Economic Growth

Posted: March 11, 2013 in Pengantar Ekonomi 2

A. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah ekonomi dalam jangka panjang dan fenomena penting yang dialami dunia semenjak dua abad belakangan ini. Dalam periode tersebut dunia telah mengalami perubahan yang sangat nyata apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya.  Ditinjau dari sudut ekonomi, perkembangan ekonomi dunia yang berlaku menimbulkan dua efek penting yang sangat menggalakkan, yaitu: kemakmuran atau taraf hidup masyarakat makin meningkat dan ia dapat menciptakan kesempatan kerja yang baru kepada penduduk yang terus bertambah jumlahnya.

Setiap negara mempunyai kesempatan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi oleh karena faktor-faktor produksi bertambah dari satu periode keperiode lainnya dan oleh karenanya pendapatan nasional dapat ditingkatkan. Akan tetapi belum tentu perkembangan yang berlaku dapat mencapai potensi pertumbuhan yang dapat diwujudkan. Apabila hal ini berlaku, masalah pengangguran dapat  menjadi semakin serius. Keadaan seperti ini dapat dilihat dalam perekonomian yang selalu mengalami pertumbuhan yang lambat

Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian  yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah. Dalam kegiatan perekonomian yang sebenarnya pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan fisikal produksi barang dan jasa yang berlaku di suatu negara, seperti pertambahan dan jumlah produksi barang industry, perkembangan infrastruktur, pertambahan jumlah sekolah, pertumbuhan produksi sektor jasa dan pertambahan produksi barang modal.

B. Teori-teori Pertumbuhan Ekonomi

1) Teori Pertumbuhan Klasik

Menekankan tentang pentingnya faktor-faktor produksi dalam menaikkan pendapatan nasional dan mewujudkan pertumbuhan. Akan tetapi yang terutama diperhatikan ahli ekonomi Klasik adalah peranan tenaga kerja. Menurut mereka tenaga kerja yang berlebihan akan mempengaruhi pertunbuhan ekonomi.

Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu: jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan.

Berdasarkan teori pertumbuhan klasik yang baru deiterangkan, dikemukakan suatu teori yang menjelaskan perkaitan di antara pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori penduduk optimum.

a)      Teori Adam Smith

Teori ini beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada adanya pertambahan penduduk.

b)     Teori T.R. Malthus

Teori ini berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan upah menjadi turun.

2) Teori Pertumbuhan Neo-Klasik

Melalui kajian empirikal teori ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan peningkatan kemahiran masyarakat merupakan faktor yang terpenting yang dapat mempercepat pembangunan pertumbuhan ekonomi. Teori pertumbuhan Neo-Klasik melihat dari sudut pandangan yang berbeda, yaitu dari segi penawaran.

a)      Teori Robert Solow

Menurut teori ini, yang dikembangkan oleh Abramovits dan Solow—pertumbuhan ekonomi tergantung kepada perkembangan faktor-faktor produksi.

Analisis Solow selanjutnya membentuk formula matematik untuk persamaan itu dan seterusnya membuat pembuktian secara kajian empiris untuk menunjukkan kesimpulan berikut : Faktor terpenting yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan perambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting adalah kemajuan teknologi dan pertambahan kemahiran dan  kepakaran tenaga kerja.

Setelah itu beberapa ahli ekonomi lain melakukan penyelidikan yang sama sifatnya, Salah satu studi yang terkenal adalah yang dilakukan oleh denison yang menganalisis faktor yang mengakibatkan perkembangan di negara maju di antara tahun 1950-1962. Dari studinya tersebut menunjukkan bahwa bukan modal tetapi teknologi dan perkembangan keterampilan yang menjadi faktor utama yangmewujudkan pertumbuhan ekonomi.

b)      Teori Schumpeter

Menekankan tentang peranan usahawan yang akan melakukan inovasi dan investasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Schumpeter, makin tinggi tingkat kemajuan sesuatu ekonomi semakin terbatas kemungkinan untuk mengadak inovasi. Maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi bertambah lambat jalannya. Pada akhirnya akan tercapai tingkat “keadaan tidak berkembang “ atau “stationary state”

c)     Teori Harrod-Domar

Menunjukkan peranan investasi sebagai faktor yang menimbulkan pertambahan pengeluaran agregat. Teori ini pada dasarnya menekankan peranan segi permintaan dalam mewujudkan pertumbuhan.

Dalam meganalisis mengenai masalah pertumbuhan ekonomi, teori ini bertunjuan untuk menerangkan syarat yang harus dipenuhi supaya suatu perekonomian dapat mencapau pertumybuhan yang teguh atau steady growth dalam jangka panjang. Analisis Harrod-Domar menggunakan pemisalan-pemisalan berikut: barang modal telah mencapai kapasitas penuh, tabungan adalah proporsional dengan pendapatan  nasional, rasio modal-produksi  (capital output ratio) tetap nilainya., dan perekonomian terdiri dari dua sektor.

C. Faktor-faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi

Beberapa faktor penting yang dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi sebagai berikut.

1)      Tanah dan kekayaan alam lainnya

Kekayaan alam sesuatu negara meliputi luas dan kesuburan tanah, keadaan iklim dan cuaca, jumlah dan jenis hasil hutan dan hasil laut yang dapat diperoleh, jumlah dan jenis kekayaan barang tambang yang terdapat. Kekayaan alam akan dapat mempermudah usaha untuk mengembangkan perekonomian suatu negara, terutama pada masa-masa permulaan dari proses pertumbuhan ekonomi.

