Business Plan “Kejam Tiram”

Posted: June 14, 2013 in Pengantar Manajemen

BUSINESS PLAN

Kejam Tiram

Disusun Oleh :

FADHIL MUHAMMAD

MUHAMMAD ARIEF FAUZI

TONI PRASETIYO

INTRODUCTION TO MANAGEMENT

S1 AKUNTANSI REG B 2012

 

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2013

BAB I

EXECUTIVE SUMMARY

1. Judul Bisnis Plan :

KEJAM TIRAM (Keripik Jamur Tiga Rasa Menantang)

2. Tujuan Bisnis Plan :

Meningkatkan nilai ekonomi dan manfaat jamur tiram

Menambah keragaman produk pangan olahan vegetarian yang dapat disimpan lama.

Memasyarakatkan makanan vegetarian dalam bentuk kripik dari jamur.

3. Visi dan Misi Perusahaan

Menjadi supplier keripik jamur tiram terbesar di Indonesia khususnya  Jabodetabek. Dengan cara menciptakan sebuah makanan yang sehat dan bergizi, juga menyebarluaskan tentang manfaat jamur tiram ke masyarakat luas.

4. Deskripsi Produk dan Keunggulan

Produk jamur tiram yang dihasilkan berupa kripik jamur tiram dengan rasa khas Indonesia seperti,  jamur tiram balado, jamur tiram rendang dan jamur tiram soto ayam yang dibungkus dengan kemasan berbentuk jamur dengan harga yang ekonomis.

5. Sasaran Pemasaran

Lingkungan pemukiman penduduk di  sekitar wilayah jabodetabek.

6. Strategi Perusahaan

Strategi kami adalah dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggan dengan terus menjaga kualitas dari produk yang kami hasilkan.

7. Kebutuhan Investasi dan Biaya Operasional

Investasi yang diperlukan untuk usaha ini sebesar Rp. 512.000,00* sedangkan biaya Operasional (per bulan) dibutuhkan sebesar Rp 1.770.000,00

*Modal Usaha – Biaya Perlengkapan & Peralatan – Biaya Langsung

8. Resume Keuangan

a.   Penjualan = Harga Jual x Kapasitas Produksi = Rp. 90.000,00 x 100 kg = Rp. 9.000.000,00 /bulan

b.   Net Profit =  Rp. 1.448.000,00 /bulan

c.   BEP Unit : 61,8 Unit

d.   ROI =  Net Investment : Net Profit  = Rp.   1.800.000,- :  Rp.    1.448.000,- =  1,24 bulan

BAB II

PERUSAHAAN

 

2.1. Profil Perusahaan

Perusahaan kami bernama CV. TRIO MONKEY. TRIO MONKEY disini merupakan suatu singkatan dari “Trio Money Key”, karena kami ingin menjadi kunci uang yang nantinya mengendalikan perekonomian dunia. Kami terdiri dari 3 mahasiswa yang ingin memulai dan berpartisipasi dibidang kewirausahaan, dengan mengandalkan skill dan keahlian kami yang beragam dan terbatas, namun mampu memaksimalkan kelebihan tersebut untuk selalu menjadi yang terbaik dan nomor 1 dipenjuru dunia. CV. TRIO Monkeyberdiri pada 12 Desember 2012.  Namun dalam memulai wirausaha ini kami akan menjual KEJAM TIRAM (Keripik Jamur Tiga Rasa Menantang) sebagai produk unggulan kami.

2.2. Data Perusahaan

Profil

2.3. Visi dan Misi Perusahaan

Visi

Menjadi supplier keripik jamur tiram terbesar di Indonesia khususnya  Jabodetabek.

Misi

  • Menciptakan produk makanan yang sehat dan bergizi.
  • Memperkenalkan jamur tiram secara luas kepada masyarakat melalui pendekatan kualitas (cita rasa, mutu dan kesegaran) dan pendekatan pelayanan konsumen.
  • Mensosialisasikan manfaat jamur tiram bagi kesehatan masyarakat khususnya sekitar Jabodetabek dan Indonesia pada umumnya.

2.4. Latar Belakang

Keberadaan jamur tiram pada awalnya banyak ditemukan tumbuh liar di hutan, kebun, bahakan tumbuh di kayu yang sudah lapuk. Sejalan dengan permintaan pasar yang terus meningkat, maka beberapa jamur dibudidayakan di Indonesia. Sebagai bahan makanan, jamur memiliki kelebihan dibandingkan dengan bahan makanan lainnya. Kelebihan jamur terletak pada kandungan gizinya yang tinggi dan cita rasanya yang lezat.

