6. Manusia dan Lingkungan

Posted: November 3, 2013 in ISBD

MANUSIA DAN LINGKUNGAN

UNJ

Disusun Oleh :

MUHAMMAD ARIEF FAUZI

8335123535

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

S1 AKUNTANSI REG B 2012

 

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2013

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang

Membahas tentang  manusia berarti membahasa tentang kehidupan sosial dan budayanya, tentang tatanan nilai-nilai, peradaban, kebudayaan, lingkungan, sumber alam, dan segala aspek yang menyangkut manusia dan lingkungannya secara menyeluruh.

Manusia sebagai salah satu bagian dari alam merupakan bagian utama dari lingkungan. Kegiatan-kegiatan seperti: pembangunan jembatan, perkembangan penduduk, reklamasi pantai, perubahan fungsi lahan, dan pembangunan jalan tol merupakan aktivitas yang dapat merubah fungsi lingkungan menjadi meningkat, stabil atau menurun kualitasnya. Demi menjaga kualitas lingkungan yang berkesinambungan, maka manusia harus dapat menjaga kelestarian fungsi dan mendayagunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

1.2. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian manusia dan lingkungan hidup?
  2. Bagaimana interaksi manusia dengan lingkungannya?
  3. Bagaimana pengaruh manusia pada alam lingkungan hidupnya?

1.3. Tujuan

  1. Memahami pengertian manusia dan lingkungan hidup
  2. Memberikan gambaran interaksi manusia dengan lingkungannya
  3. Mengetahui pengaruh manusia pada alam lingkungan hidupnya

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1.   Pengertian Manusia dan Lingkungan Hidup

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, kematian, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik positif maupun negatif. Manusia adalah makhluk yang terbukti berteknologi tinggi. Ini karena manusia memiliki perbandingan massa otak dengan massa tubuh terbesar diantara semua makhluk yang ada di bumi. Walaupun ini bukanlah pengukuran yang mutlak, namun perbandingan massa otak dengan tubuh manusia memang memberikan petunjuk dari segi intelektual relatif.

Manusia atau orang dapat diartikan dari sudut pandang yang berbeda-beda, baik itu  menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai homo sapiens (bahasa latin untuk manusia) yang merupakan sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.

Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya baik dan sesuai dengan tindakan-tindakan yang akan diambil. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

 

Beberapa pengertian tentang lingkungan hidup, antara lain:

  1. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.
  2. Pembangunan berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sdar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.
  3. Pelestarian fungsi lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.
  4. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lain dan keseimbangan antar keduanya.
  5. Daya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya.
  6. Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai peruntukkannya.
  7. Perusakan lingkungan hidup adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik dan atau hayatinya yang mengakibatkan lingkungan hidup tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan.
  8. Konservasi sumber daya alam adalah pengelolaan sumber daya alam tak terbarui untuk menjamin pemanfaatannya secara bijaksana dan sumber daya alam yang terbarui untuk menjamin kesinambungan ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragamannya.
  9. Dampak lingkungan adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan.

 

2.2.  Interaksi Manusia dan Lingkungan

Kehdiupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang. Interaksi manusia dengan lingkungan sangat kompleks karena dalam lingkungan terdapat banyak unsur, yang terdiri dari unsur biotik dan abiotik.

Manusia mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan. Semakin tinggi kebudayaan manusia, semakin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. Semakin besar jumlah kebutuhan hidupnya berarti semakin besar perhatian manusia terhadap lingkungannya.

Perhatian dan pengaruh manusia terhadap ligkungan semakin meningkat pada zaman teknologi maju. Pada masa ini manusia mengubah lingkungan hidup alami menjadi lingkungan hidup binaan. Eksploitasi sumber daya alam semakin meningkat untuk memenuhi bahan dasar industri. Sebaliknya hasil industri berupa asap dan limbah mulai menurunkan kualitas lingkungan hidup.

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan hidup manusia dapat dilihat dan dibagi menjadi 2, yaitu kebutuhan hidup materil antara lain air, udara, sandang, pangan, papan, transportasi serta perlengkapan fisik lainnya. Dan kebutuhan nonmateril  adalah rasa aman, kasih sayang, pengakuan atas eksistensinya, pendidikan dan sistem nilai dalam masyarakat.

Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki daya fikir dan daya nalar tertinggi dibandingkan makluk lainnya. Di sini jelas terlihat bahwa manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang aktif. Hal ini disebabkan manusia dapat secara aktif mengelola dan mengubah ekosistem sesuai dengan apa yang dikehendaki. Kegiatan manusia ini dapat menimbulkan bermacam-macam gejala.

 

Perkembangan manusia ditinjau dari tingkat kebudayaan memberikan pengaruh terhadap lingkungannya, terbagi menjadi 4, yaitu:

1.      Masyarakat pengumpul dan pemburu

Pada masa ini, manusia menggunakan satu-satunya teknologi, yaitu pemanfaatan api. Secara berangsur, cara memenuhi kebutuhan dasar hidupnya sudah sedikit maju, yaitu melalui perburuan hewan dan penangkapan ikan, serta pengumpulan biji, buah, dan tumbuhan di alam.

2.      Masyarakat pertanian

Manusia beralih dari usaha berburu dan mengumpulkan hasil alam ke usaha beternak dan bercocok tanam, di mana keperluan bahan makanan dapat diperoleh sewaktu-waktu dari tempat yang letaknya berdekatan dengan tempat permukiman. Pertanian dalam arti luas dapat dianggap sebagai suatu usaha untuk mengadakan ekosistem buatan dengan maksud untuk menyediakan bahan makanan bagi manusia.

3.      Masyarakat industri

Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan membawa perubahan pada masa revolusi industri I dan revolusi industri II. Pada revolusi industri I telah menyebabkan perubahan masyarakat mulai dari pola pikir sampai perilaku masyarakat secara keseluruhan. Akibat dari revolusi industry I, yaitu:

  • Lahirnya ide uang
  • Lahirnya kota-kota merdeka dan susunan kotapraja di sekitar pasar
  • Majunya pelayaran dengan ditemukannya kompas
  • Majunya perdagangan laut
  • Bertambah kayanya kelas menengah dengan adanya sumber-sumber perak dan tembaga yang lebih besar

Pada masa revolusi industri II terutama dari teknologi penggunaan tenaga atom dan penerbangan luar angkasa serta kemajuan komunikasi radar dan satelit, masyarakat mengalami perubahan yang mendasar dan secara terus-menerus mencari keseimbangan baru.

4.      Masyarakat masa depan

Pada saat ini, masyarakat mulai merasakan adanya berbagai ketimpangan antara negara maju, negara berkembang, dan negara yang belum maju. Hal ini berhubungan dengan keberhasilan perkembangan industry yang didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi, serta keberhasilan perkembangan ekonomi negara yang bersangkutan.

 

2.3.  Pengaruh Manusia pada Alam Lingkungan Hidupnya

Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri pada alam lingkungan hidupnya maupun komunitas biologis di tempat mereka hidup. Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota, dibanding dengan pelosok dimana penduduknya masih sedikit dan primitif.

Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh baik secara positif ataupun negatif. Berpengaruh baik bagi manusia karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut, dan berpengaruh tidak baik karena dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya untuk menyokong kehidupannya.

Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki kemampuan berfikir dan penalaran yang tinggi. Disamping itu manusia memiliki budaya, pranata sosial dan pengetahuan serta teknologi yang makin berkembang. Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.

Peranan manusia yang bersifat negatif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:

  1. Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan  Sumber Daya Alam makin menciut (depletion)
  2. Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota
  3. Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsidi energi
  4. Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor
  5. Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri

 

Peranan manusia yang menguntungkan lingkungan antara lain:

  1. Melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak dapat diperbaharui
  2. Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir
  3. Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar yang terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batasnya
  4. Melakukan sistem pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus
  5. Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan keanekaan jenis makhluk hidup

 

2.4.  Studi Kasus

Ada 20 Kasus Pembalakan Liar di Meru Betiri

Jember (ANTARA News)- Sebanyak 20 kasus pembalakan liar terjadi di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang berada di Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur, selama lima bulan terakhir (Januari-Mei) 2011.
Kepala Polisi Hutan (Polhut) TNMB, Musafa, Selasa, mengatakan sebanyak 20 kasus pembalakan liar tersebut, hanya empat kasus yang diproses oleh petugas TNMB dan aparat kepolisian.

