohnya, kurang dari tiga bulan sebelum jatuh tempo).
  2. Terjadi setelah entitas telah memperoleh secara substansial seluruh jumlah pokok aset keuangan tersebut sesuai jadwal pembayaran atau entitas telah memperoleh pelunasan dipercepat.
  3. Terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali entitas, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar oleh entitas

 

F. PENGUKURAN INSTRUMEN KEUANGAN

1. Pengukuran Awal

Pada saat pengakuan awal, entitas pada umumnya mengukur aset keuangan menggunakan akuntansi tanggal transaksi pada nilai wajar ditambah biaya transaksi (fair value plus transaction costs), kecuali aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi pada awalnya hanya  diakui pada nilai wajar (fair value).

Biaya transaksi (transaction costs) adalah biaya-biaya tambahan, seperti biaya pendaftaran dan komisi lain yang ditetapkan, biaya yang dibayarkan kepada penasehat hukum, akuntan, dan penasehat profesional lain, biaya percetakan dan meterai.

Biaya transaksi meliputi fee dan komisi yang dibayarkan pada para agen (termasuk karyawan yang berperan sebagai agen penjual/selling agent), konsultan, perantara efek dan pedagang efek; pungutan wajib yang dilakukan oleh pihak regulator dan bursa efek, serta pajak dan bea yang dikenakan atas transfer yang dilakukan. Biaya-biaya transaksi tidak termasuk premium atau diskonto utang, biaya pendanaan (financing costs), biaya administrasi internal, atau biaya penyimpanan (holding costs).

Jurnal untuk mencatat biaya transaksi yang dibayar tunai dan berkaitan dengan instrumen keuangan yang  diukur pada nilai wajar (fair value) adalah:

Biaya Transaksi                                             xxx

Kas                                                                  xxx

2. Pengukuran Berikutnya

Setelah pengakuan awal, aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar, biaya perolehan diamortisasi atau biaya perolehan tergantung klasifikasi apakah nilai wajar dapat ditentukan dengan andal. Pengukuran awal (initial measurement) dan pengukuran berikutnya (subsequent measurement) atas instrumen keuangan dan perlakuan akuntansi atas perubahan nilai wajar  (keuntungan atau kerugian kepemilikan yang belum direalisasi – unrealized holding gain or loss) diklasifikasikan sebagai berikut :

Catatan :

  1. *Nilai pada awal juga disesuaikan dengan biaya transaksi, kecuali aset atau liabilitas pada nilai wajar melalui laba rugi
  2. Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, serta derivatif yang terkait dengan dan diselesaikan melalui penyerahan instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif tersebut, diukur pada biaya perolehan.

Dari tabel di atas, setelah pengakuan awal, aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur dengan menggunakan salah satu dari tiga atribut pengukuran berikut.

– Biaya  perolehan

Biaya perolehan adalah jumlah aset yang diperoleh atau liabilitas yang diselesaikan, termasuk biaya transaksi (misalnya komisi atau fee yang dibayar).

Setelah perolehan awal, hanya satu tipe instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan yaitu investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, serta derivatif yang terkait dengan dan diselesaikan melalui penyerahan instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif tersebut, diukur pada biaya perolehan.

– Biaya perolehan diamortisasi

Setelah pengukuran awal, kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan ini diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif di laporan posisi keuangan:

  1. Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo;
  2. Pinjaman yang diberikan dan piutang; dan
  3. Liabilitas keuangan lainnya.

Biaya  perolehan diamortisasi (amortized cost) adalah biaya perolehan dari aset atau liabilitas setelah disesuaikan, jika layak, untuk mencapai suatu suku bunga efektif yang konstan selama umur aset atau liabilitas (misalnya, pendapatan bunga yang konstan atau beban bunga yang konstan sebagai suatu persentase jumlah tercatat dari aset keuangan atau liabilitas keuangan). Dengan kata lain, biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah pada pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan akumulasi amortisasi berdasarkan metode suku bunga efektif dan dikurangi penurunan nilai atau nilai yang tidak dapat ditagih.

– Nilai wajar

Nilai wajar (fair value) adalah nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar.

Kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan pada umumnya diukur pada nilai wajar di laporan posisi keuangan:

  1. Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi;
  2. Aset keuangan tersedia untuk dijual; dan
  3. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi.