Ketersediaan bahan baku dan kandungan gizi didalamnya membuat prospek pengolahan jamur mendapat respon yang baik dari masyarakat. Agroindustri keripik jamur tiram di masyarakat cukup cerah dan pangsa pasar penerima hasil produksi juga terbuka lebar. Hal ini didukung juga pola konsumsi masyarakat yang mulai memperhatikan kandungan gizi makanan dan back to nature gaya hidup vegetarian maka dilakukan kegiatan diversifikasi pengolahan jamur tersebut sebagai alternatif makanan yang menyehatkan.

Segmentasi pasar khususnya makanan erat kaitannya dengan penilaian konsumen terhadap keamanan produk dan nilai fungsionalnya untuk kesehatan. Kripik jamur tiram merupakan salah satu alternatif olahan pangan yang menyehatkan (healthy foods). Selain itu kripik jamur tiram memiliki umur simpan yang relatif lama sampai berbulan-bulan, sehingga mempunyai prospek ekonomi yang bagus.

Untuk memproduksi hasil olahan jamur akan lebih hemat jika mempunyai budidaya jamur sendiri. Budidaya jamur tiram ini sangat mudah karena iklim di Indonesia juga mendukung pertumbuhan jamur, yaitu suhu yang cukup hangat, dan didukung juga cara mendapatkan bibit dan media tanamnya juga sangat mudah dengan harga murah. Biasanya produksi jamur tersebut hanya dijual dalam bentuk segar. Padahal jamur mudah menjadi layu atau membusuk dalam beberapa hari saja sehingga perlu diolah agar tahan lama, maka kripik jamur tiram ini sebagai alternatif diversifikasi pengolahan jamur tersebut.

2.5. Kegiatan Perusahaan

• Survei Pasar

Pada tahap ini dilakukan observasi terhadap kondisi pasar kripik jamur tiram di wilayah jabodetabek. Dengan observasi tersebut akan diperoleh berbagai informasi dan datayang bermanfaat untuk dijadikan masukan dalam menyusun studi kelayakan usaha.

Survei dilakukan dengan melakukan pengamatan di lapangan dan wawancara dengan konsumen dan penjual. Dari hasil pengamatan tersebut akan diperoleh banyak masukan dari para konsumen dan penjual.

• Studi Kelayakan Usaha

Setelah dilakukan survei pasar maka diperoleh data-data pendukung untuk menyusun studi kelayakan usaha. Dari studi kelayakan usaha dapat diketahui apakah produksi kripik jamur tiram layak maupun tidak layak untuk didirikan.

• Penetrasi Pasar

Ketika produksi kripik jamur tiram sudah diproduksi maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pemasaran terhadap produk tersebut. Penetrasi pasar dilakukan dengan cara melakukan publisitas, diikuti komunikasi pemasaran yang intensif untuk mengenalkan produk ke pasar.

• Pangsa Pasar

Setelah melakukan penetrasi pasar, langkah selanjutnya yaitu memiliki pangsa pasar yang lebih besar. Pangsa pasar dapat diperoleh dengan melakukan strategi pemasaran yang tepat.

BAB III

PRODUK

 

3.1. Deskripsi Produk

Produk jamur tiram yang dihasilkan berupa kripik jamur tiram balado, jamur tiram rendang dan jamur tiram soto ayam.

3.2. Manfaat Produk

Manfaat dari jamur tiram ini banyak sekali diantaranya :

  • Dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah.
  • Antitumor, Antioksidan.
  • Dapat mencegah diabetes, anemia.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio, influenza, kekurangan gizi.

3.3. Bahan Baku

Bahan yang diperlukan adalah :

  • Jamur tiram segar
  • Telur ayam
  • Tepung beras
  • Tepung terigu
  • Tepung maizena
  • Bawang putih
  • Ketumbar
  • Garam
  • Air
  • Penyedap rasa
  • Bumbu tabur balado
  • Bumbu tabur rendang
  • Bumbu tabur soto ayam

3.4. Proses Produksi

Aliran proses produksi kripik vegetarian dari jamur pada unit industri ini dimulai dari bahan baku jamur tiram putih yang diperoleh dari petani jamur yang merupakan mitra kerja Tim Pelaksana. Sedangkan bahan pengisi dan bahan pembantu lain banyak tersedia di pasar-pasar tradisional. Pengendalian kualitas bahan baku dilakukan dengan melakukan sortasi terhadap jamur tiram putih dan bahan pengisi serta bahan pembantu lainnya sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. Jamur tiram harus dalam keadaan segar (tidak layu) dan warnanya putih serta tidak terdapat kotoran-kotoran yang menempel. Setelah jamur disortasi dan ditimbang sesuai resep dan dicuci.