“Sebanyak 16 kasus pembalakan liar lainnya hanya temuan petugas dan tidak ada tersangkanya. Petugas hanya menemukan bekas kayu hutan yang sudah ditebang dan sejumlah gelondongan kayu di pinggir hutan,” tuturnya di kantor TNMB Jember. Ia menjelaskan kasus penebangan kayu secara ilegal terbanyak berada di kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu yang luasnya mencapai 28.370 hektare (ha). “Kawasan SPTN Wilayah II meliputi Desa Sanenrejo, Andongrejo, Wonoasri dan Bandealit. Jumlah petugas yang memantau wilayah itu sangat terbatas, sehingga pembalakan liar masih saja terjadi di kawasan TNMB,” paparnya.

Musafa mengemukakan jenis kayu yang paling banyak ditebang oleh pelaku biasanya jenis kayu sapen, kemuning dan garu karena kayu tersebut mudah dijual untuk kebutuhan rumah seperti untuk pintu dan jendela. Selain pembalakan liar, lanjut dia, selama lima bulan terakhir juga terjadi perburuan satwa liar sebanyak dua kasus, perambahan hutan sebanyak satu kasus, dan gangguan hutan di kawasan konservasi sebanyak empat kasus. “Kemampuan petugas polhut sebanyak 33 orang untuk mengawasi kawasan konservasi Meru Betiri seluas 58 ribu ha tidak seimbang, namun petugas akan mempersempit ruang gerak pelaku pembalakan liar,” katanya menjelaskan.  Menurut dia, jumlah pembalakan liar tahun 2010 sebanyak 43 kasus, tahun 2009 sebanyak 58 kasus, dan tahun 2008 sebanyak 65 kasus, sehingga ada kecenderungan kasus pembalakan liar di kawasan Meru Betiri menurun. “Mudah-mudahan kasus pembalakan liar tahun ini menurun dengan kerja keras yang dilakukan petugas polhut dalam mengawasi pelaku ilegal logging,” katanya.

 

Pembahasan

  • Faktor-Faktor Penyebab Pembalakan Liar di Taman Nasional Meru Betiri

Ada banya alasan kenapa orang melakukan tindakan pembalakan liar di area hutan. Alasan ekonomi bisa menjadi alasan utama kenapa orang menjadi nekat untuk melakukan pembalakan liar di hutan. Keuntungan dari menjual kayu hasil hutan yang menggiurkan telah mampu membuat orang melakukan pembalakan liar di hutan. Selain itu penjagaan yang kurang ketat dari aparat pengamanan hutan juga menjadi penyebab kenapa terjadi pembalakan liar.

Dalam berita tersebut telah dinyatakan bahwa kasus pembalakan liar yang terjadi di wilayah Taman Nasional Meru Betiri terjadi karena jumlah petugas polisi hutan yang minim sedangkan area hutan yang ada sangat luas. Tentu hal demikian tidaklah seimbang. Jumlah polisi hutan yang sedikit tidak mampu mengawasi area hutan yang luas. Hal itulah yang menyebabkan para oknum tidak bertanggung jawab dapat dengan mudah mencuri kayu yang ada di hutan.

  • Kasus Pembalakan Liar Berdasarkan Etika Lingkungan

Jika dilihat dari etika lingkungan, kasus ini menggunakan perspektif Antroposentrisme. Karena dalam hal ini manusia sebagai penguasa alam dan alam harus tunduk pada manusia untuk memenuhi keinginan manusia. Seperti halnya kasus pembalakan liar yang terjadi di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Kasus tersebut juga dapat dikatakan sebagai tindakan eksploitasi hutan. Jika hal tersebut dibiarkan, maka masalah lingkungan pun akan terjadi, seperti banjir, kekeringan dan tanah longsor.

Selain dikatakan sebagai sang penakhluk alam, manusia juga dikatakan sebagai makhluk yang lebih terhormat jika dibandingkan dengan makhluk yang lainnya. Dengan adanya pandangan yang demikian mengenai alam, maka jelas jika manusia akan menjadi makhluk yang merusak alam seperti melakukan pembalakan liar. Tidak hanya itu, manusia juga akan semena-mena terhadap alam dan terus melakukan perusakan tanpa memperdulikan dampaknya. Seperti yang terjadi di kawasan Meru Betiri, perburuan hewan langka juga terjadi. Hal itu karena manusia berpikir bahwa hewan bukanlah makhluk yang terhormat. Sehingga mereka dengan semena-mena memburu hewan liar di hutan dan dijual untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tindakan seperti ini tentu tidak baik dan merusak. Kawasan hutan yang seharusnya dijaga dan dilestarikan malah dijadikan sebagai objek eksploitasi demi memuaskan keinginan manusia.

