7. Manusia dan Peradaban

Posted: November 3, 2013 in ISBD

MANUSIA DAN PERADABAN

UNJ

Disusun Oleh :

MUHAMMAD ARIEF FAUZI

8335123535

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

S1 AKUNTANSI REG B 2012

 

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2013

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang

Manusia merupakan makhluk yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Melalui akalnya manusia dituntut untuk berfikir menggunakan akalnya untuk menciptakan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Melalui jasmaninya manusia dituntut untuk menggunakan fisik / jasmaninya melakukan sesuatu yang sesuai dengan fungsinya dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dan melalui rohaninya manusia dituntut untuk senantiasa dapat mengolah rohaninya yaitu dengan cara beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.

Antara manusia dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat karena diantara keduanya saling mendukung untuk menciptakan suatu kehidupan yang sesuai kodratnya. Suatu peradaban timbul karena ada yang menciptakannya yaitu diantaranya ada faktor manusianya yang melaksanakan peradaban tersebut.  Kebudayaan yang ada dan hidup berkembang didalam kehidupan manusia kemudian sampai pada level tertentu biasanya yang tinggi itulah yang dapat melahirkan peradaban.

Namun perkembangan kebudayaan tidak selamanya berujung pada lahirnya peradaban. Hal tersebut terjadi karena ada kebudayaan yang tidak dapat mencapai perkembangan pada level tertentu. Untuk menjadi peradaban, didalamnya harus menyangkut kebudayaan dengan akal dan budi yang agung, mulia, dan sesuatu karya yang memiliki nilai tinggi. Dalam peradaban melekat didalamnya hasil cipta (akal budi), karsa dan karya yang tinggi bahkan sangat tinggi.

Peradaban berkaitan dengan perubahan sosial, globalisasi, dan modernisasi. Didalam peradaban melekat adanya konsep-konsep perubahan kearah pada suatu tingkat kehidupan ke arah yang lebih baik. Didalam peradaban terdapat nilai yang tinggi dan tercermin dari penggunaan akal budi, yang kemudian akan bersinggungan dengan globalisasi dan modernisasi. Modernisasi sebenarnya menyangkut penggunaan akal budi tinggi, bukan perilaku kebarat-baratan. Sedangkan globalisasi adalah era dimana sekarang terjadi globalisasi.

Suatu peradaban mempunyai wujud, tahapan  dan dapat berevolusi / berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Masyarakat yang beradab dapat diartikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti. Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.

Perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia.

B.  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana hakekat manusia dan peradaban ?
  2. Bagaimana wujud dan perkembangan peradaban ?
  3. Apa hubungan antara manusia dan peradaban ?
  4. Bagaimana peradaban dan perubahan sosial ?
  5. Bagaimana masyarakat yang beradab ?

C.  Tujuan makalah

Dalam penyusunan makalah ini, tujuan yang hendak dicapai, yaitu :

  1. Mengetahui hakekat manusia dan peradaban
  2. Mengetahui wujud dan perkembangan peradaban
  3. Mengetahui hubungan antara manusia dan peradaban
  4. Mengetahui peradaban dan perubahan sosial
  5. Mengetahui masyarakat yang beradab

BAB II

PEMBAHASAN

1.    Hakekat Manusia dan Peradaban

a.    Makna Manusia

Manusia seutuhnya adalah sebuah matriks yang mempunyai akal, jasmani dan rohani. Pemahaman terhadapnya memerlukan pendekatan multi dimensional dengan tidak melupakan kodratnya sebagai mahluk pribadi dan sosial. Melalui akalnya manusia dapat menciptakan dan mengembangkan teknologi, lewat jasmaninya manusia dapat menerapkan dan merasakan kemudahan yang diperolehnya dari teknologi tersebut sedangkan melalui rohani terciptalah peradaban. Lebih dari itu melalui ketiganya (akal, jasmani, rohani) manusia dapat membuat perubahan di berbagai bidang sesuai dengan perjalanan waktu yang dilaluinya sebagai upaya penyesuaian terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan sekitarnya. Aspek inilah yang menjadi pembeda antara manusia dengan mahluk lainnya dalam hal kemampuannya beradaptasi dengan alam. Peradaban hanya dikenal oleh manusia, sedangkan mahluk lain melakukan adaptasi dengan perubahan alam melalui proses evolusi jasmaniahnya.

Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, yaitu :

  1. Sebagai makhluk tuhan
  2. Sebagai makhluk individu
  3. Sebagai makhluk sosial budaya

Sebagai makhluk pribadi, manusia terus melakukan interaksi dengan sesamanya sebagai jalan mencari pemahaman tentang dirinya, lingkungan dan sarana untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat diperolehnya sendiri. Interaksi itu sudah tercipta sejak manusia masih berada di dalam kandungan ibunya dan terus berkelanjutan sampai dia dilahirkan yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa dengan bentuk interaksi yang semakin komplek dalam mengenal lingkungan sekitarnya. Interaksi tersebut sebagai cikal terbentuknya suatu komunitas sosial yang selanjutnya melahirkan aturan-aturan dan norma yang disepakati bersama untuk mengatur interaksi yang terjadi tersebut. Faktor interaksi, komunitas sosial dan aturannya serta norma yang dijalani manusia tersebut kelak menjadi konsep suatu organisasi dan manajemen yang sebenarnya sudah dikenal sejak dulu.

Sejarah peradaban manusia menunjukkan bahwa konsep dasar keorganisasian dan manajemen bukan merupakan sesuatu yang baru. Beberapa peninggalan bersejarah baik yang berupa bangunan, tulisan atau yang sejenisnya dari beberapa dinasti di seluruh dunia yang dibuat beberapa ribu tahun silam merupakan saksi bisu yang menguatkan pernyataan di atas. Keberadaan dinasti tersebut seolah mengatakan bahwa masyarakat pada saat itu sudah mengenal organisasi yang mengatur segala macam interaksi yang terjadi antar individu dalam masyarakat, sedangkan peninggalan sejarah (misalnya tujuh keajaiban dunia) bisa dikatakan sebagai sebuah maha karya yang tak akan terwujud bila proses pembuatannya tidak menggunakan konsep manajemen yang benar-benar brilian. Tingkat penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan pada saat itu yang masih sangat minim, membuat konsep-konsep manajemen dan organisasi pada era tersebut tidak dapat tertuang dalam konsep yang tersusun secara sistematis sebagai bahan studi banding dengan konsep yang ada sekarang.

 b.   Makna Peradaban

Berdasarkan pandangan beberapa ahli sampai saat ini, masih terdapat perbedaan pendapat berkaitan dengan pengertian Peradaban. Hal tersebut karena begitu kompleksnya peradaban itu sendiri karena menyangkut fenomena kehidupan masyarakat luas. Peradaban berasal dari kata adab yang dapat diartikan sopan, berbudi pekerti, luhur, mulia, berakhlak, dan semuanya menunjuk pada sifat yang tinggi dan mulia. Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebut Civilization. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.

Berikut ini pandangan beberapa ahli tentang peradaban, yaitu :

  • Koentjaraningrat, menyatakan bahwa peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
  • Bierans De Hann, menjelaskan peradaban menyangkut hal yang luas, peradaban sebagai keseluruhan kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan teknik.
  • Fairchild, menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentunyang dicirikan taraf perkembangan intelektual, keindahan, dan teknologi.
  • Oswald Spengl, menjelaskan bahwa peradaban berkaitan dengan kebudayaan. Kebudayaan ialah wujud dari keseluruhan kehidupan adat, industrial filsafat dan sebagainya, sedangkan peradaban itu sendiri dipandang sebagai kebudayaan yang sudah mati. Pandangan Oswald ini bisa jadi menurut perkembangan peradaban yang sudah ada.

Dari beberapa pengertian tentang peradaban diatas, maka secara umum peradaban berkaitan dengan kebudayaan, perkembangan kebudayaan pada suatu tingkat atau level tertentu, kebudayaan juga berkaitan dengan penggunaan akal (rasio) manusia berkaitan dengan tantangan kehidupan yang dihadapi serta peradaban juga sangat berkaitan dengan cita rasa serta hasil karya dari manusia dengan kualitas terbaik. Kualitas tersebut yang mengakibatkan peradaban menjadi menggangungkan, menakjubkan dengan cita rasa seni yang tinggi dan bahkan dapat dikenang di memori manusia melampau dan melintasi masa-masa berikutnya.

Dengan batasan-batasan pengertian di atas tersebut juga maka istilah peradaban sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti: kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun serta pergaulan. Selain itu juga kepandaian menulis, organisasi bernegara serta masyarakat kota yang maju dan kompleks.

Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor, yaitu : Pendidikan, Kemajuan teknologi dan Ilmu pengetahuan.

2.    Wujud dan Perkembangan Peradaban

a.      Wujud Peradaban

Wujud dari peradaban dapat berupa :

  1. Moral : nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.
  2. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau buruk.
  3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan santun.
  4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan (contrast).

b.      Evolusi Budaya dan Tahapan Peradaban

a. gelombang pertama sebagai tahap peradaban pertanian, dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. ( revolusi agraris)

b. gelombang kedua sebagai tahap peradaban industri penemuan mesin uap, energi listrik, mesin untuk mobil dan pesawat terbang. (revolusi industri)

c. gelombang ketiga sebagai tahap peradaban informasi. Penemuan TI dan komunikasi dengan computer atau alat komunikasi digital.

 

3.    Hubungan antara Manusia dan Peradaban

Peradaban tidak hanya merujuk pada hasil-hasil kebudayaan manusia yang sifatnya fisik, seperti barang, bangunan, dan benda-benda. Peradaban tidak hanya merujuk pada wujud benda hasil budaya, tetapi juga wujud gagasan dan perilaku manusia, baik cipta, karsa, dan rasa. Kebudayaan berwujud gagasan/ide, perilaku/aktivitas, dan benda-benda. Sedangkan peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah, dan maju. Jadi peradaban termasuk pula didalamnya gagasan dan perilaku manusia yang tinggi, halus, dan maju menunjukkan bahwa manusia memanglah merupakan makhluk yang memiliki kecerdasan, keberadaban, dan kemauan yang kuat. Manusia merupakan makhluk yang beradab sehingga mampu menghasilkan peradaban disamping itu, manusia sebagai makhluk sosial juga mampu menciptakan masyarakat yang beradab.

Manusia yang beradab adalah manusia yang bisa menyelaraskan anatara cipta, rasa, dan karsa. Dalam kehidupan masyarakat, manusia yang beradab menjadi tolak ukur bangunan sosial yang berperikemanusiaan, peduli terhadap sesama. Semakin tinggi tingkat keberadaban manusia akan semakin harmonis kehidupan sosial masyarakat.

 

4.    Peradaban dan Perubahan Sosial

Perubahan sosial yaitu perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau dalam hubungan interaksi yang meliputi berbagai kehidupan, sebagai akibat adanya dinamika anggota masyarakat yang telah didukung oleh sebagian besar anggota masyarakat dan merupakan tuntutan dalam mencari kestabilan.

Menurut Wilbert Moore, perubahan sosial sebagai perubahan struktur sosial, pola perilaku dan interaksi sosial. Keseimbangan sosial adalah syarat yang harus dipenuhi agar masyarakat berfungsi sebagaimana mestinya. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan kebudayaan. Perubahan sosial contohnya adalah perubahan peran isteri dalam keluarga modern. Sedangkan perubahan kebudayaan contohnya adalah penemuan baru seperti radio, televisi, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi lembaga-lembaga sosial.

Teori perubahan sosial menurut Moore :

  • Evolusi Rektilinear yang sangat sederhana
  • Evolusi melalui tahap-tahap
  • Evolusi yang terjaddi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi
  • Evolusi bercabang yang mewujudkan perubahan
  • Evolusi menurut siklus-siklus tertentu dengan kemunduran jangka pendek
  • Siklus-siklus yang tidak mempunyai kecenderungan
  • Pertemuan logistis yang terbalik yang tergambar, angka motivasi
  • Pertumbuhan eksponarisial yang tergambar melalui tanda-tanda
  • Pertumbuhan logistis yang digambarkan oleh populasi
  • Primitivisme

Bentuk-bentuk perubahan sosial menurut Soeryono Soekanto :

  • Perubahan yang terjadi secara lambat (evolusi) dan perubahan yang terjadi secara cepat (revolusi)
  • Perubahan-perubahan yang pengaruhnya kecil (perubahan pada struktur sosial) dan yang pengaruhnya besar ( proses industrialisasi pada masyarakat agraris)
  • Perubahan yang dikehendaki dan yang tidak diinginkan

Penyebab perubahan sosial :

1. Faktor Intern

  • Bertambahnya penduduk
  • Adanya penemuan baru (discovery, invention, inovasi)
  • Konflik dalam masyarakat
  • Pemberontakan dalam masyarakat

2. Faktor Ekstern

  • Faktor alam yang ada disekitar masyarakat yang berubah
  • Pengaruh kebudayaan lain dengan melalui kontak kebudayaan antar dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaan yang berbeda.