Selanjutnya jamur dikukus selama 5 menit diperas sampai airnya habis. Setelah ditiriskan di campur dengan bumbu yang telah dihaluskan (bawang putih, telur ayam, garam dan penyedap rasa) ditunggu kurang lebih 10 menit agar meresap. Disamping menunggu proses peresapan bumbu, menyiapkan campuran tepung terigu, tepung beras dan tepung maizena. Kemudian melumuri jamur dengan campuran tepung sampai rata. Kemudian digoreng dengan minyak goreng setengah matang, dengan tujuan jamur yang dihasilkan akan lebih renyah dalam waktu penyimpanan yang relative lama, setelah agak dingin dilakukan penggorengan yang kedua sampai warna kuning agak kecoklatan Untuk mengeluarkan sisa-sisa minyak, abon hasil penggorengan dipres manual selama 10 menit. Kripik jamur tiram diangin-anginkan sampai mencapai suhu kamar lalu siap untuk dikemas dan diberi bumbu lalu diperdagangkan.


BAB IV

ANALISIS PASAR

 

4.1. Analisis Perusahaan

Kegiatan perusahaan dalam memasarkan produk makanan sehat, kreatif dan cinta Indonesia, 3P dan Rainbow Pasta ini menggunakan beberapa strategi perusahaan, yaitu Strategi pemasaran, produksi, keuangan, dan Organisasi&Manajemen.

  • Strategi Pemasaran
  1. Menawarkan  langsung kepada konsumen dari mulut ke mulut
  2. Membuat akun media sosial seperti Facebook, Twitter, Situs Web, dll
  3. Membuka stan di pinggir jalan yang letaknya strategis.
  • Strategi Produksi
  1. Pensortiran Jamur
  2. Pencucian menggunakan air yang bersih
  3. Pengukusan Jamur
  4. Pencampuran bumbu (rempah-rempah)
  5. Pelumuran jamur dengan tepung (tepung terigu, tepung beras dan tepung maizena)
  6. Proses penggorengan jamur
  7. Penaburan bumbu tabur (balado, soto, rendang)
  8. Pengemasan produk
  • Strategi Keuangan
  1. Menulis pemasukan harian, bulanan, dan tahunan, dan melaporkan tiap bulanan
  2. Menulis pengeluaran harian, bulanan dan tahunan, dan melaporkan tiap bulanan
  3. Menulis keuntungan harian, bulanan dan tahunan, dan melaporkan tiap bulanan
  • Strategi Organisasi dan Manajemen
  1. Pemberian peraturan dan perjanjian bekerja oleh para manajer kepada tenaga kerja
  2. Penjelasan sistem produksi, pemasaran, dll.
  3. Menjelaskan pembukuan keuangan harian, bulanan, dan tahunan

4.2. Analisis Pesaing

Dalam menjalankan usaha dengan produk keripik jamur ini memang memasuki wilayah pasar produk yang memiliki pesaing yang jarang  namun dibutuhkan sumber dana permodalan yang tinggi. Untuk itu pada bagian kali ini berisi tentang analisa persaingan dari kompetitor usaha kami.

4.3. Analisis Pelanggan/ Konsumen

a. Segmenting

Dalam melakukan pemasaran produk, perlu diketahui dengan jelas siapa segmen pasar yang akan dibidik, sehingga dapat dilakukan pemilihan strategi-strategi pemasaran yang tepat. Produk kripik jamur tiram segmen pasar yang dibidik yaitu masyarakat yang pola hidup mereka lebih mengarah kepada pola hidup sehat yang memperhatikan kandungan gizi makanan dan back to nature gaya hidup vegetarian, karakteristik perilaku back to nature umumnya masyarakat dari kalangan menengah ke atas.