  • Manusia Mempengaruhi Alam dan Sebaliknya

Kasus pembalakan liar yang terjadi di kawasan Taman Nasional Meru Betiri merupakan dampak dari usaha manusia untuk mempengaruhi alam. Alam dipengaruhi dan diekspolitasi. Keberadaan alam yang seharusnya alami telah diubah oleh manusia dan dieksploitasi terus-menerus demi keuntungan manusia belaka. Ketika alam sudah berhasil dipengaruhi oleh manusia, maka sifat alam yang natural itu sudah mulai hilang. Sifat manusia yang mempengaruhi alam ini ternyata memberikan efek yang kurang baik bagi keberdaan alam. Karena manusia bukan menjaga kelestarian alam, akan tetapi manusia malah mengeksploitasi alam.

Selain manusia yang mempengaruhi alam, ternyata manusia juga memiliki sikap untuk dipengaruhi oleh alam, hal itu terjadi bila alam mulai menimbukan bencana. Misalnya saja dalam kasus pembalakan liar yang terjadi di Taman Nasional Meru Betiri. Bila dampak dari pembalakan liar itu telah menimbulkan bencana yang mengancam kehidupan manusia, maka manusia akan menjadi sadar dan mulai mengikuti apa yang sudah menjadi hukum-hukum alam. Alam tidak tersedia untuk dieksploitasi dan dikuras terus-menerus, akan tetapi alam ada untuk dijaga dan dilestarikan keberadaannya.

  • Pentingnya Menjaga Area Hutan

Kasus pembalakan liar yang terjadi di wilayah Taman Nasional Meru Betiri dapat dikatakan sebagai masalah yang serius. Hal itu terjadi karena hutan yang pada dasarnya sebagai tempat yang digunakan sebagai penghasil oksigen dan penyimpan cadangan air harus ditebang secara ilegal oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jika hal tersebut tidak segera ditanggulangi, bukan tidak mungkin area hutan yang seharusnya dijaga kelestariannya akan rusak. Masalah yang parah akan timbul jika kawasan hutan menjadi rusak. Masalah bencana kekeringan, tanah longsor, dan juga banjir dapat mengancam kehidupan masyarakat.

Kasus yang terjadi di kawasan Taman Nasional Meru Betiri ternyata tidak hanya pembalakan liar, ada juga kasus perburuan satwa liar. Hal ini perlu mendapatkan penanganan yang serius. Jika aparat keamanan hutan tidak segera mengambil tindakan tegas. Bukan tidak mungkin tindakan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atas perusakan hutan akan semakin merajalela.

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1.  Kesimpulan

Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya. Manusia mempunyai pengaruh penting dalam tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan yang akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.

Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Kasus mengenai pembalakan liar yang terjadi di kawasan Taman Nasional Meru Betiri merupakan peranan manusia yang bersifat negatif karena merusak alam. Sikap manusia yang berusaha menguasai alam (Antroposentisme) memberikan dampak yang negatif bagi keberlangsungan alam karena manusia selalu berusaha untuk mengeksploitasi alam demi memenuhi keinginannya.

3.2.  Saran

Memiliki kawasan hutan yang selalu terjaga dan lestari merupakan dambaan bagi setiap masyarakat. Saat ini banyak terjadi pembalakan liar yang merusak lingkungan hutan dan mengancam kelestarian alam hutan. Untuk itu, kebersamaan dalam menjaga lingkungan kawasan hutan sangat perlu kita lakukan agar harapan kita semua untuk memiliki hutan yang lestari dapat terwujud.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Maruli, A. (2011, June 15). Ada 20 Kasus Pembalakan Liar di Meru Betiri. Retrieved October 26, 2013, from ANTARA News: http://www.antaranews.com/berita/263079/ada-20-kasus-pembalakan-liar-di-meru-betiri

Timoera, D. A. (2012). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Unit Pelaksana Teknis UPT MKU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s