 

G. PENGHENTIAN PENGAKUAN (DERECOGNITION)

1. Penghentian Pengakuan Aset Keuangan

Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika :

  1. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir
  2. Entitas mentransfer aset keuangan yang memenuhi kriteria penghentian pengakuan.

2. Penghentian Pengakuan Kewajiban Keuangan

Entitas mengeluarkan kewajiban keuangan (atau bagian dari kewjaiban keuangan) dari neracanya, jika dan hanya jika kewajiban keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.

 

H. LINDUNG NILAI

Akuntansi lindung nilai menurut Epstein & Jermakowicz (2008) adalah penggunaan instrumen derivatif atau instrumen keuangan lainnya untuk melindungi perusahaan dari risiko terkait perubahan nilai wajar (fair value).

Perlakuan akuntansi khusus bagi transaksi hedging yang mencakup instrumen hedging dan hedge item, yang bertujuan untuk memastikan keuntungan atau kerugian atas instrumen hedging dan hedge item diakui dalam laporan laba rugi periode yang sama.

Jenis Lindung Nilai :

1. Lindung Nilai Atas Nilai Wajar

Suatu lindung nilai terhadap eksposur perubahan nilai wajar atas aset atau kewajiban yang telah diakui, atau komitmen pasti yang belum diakui, atau bagian yang telah diidentifikasi dari aset, kewajiban, atau komitmen pasti tersebut, yang dapat diatribusikan pada resiko tertentu dan dapat mempengaruhi laporan laba rugi.

2. Lindung Nilai Atas Arus Kas

Suatu lindung nilai terhadap eksposur variabilitas arus kas yang dapat diatribusikan pada resiko tertentu yang terkait dengan aset atau kewajiban yang telah diakui (misalnya seluruh atau sebagian pembayaran bunga masa depan atas utang dengan suku bunga variabel) atau yang dapat diatribusikan pada resiko tertentu yang terkait dengan prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi.dan dapat mempengaruhi laporan laba rugi.

3. Lindung Nilai atas investasi neto pada operasi di luar negeri

Sama seperti lindung nilai arus kas

Kriteria Lindung Nilai :

  1. Pada saat dimulainya lindung nilai terdapat penetapan dan pendokumentasian formal atas hubungan lindung nilai dan tujuan manajemen resiko entitas serta strategi pelaksanaan lindung nilai.
  2. Lindung nilai diharapkanakan sangat efektif dalam rangka saling hapus atas perubahan nilai wajar atau perubahan arus kas.
  3. Untuk lindung nilai atas arus kas, suatu prakiraan transaksi yang merupakan subjek dari suatu lindung nilai harus bersifat kemungkinan besar terjadi dan terdapat eksposur perubahan arus kas yang dapat memengaruhi laporan laba rugi.
  4. Efektivitas lindung nilai dapat diukur secara andal.
  5. Lindung nilai dinilai secara berkesinambungan dan ditentukan bahwa efektivitasnya sangat tinggi sepanjang periode pelaporan keuangan dimana lindung nilai tersebut ditetapkan.

Instrumen Lindung Nilai :

  1. Lindung nilai terhadap eksposur nilai wajar dari obligasi dalam mata uang asing.
  2. Lindung nilai menggunakan aset atau liabilitas keuangan nonderivatif
  3. Akuntansi lindung nilai: penggunaan opsi yang diterbitkan dalam instrumen lindung nilai yang digabungkan
  4. Lindung nilai Internal
  5. Kontrak derivatif internal yang saling hapus digunakan untuk mengelola risiko suku bunga

Item yang dilindung nilai :

  1. Derivatif
  2. Penerbitan utang dengan suku bunga tetap yang telah diantisipasi
  3. Deposito inti tak berwujud

Aliran pendapatan dalam mata uang asing di masa datang.

 

DAFTAR PUSTAKA

Exposure Draft PSAK 55 (Revisi 2011) http://iaiglobal.or.id

http://hedgeaccounting.wordpress.com/2012/09/05/akuntansi-lindung-nilai-hedging/

http://rezwan-rizki.blogspot.com/2013/05/akuntansi-untuk-instrumen-keuangan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s