b. Targetting

Pangsa pasar kami adalah masyarakat tingkat ekonomi menengah keatas sebagai pembeli potensial. Dengan kemampuan ekonomi yang tinggi, maka daya beli akan suatu produk akan tinggi pula. Tetapi tidak menutup kemungkinan konsumen dari kalangan menengah kebawah karena masyarakat sudah sangat perhatian terhadap makanan yang dikonsumsinya. Dan didukung harga kripik yang masih terjangkau oleh masyarakat. Jadi dapatdijangkau oleh semua kalangan.

c. Positioning

Dengan adanya positioning yang kuat maka akan meningkatkan nilai produk tersebut. Untuk produk kripik jamur tiram kita memposisikan bahwa kripik jamur tiram ini memiliki kadar nilai gizi yang lebih tinggi, dengan kandungan yang rendah kolesterol sehingga dapat mencegah penyakit darah tinggi (hipertensi) dan aman bagi mereka yang rentan terhadap serangan jantung, serta baik juga untuk dikinsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Sehingga kami memberikan tagline pada produk kripik ini ”Lebih Aman dan Bergizi”. ”. Dengan tagline tersebut komunikasi yang dibangun bahwa kripik jamur tiram tidak kalah dengan kripik dari daging yang mempunyai cita rasa khas dan nilai gizinya, bahkan lebih baik dan lebih aman bagi mereka yang diet pada makanan yang tinggi lemak.

4.4. Analisis Lingkungan Usaha

1.   Analisis SWOT

a.      Strenghts (Kekuatan)

  • Harga yang terjangkau di setiap kalangan.
  • Memiliki kandungan gizi yang tinggi.
  • Memiliki cita rasa yang bervariasi dan lezat.
  • Sertifikasi Halal MUI.

b.      Weakness (Kelemahan)

  • Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui kandungan gizi jamur.
  • Masih sedikitnya pembudidayaan jamur tiram.
  • Rendahnya minat masyarakat untuk mengonsumsi jamur.

c.       Opportunities (Peluang)

  • Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen yang menjanjikan.
  • Pertumbuhan pasar dimungkinkan meningkat.
  • Masih sedikitnya supplier keripik jamur tiram.

d.      Threats (Ancaman)

  • Munculnya banyak pesaing baru.
  • Cuaca panas yang mengancam kualitas jamur.

2.    4 W (What, Where, When, Why)

  • What (Produk apa yang kita hasilkan)

Kami memproduksi sebuah produk makanan keripik dengan bahan baku jamur tiram dengan cita rasa Indonesia yang telah disesuaikan dengan selera masyarakat lokal. Lalu diinovasikan dengan berbagai masakan Indonesia yang menggugah selera, dan menyehatkan serta bergizi tinggi.

  • Where (Dimana kami memproduksi dan mamasarkan produk ini)

Kami memproduksi produk ini di wilayah tempat tinggal salah seorang dari kami yaitu di wilayah JL. Raya Pondok Petir No.11-Depok. Pemasaran produk kami nantinya akan dibuka di stand-stand sekitar wilayah jabodetabek.

  • When (Kapan kami memulai Produksi produk ini)

Kami akan memulai produksi produk ini secepat yang kami bisa, setelah kami selesai dalam pembuatan Business Plan serta selesai dalam melakukaan pematangan pengelolaan bisnis ini.

  • Why (Kenapa kami memilih produk ini sebagai produk perusahaan kami)

Dasar pemikiran dari penciptaan produk ini adalah keadaan makanan ringan atau cemilan Indonesia yang sekarang telah jauh dari kata sehat, karena lebih didominasi oleh makanan-makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya. Alasan lainnya yaitu karena melimpahnya sumber daya jamur tiram yang bergizi tinggi dan memiliki biaya yang tidak terlalu mahal sehingga nantinya dapat memenuhi asupan gizi bagi masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau bagi semua kalangan .