5.    Masyarakat yang beradab

Masyarakat yang beradab dapat didefinisikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan santun dan kebaikan budi pekerti. Atau dapat pula diartikan sebagai masyarakat yang santun dan telah maju tingkat kehidupan lahir batinnya. Segala sesuatu yang dinilai maju dalam aspek kehidupan lahir batin suatu masyarakat perlu selalu dipelihara dan dikembangkan, walaupun perlu dipahami bahwa beberapa nilai yang dianut masyarakat selalu berubah atau berkembang. Dalam proses estafet antar generasi selalu terdapat friksi, disamping adanya pengaruh globalisasi atau segala aspek kehidupan yang padat menimbulkan gangguan dan peluang untuk mangembangkan peradaban masyarakat.

Tingkat peradaban suatu masyarakat bangsa dapat diukur atau diklasifikasikan dengan berbagai cara. Pada umumnya dilakukan dengan menggunakan pendekatan kesejahteraan sosial, ekonomi, meliputi berbagai fasetnya dengan menggunakan indikator-indikator sosial dan ekonomi.

Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.

Istilah masyarakat adab dikenal dengan kata lain masyarakat sipil, masyarakat warga atau masyarakat madani. Masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi, yang hampa udara, taken for granted. Masyarakat madani adalah konsep yang cair yang dibentuk dari proses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. Bila kita kaji, masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani, maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani, yakni adanya democratic governance (pemerintahan demokratis yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security; civil responsibility dan civil resilience.

BAB III

STUDI KASUS

 

Peradaban tidak hanya menunjuk pada hasil-hasil kebudayaan manusia yang sifatnya fisik, seperti barang, bangunan, dan benda-benda. Peradaban tidak hanya merujuk pada wujud benda hasil budaya, tetapi juga wujud gagasan dan perilaku manusia, baik cipta, karsa, dan rasa. Itulah yang terjadi di SMP 11 Merauke Sota yang berada di sebuah distrik sebuah distrik di kabupaten Merauke yang terletak persis di perbatasan negara. Akhirnya, siswa sekolah tersebut dapat merasakan fasilitas internet yang disediakan oleh PT. Telkom.

Seperti yang telah dibahas, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan memengaruhi peradaban sebuah bangsa dan dengan tercapainya akses internet disekolah tersebut dapat menjadikan para siswa dengan mudah mengakses informasi dan pengetahuan baik dari dalam maupun luar negeri.

Kemajuan teknologi di sekolah ini juga dapat meningkatkan mutu pendidikan di daerah perbatasan Merauke, khususnya Sota. Walaupun dengan keterbatasan fasilitas yang mendukung seperti hanya terdapat 5 buah laptop sehingga satu laptop digunakan untuk 3–4 orang namun tidak menyulutkan antusiasme para siswa tersebut.

BAB IV

KESIMPULAN

 

Peradaban memiliki kaitan yang erat dengan kebudayaan. Kebudayaan pada hakikatnya adalah cipta, rasa, dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemampuan cipta manusia menghasilkan ilmu pengetahuan. Kemampuan rasa manusia melalui alat-alat inderanya menghasilkan beragam barang seni dan bentuk-bentuk kesenian. Sedangkan karsa manusia menghendaki kesempurnaan hidup, kemuliaan, dan kebahagiaan sehingga menghasilkan berbagai aktivitas hidup manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Hasil atau produk kebudayaan manusia inilah yang menghasilkan peradaban.

Perkembangan teknologi khususnya internet yang baru diterima SMP 11 Merauke Sota memberikan suatu perubahan peradaban yang baru. Siswa—siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan untuk mencari informasi terbaru dapat teratasi dengan perkembangan teknologi ini. Namun, harus diperhatikan pula dalam penggunaannya agar para siswa ini tidak terjerumus dalam hal—hal yang tidak baik karena kemudahan untuk mengakses internet.


DAFTAR PUSTAKA

 

Timoera, D. A. (2012). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Unit Pelaksana Teknis UPT MKU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s