2)      Jumlah dan mutu dari penduduk dan tenaga kerja

Penduduk yang bertambah dari waktu ke waktu dapat menjadi pendorong maupun penghambat kepada perkembangan ekonomi. Penduduk yang bertamabah akan memperbesar jumlah tenaga kerja, dan penambahan tersebut memungkinkan negara itu menambah produksi. Disamping itu sebagai akibat pendidikan, latihan dan pengalaman kerja, keterampilan penduduk akan seallu bertamah tinggi. Hal ini akan menyebabakan produktivitas bertambah dan ini selanjutnya menimbulkan pertambahan produksi yang ebih cepat daripada pertambahan tenaga kerja.

3)      Barang-barang modal dan tingkat teknologi

Barang-barang modal dan teknologi penting artinya dalam mempertinggi keefisienan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, stok barang modal harus terus bertambah.  Penambahan stok barang modal dilakukan melalui investasi. Oleh karena itu untuk meningkatkan stok barang modal adalah dilakukan upaya menangani faktor-faktor yang memengaruhi investasi.

Penggunaan teknologi yang makin tinggi sangat memacu pertumbuhan ekonomi. Manfaat kemajuan teknologi bagi perekonomian suatu negara adalah:

  • Kemajuan teknologi dapat mempertinggi efisiensi produksi suatu barang, sehingga akan menurunkan biaya produksi dan meningkatkan jumlah produksi;
  • Kemajuan teknologi menimbulkan penemuan (inovasi) barang-barang baru yang belum pernah diproduksikan sebelumnya; dan
  • Kemajuan teknologi dapat meningkatkan mutu barang-barang yang diproduksikan.

4)      Sistem sosial dan sikap masyarakat

Sistem sosial dan sikap masyarakat memegang peranan yan cukup penting dalam pertumbuhan eonomi. Di negara-negara berkembang, sistem sosial dan sikap masyarakat sering kali menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. Misalnya, adat-istidadat tradisional dapat menghambat masyarakat untuk menggunakan cara-cara produksi modern dan produktif.

D. Pendapatan Per Kapita Sebagai Pengukur Kemakmuran

Membandingkan Pendapatan Per Kapita

Untuk membandingkan tingkat kemakuran sesuatu masyarakat digunakan data pendapatan per kapita dalam mata uang sendiri maupun dalam dolar Amerika Serikat (apabila ia digunakan untuk tujuan perbandingan). Data pendapatan nasional tidak dapat digunakan untuk menggambarkan tingkat kemakmuran karena berbagai negara mempunyai jumlah penduduk yang sangat berbeda. Dengan demikian, walaupun pendapatan nasional Negara A adalah lebih besar jika dibandingkan dengan Negara B, keadaan ini tidak dapat diartikan bahwa penduduk Negara A tingkat kemakmurannya lebih tinggi dari Negara B.

Dalam menggunakan data pendapatan per kapita dalam membandingkan tingkat kemakuran di berbagai negara, perlulah disadari bahwa perbandingan tersebut mempunyai banyak kelemahan. Oleh sebab itu perbandingan seperti itu harus dipandang sebagai gambaran kasar dari perbedaan tingkat kemakmuran yang dicapai berbagai negara. Salah satu fakor yang menyebabkan ketidaktepatan cara perbandingan itu adalah perbedaan dalam biaya hidup atau costs of living di antara berbagai negara.

Pendapatan Per Kapita dan Cara Perhitungannya

Salah satu komponen dari pendapatan nasioanl yang selalu dilakukan penghitungannya adalah pendapatan per kapitam yaitu pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada suatu masa tertentu. Nilainya diperoleh dengan membagi nilai Produk Domestik Burto (PDB) atau Produk Nasional Bruto (PNB) suatu tahun tertnetu dengan jumlah penduduk pada tahun tersebut.

Dengan demikian pendapatan per kapita dapat dihitung dengan menggunakan salah satu rumus berikut:

a)      PDB Per Kapita =          PDB/Jumlah Penduduk

b)      PNB Per Kapita =         PNB/Jumlah Penduduk

Dalam menghitung pendapatan per kapita dua macam penghitungan dapat dilakukan, yaiut berdasarkan harga yang berlaku dan harga tetap. Penghitungan pendapatan per kapita menurut harga yang berlaku penting untuk memberi gambaran mengenai kemampuan rata-rata dari penduduk negara itu berbelanja dan membeli barang-barang dan jasa yang diperlukannya. Dan ini juga penting sebagai bahan perbandingan dalam menunjukkan perbedaan tingkat kemakuran di suatu negara berbanding dengan negara-negara lain.

Data pendapatan per kapita menurut harga tetap perlu dihitung untuk menunjukkan perkembangan tingkat kemakuran di suatu negara. Produk Domestik Bruto biasanya bertambah dari tahun ke tahun. Nilainya yang bertambah itu pada umumnya disebabkan oleh dua faktor : Pertambahan produksi fisikal yang berlaku dan kenaikan harga-harga barang dan jasa yang dihitung dalam pendapatan nasional.

Dengan demikian kenaikan pendapatan nasional menurut harga yang berlaku tidak memberikan gambaran yang sempurna tentang perkembangan kemakuran yang sebenarnya karena efek kenaikan harga dalam menaikkan pendapatan per kapita belum diperhitungkan. Pertumbuhan ekonomi dan pertambahan kemakuran yang diwujudkannya, ditentukan oelh perkembangan pendapatan nasioanal yang sebenarnya, yaitu yang itdak disebabkan oleh kenaikan harga. Oleh sebab itu untuk menggambarakan perkembangan kemakuran suatu masyarakat perlulah dihitung pendapatan per kapita pada harga tetap. Suatu masyarakat diapandang mengalami pertambahan dalam kemakuran pabila pendapatan per kapita menurut harga tetap atau pendapatan per kapita riil terus menerus bertambah dari tahun ke tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s