3.     4 P (Product, Place, Price, Promotion)

a. Product

Produk yang ditawarkan merupakan produk kripik jamur tiram yang memiliki kualitas terbaik dengan kadar gizi yang tinggi dan menyehatkan dan sekaligus berkhasiat obat. Sebagai makanan vegetarian, jamur ini memberi manfaat kesehatan karena jamur tiram mengandung asam amino essensial, protein tinggi (19-35%), lemak tidak jenuh (unsaturated) yang aman bila dikonsumsi karena tidak menyebabkan timbulnya kolesterol darah, vitamin, mineral dan serat yang cukup tinggi (7,4-27,6%). Dan juga berkhasiat mencegah tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio dan influenza serta kekurangan gizi.

b.Place

Apa yang telah kita tawarkan diatas tidak akan sampai ke konsumen jika produknya tidak berada pada tempat yang tepat. Saluran distribusi yang tepat merupakan salah satu kunci kesuksesan pemasaran produk. Kita memilih saluran distribusi berupa toko pusat oleh-oleh. Toko pusat oleh-oleh sudah memiliki image yang kuat sebagai tempat membeli aneka makanan ringan untuk oleh-oleh atau dikonsumsi sendiri.

c. Price

Pricing menurut Raymond Corey adalah ekspresi nilai yang menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi, dan layanan yang menyertainya. Sehingga pricing bukan semata-mata biaya produksi ditambah dengan marjin keuntungan yang akan kita ambil. Melainkan sebuah nilai yang mencerminkan value proposition. Dalam menentukan harga kripik jamur tiram, kita mempertimbangkan hal-hal yang telah disebutkan oleh Raymond Corey. Harga yang tepat akan memiliki ikatan yang erat antara pembeli dan produsen.

d. Promotion

Pemasaran yang baik tidak hanya sekedar memasarkan produk yang bagus, menetapkan harga yang menarik dan membuat produk itu terjangkau oleh konsumen sasaran. Produsen juga harus berkomunikasi dengan konsumen mereka. Setiap produsen tidak bisa melepaskan diri sebagai komunikator dan promotor. Dengan komunikasi yang efektif maka pesan yang akan disampaikan kepada konsumen tentang sebuah produk akan mudah dimengerti dan dipahami oleh mereka.

Komunikasi yang akan dibangun untuk meningkatkan citra produk kripik jamur tiram yaitu dengan mengangkat tema-tema kesehatan yang aman. Selama ini banyak yang mengkonsumsi aneka camilan dengan alasan untuk diet guna menghindari kegemukan namun masih menginginkan cita rasa yang sama seperti menkonsumsi aneka camilan yang berasal dari daging, maka jamur tiram alternatifnya. Hal ini disebabkan kripik jamur tiram mengandung lemak tidak jenuh (unsaturated) yang aman bila dikonsumsi karena tidak menyebabkan timbulnya kolesterol darah yang memicu kegemukan. Proses komunikasi juga terus berjalan untuk memperkuat positioning yang telah dibangun dengan publisitas.

BAB V

OPERASI

 

5.1. Proses Operasi

Alur  Proses Produksi

Alur Proses Produksi

Mekanisme Kerja

Mekanisme kerja organisasi yang baik dalam pelaksanaannya dapat berjalannya organisasi secara efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat tercapai. Mekanisme kerja CV.TRIO MONKEY di bagi sesuai dengan uraian tugas (job description) masing-masing ini dimasudkan agar kinerja perusahaan lebih terarah,efektif dan efisien.

5.2. Lokasi Usaha

Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini secara umum adalah semua kalangan, khususnya masyarakat menengah ke bawah. Oleh karenanya, lokasi usahakami akan dibuka disekitar wilayah jabodetabek. Karena menurut kami di wilayah tersebut masyarakatnya cenderung lebih konsumtif dibandingkan di wilayah lain.


BAB VI

ORGANISASI DAN MANAJEMEN

 

6.1. Struktur Organisasi

ORGANISASI MANAJEMEN

StrukturOrganisasi

Struktur Organisasi

6.2. Uraian Tugas (Job Description)

  • Tugas dari Manajemen Produksi adalah mencari tau bagaimana cara memproduksi suatu produk dengan lebih efisien. Memastikan bahan baku yang digunakan memiliki kualitas terbaik, dan bisa menghasilkan barang yang memuaskan bagi para pelanggan.
  • Tugas dari Manajemen Marketing adalah berusaha mencari tau apa yang diinginkan oleh pasar dan bagaimana caranya untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan kami. Misalnya dengan pamflet, iklan, bisa juga untuk menarik konsumen memberikan potongan harga, dll.
  • Tugasdari Manajemen Keuangan adalah mengawasi dengan cermat setiap transaksi keuangan yang terjadi di perusahaan. Seperti harga bahan baku pembuatan produk, proses produksinya, hingga saat penjualan produknya nanti. Manajemen ini juga memikirkan bagaimana keuntungan yang tinggi bisa diperoleh.­­­­

6.3. Personalia/ Staffing, Kualifikasi

Personalia (Staffing)

Personalia

Beberapa posisi strategis yang terdapat dalam perusahaan kami, yaitu;

  • Divisi Produksi

Kepala divisi bagian produksi, dipimpin oleh Toni Prasetiyo. Toni dipilih untuk menduduki posisi ini karena dinilai kompeten dan berpengalaman. Dengan mempercayakan Toni pada jabatan ini, kami yakin produksi barang yang dilakukan oleh perusahaan kami berjalan lancar.

  • Divisi Pemasaran

Kepala divisi bagian pemasaran, dipimpin oleh Fadhil Muhammad. Seseorang yang menduduki posisi ini ialah sosok pribadi yang mudah bergaul, bersemangat tinggi, dan pandai berkomunikasi. Berbagai kelebihan yang ia miliki membuatnya mudah untuk memasarkan produk yang kami tawarkan sehingga berpeluang untuk memperoleh keuntungan maksimal.

  • Divisi Keuangan

Posisi sebagai kepala divisi bagian keuangan ditempati oleh M.Arief Fauzi. Arief dipercaya untuk menempati bagian ini karena keahliannya untuk membuat estimasi biaya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan hitung-menghitung, sudah tidak dapat diragukan lagi.

BAB VII

KEUANGAN

 

7.1. Rencana Investasi dan Pra Operasi

Untuk memulai usaha ini kami akan menggunakan uang kami masing-masing sebagai modal usaha.

Periode perhitungan = 1 bulan (20 hari kerja)
Dalam 1 hari dilakukan 1 kali proses produksi 5 kg jamur tiram putih basah.
Kapasitas produksi / bulan = 5 kg x 20 = 100 kg

a.       Biaya Pra-Operasi

Biaya Pra Operasi

b.      Rencana Investasi

Modal Usaha

Uang Tunai Rp 600.000,-/orang = Rp 1.800.000,-

7.2. Biaya Tetap (FC)

Biaya Usaha (operasional)

Biaya Usaha

Biaya Penyusutan/Depresiasi Perlengkapan dan Peralatan

Biaya Penyusutan

Jumlah depriasi / tahun = Rp 1.039.500 = Rp 557.000 / bulan

Dana Sosial= Rp 20.000/bulan

Total Biaya Tetap (FC) = Biaya Usaha + Depresiasi + Dana Sosial
= Rp. 1.770.000,00 + Rp. 557.000,00 + Rp. 20.000,00 = Rp. 2.347.000,00

7.3. Biaya Tidak Tetap (VC)

Biaya Bahan Baku dan Pembantu (Biaya Langsung)

BB

Biaya Energi (Bahan Bakar)

B. Energi

Biaya Perawatan dan Perbaikan

B. Perawatan

Total Biaya Tidak Tetap (VC) = Biaya Bahan Baku dan Pembantu + Biaya Energy (Bahan Bakar) + Biaya Perawatan dan Perbaikan
= Rp. 4.907.000,00 + Rp. 130.000,00 + Rp. 168.000,00 = Rp. 5.205.000,00

Biaya Produksi = VC+FC
= Rp. 5.205.000,00 + Rp. 2.347.000,00 = Rp. 7.552.000,00 / bulan

7.4. Proyeksi Penjualan

Kapasitas Produksi = 5 kg x 20 hari = 100 kg / bulan

Harga pokok penjualan = Rp. 75.520,00/ kg kripik.

Harga Jual = Rp. 9.000,00/ 100 gram = Rp. 90.000/kg kripik

Penjualan = Harga Jual x Kapasitas Produksi
= Rp. 90.000,00 x 100 kg = Rp. 9.000.000,00 / bulan

Biaya Tidak Tetap (VC) / unit = Rp 52.050,00

7.5. Proyeksi Laba Rugi

Laba Bersih / bulan = Hasil Penjualan – Biaya Produksi
= Rp. 9.000.000,00 – Rp. 7.552.000,00 = Rp. 1.448.000,00

7.6. Break Event Point (BEP)

BEP unit adalah

= Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)

= Rp. 2.347.000,00/ (Rp.90.000 – Rp.52.050)

= Rp. 2.347.000,00/ Rp.37.950 = 61,8 unit

7.7. ROI

ROI     =  Net Investment : Net Profit

              = Rp.   1.800.000,-  : Rp.    1.448.000,- =  1,24 bulan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s